Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
MIGRANT Care Jember resmi membuka kanal pengaduan bagi Pekerja Migran Indonesia yang berada di kawasan Timur Tengah, khususnya Iran. Hal itu menyusul meningkatnya konflik dan eskalasi situasi keamanan di wilayah tersebut.
Langkah ini diambil sebagai bentuk respons atas kondisi yang dinilai berpotensi mengancam keselamatan para pekerja migran asal Kabupaten Jember yang bekerja di sejumlah negara Timur Tengah.
Koordinator Wilayah Migrant Care Jember, Bambang Teguh Karyanto, menyampaikan keprihatinannya atas situasi yang berkembang.
"Kami menyatakan keprihatinan dan membuka kanal pengaduan, mengingat banyak pekerja migran asal Kabupaten Jember yang bekerja di beberapa negara Timur Tengah," kata Koordinator Wilayah Migrant Care Jember Bambang Teguh Karyanto, Minggu (1/3).
Sebagai lembaga yang fokus pada advokasi dan perlindungan pekerja migran, pihaknya menilai eskalasi konflik dapat berdampak langsung terhadap kondisi psikologis maupun keselamatan PMI di wilayah terdampak.
"Kondisi yang penuh ketidakpastian, dicekam rasa ketakutan dan berada di lokasi yang dekat dengan lokasi konflik akan membuat mereka merasa tidak aman dan merasa dalam ancaman," katanya.
Migrant Care Jember juga meminta pemerintah pusat maupun perwakilan RI di luar negeri untuk lebih proaktif memastikan kondisi PMI di kawasan Timur Tengah.
"Pemerintah juga perlu menyiapkan langkah-langkah dan rencana kontinjensi demi keselamatan pekerja migran Indonesia di Timur Tengah," katanya.
Organisasi tersebut mendorong agar pemerintah membuka kanal informasi dan pengaduan di wilayah-wilayah yang terdampak perang, serta secara rutin memperbarui informasi situasi terkini demi menjamin keamanan WNI di luar negeri.
Selain membuka kanal pengaduan, Migrant Care Jember juga melakukan koordinasi dengan sejumlah desa yang memiliki Pusat Pelayanan Terpadu Desa Peduli Buruh Migran (Desbumi) binaan Migrant Care.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan kondisi para pekerja migran asal desa-desa tersebut dalam keadaan aman.
"Kami mendapatkan informasi dari salah satu kader Migrant Care bahwa ada pekerja migran yang pergi menyelamatkan diri dan situasi tersebut sangat mengkhawatirkan keselamatan mereka," katanya.
Berdasarkan data yang dihimpun, jumlah pekerja migran asal Jember hingga Maret 2026 mencapai 41.701 orang. Rinciannya:
Asia dan Afrika: 35.887 orang
Eropa dan Timur Tengah: 5.581 orang
Amerika dan Pasifik: 233 orang
Data ini menunjukkan besarnya jumlah PMI asal Jember yang berpotensi terdampak situasi konflik di kawasan Timur Tengah.
"Untuk pekerja migran asal Jember per Maret 2026 totalnya sebanyak 41.701 orang yang terdiri pekerja di negara Asia dan Afrika sebanyak 35.887 orang, kemudian di Eropa dan Timur Tengah sebanyak 5.581 orang, kemudian Amerika dan Pasifik sebanyak 233 orang," ujarnya.
Sementara itu, Bupati Jember, Muhammad Fawait, yang tengah menunaikan ibadah umrah, menyampaikan akan segera melakukan koordinasi dengan perwakilan Indonesia di luar negeri untuk memastikan kondisi warganya.
Ia menegaskan komitmennya untuk terus memantau perkembangan situasi dan menjalin komunikasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di wilayah terkait.
"Kami akan terus memantau situasi dan kondisi terkini. Kalau pun ada warga asal Jember, kami akan terus berkoordinasi erat dengan KBRI. Kami tentu berharap WNI dari Jember dalam kondisi aman," katanya.
Sebagai langkah antisipasi, PMI di kawasan terdampak konflik disarankan untuk:
Menghubungi kanal pengaduan resmi Migrant Care Jember.
Memantau informasi resmi dari KBRI setempat.
Menghindari lokasi rawan konflik.
Menjaga komunikasi dengan keluarga dan pihak desa.
Pembukaan kanal pengaduan ini diharapkan menjadi sarana perlindungan cepat bagi pekerja migran asal Jember yang membutuhkan bantuan darurat di tengah situasi yang tidak menentu. (Ant/E-4)
SEBANYAK 11 calon pekerja migran Indonesia asal Kalimantan Selatan yang akan berangkat bekerja sebagai penata laksana rumah tangga ke Arab Saudi nonprosedural atau ilegal dipulangkan.
PMI asal Kota Sukabumi, Jawa Barat, sempat tertahan di Tiongkok, negara tempatnya bekerja, akibat kondisi kesehatan yang memburuk.
Ketidakjelasan batas kebijakan inilah yang menimbulkan kebingungan dan menghambat penempatan resmi melalui jalur yang seharusnya legal
Negara tujuan terbesar pekerja migran Indonesia yaitu Taiwan terkonsentrasi pada lima sektor, yakni house maid, caregiver, plantation worker (pekerja perkebunan), worker, domestic worker.
Anggota DPR RI Mercy Barends menyoroti kasus penyelundupan 9 WNA China di Perairan Tanimbar dan mendesak penegakan hukum tegas serta patroli laut diperkuat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved