Headline

Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.

MUI Sampaikan Dukacita Mendalam atas Gugurnya Ali Khamenei

Media Indonesia
01/3/2026 16:47
MUI Sampaikan Dukacita Mendalam atas Gugurnya Ali Khamenei
Ilustrasi(Dok AFP)

MAJELIS Ulama Indonesia (MUI) menyampaikan rasa duka yang mendalam atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei. Hal itu sebagaimana tertuang dalam Tausiyah MUI tentang Eskalasi Serangan Israel-Amerika terhadap Iran.

Tausiyah tersebut diterbitkan melalui surat Nomor: Kep-28/DP-MUI/III/2026 dan ditandatangani oleh Ketua Umum MUI KH Anwar Iskandar serta Sekjen MUI Buya Amirsyah Tambunan pada hari Minggu (1/3).

"MUI menyampaikan duka mendalam atas gugurnya Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei sebagai akibat serangan Israel-Amerika. Sebagai syuhada kita doakan semoga menjadi penghuni surga, Aamiin," ujar Ketua Umum MUI Anwar Iskandar dalam Taushiyah tersebut.

Kiai Anwar menegaskan, MUI mengecam keras serangan Israel yang didukung oleh Amerika, karena bertentangan dengan nilai kemanusiaan serta amanat Undang-Undang Dasar 1945, khususnya prinsip 'ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial'.

Menurut MUI, serangan Iran ke beberapa negara Teluk merupakan bentuk pembalasan terhadap agresi Amerika dan Israel. Serangan balasan Iran ini dianggap sah menurut hukum internasional, karena target yang diserang adalah pangkalan militer.

Sebaliknya, serangan bom dari Israel dan Amerika justru menyasar sekolah dasar di Iran, yang menyebabkan sekitar 160 anak-anak meninggal dunia.

"Karena itu, untuk menghindari eskalasi yang lebih luas, maka Amerika dan Israel harus menghentikan serangan ke Iran karena serangan ini bertentangan dengan Pasal 2 (4) Deklarasi PBB," ujarnya.

MUI menilai, aksi militer Israel dan Amerika terhadap Iran merupakan eskalasi serius yang berpotensi menjerumuskan kawasan Timur Tengah ke dalam konflik terbuka yang lebih luas.

"Situasi ini tidak boleh dipandang sebagai insiden terpisah, melainkan bagian dari konfigurasi geopolitik yang lebih besar. Ini adalah tugas dan tanggung jawab semua negara untuk mewujudkan perdamaian agar dapat melakukan perlindungan maksimal terhadap warga sipil," kata Kiai Anwar.

Selain itu, MUI menyoroti motif strategis di balik serangan tersebut sebagai upaya sistematis untuk melemahkan posisi Iran di Teluk, sekaligus membatasi dukungan Iran terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina.

Dalam konteks konflik Israel-Palestina, MUI mendorong berbagai negara untuk berperan sebagai juru damai, menghentikan serangan militer, dan mencegah kekerasan digunakan sebagai alat tekanan politik untuk mempertahankan dominasi Israel di Palestina.

MUI juga menyoroti peran Amerika dalam pengelolaan konflik Palestina melalui Board of Peace (BoP), yang kini mendapat pertanyaan besar apakah strategi tersebut benar-benar bertujuan untuk perdamaian atau justru memperkuat ketimpangan keamanan yang menghambat kemerdekaan Palestina.

"Untuk itu, MUI mendesak pemerintah Indonesia agar mencabut keanggotaan dari BoP karena dipandang tidak efektif mewujudkan kemerdekaan sejati di Palestina," kata Kiai Anwar.

MUI menegaskan, yang terjadi justru sebaliknya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump bersama Israel melakukan serangan terhadap Iran, memicu konflik regional yang melibatkan berbagai kekuatan, baik secara langsung maupun melalui proksi. (Ant/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya