Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, optimistis tahun ini sektor pariwisata bakal kembali menggeliat. Momentumnya dimulai saat libur panjang Idul Fitri 1443 Hijriyah menyusul berbagai aturan yang tidak terlalu mengikat.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Cianjur, Pratama Nugraha, menuturkan sebagaimana arahan dari pemerintah pusat melalui Mendagri Tito Karnavian maupun Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, saat ini tren kasus covid-19 terus melandai. Bahkan kondisinya saat ini memunculkan wacana menetapkan pandemi covid-19 menjadi endemi. "Ini tentu menjadi angin segar bagi sektor pariwisata," kata Pratama, Rabu (20/4).
Liburan Idul Fitri 1443 Hijriyah nanti, kata Pratama, harus bisa menjadi momentum bangkitnya kembali sektor pariwisata. Pasalnya, kurun dua tahun terakhir bersamaan pandemi covid-19, pariwisata sangat terdampak besar.
"Libur Lebaran tahun ini semua objek wisata di Kabupaten Cianjur sudah bisa dikunjungi wisatawan. Kami akan sesuaikan dengan kebijakan pemerintah pusat," ucapnya.
Pratama menuturkan selama kurun dua tahun berlangsungnya pandemi covid-19, semua pelaku usaha sektor pariwisata sudah menjalankan berbagai aturan protokol kesehatan covid-19. Karena itu, saat ini ketika kebijakan pemerintah terus melonggarkan aturan, jadi bisa dimanfaatkan sebaik mungkin.
"Tapi kami juga tetap mengedepankan disiplin penerapan protokol kesehatan di setiap para pelaku usaha. Mayoritas pelaku usaha pariwisata, terutama hotel dan restoran di Kabupaten Cianjur sudah mengantongi sertifikat CHSE dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, memasang aplikasi PeduliLindungi, dan banyak lagi," tegasnya
Untuk memastikan penerapan prokes covid-19, kata Pratama, selama libur Idul Fitri 1443 Hijriyah, Disbudpora Kabupaten Cianjur akan mengintensifkan monitoring. Akan dikerahkan petugas ke setiap objek wisata.
"Kami berharap Kabupaten Cianjur bisa banyak dikunjungi wisatawan. Wisata alam yang ada Cianjur bisa menjadi obat melepas kepenatan karena potensinya sangat indah. Tetap terapkan prokes secara ketat," pungkasnya. (OL-15)
Kementerian Pertanian menargetkan distribusi 4 juta dosis vaksin PMK secara nasional sepanjang 2026.
Kasus gangguan jiwa anak dan remaja di Jawa Barat meningkat. RSJ Cisarua mencatat kunjungan naik hingga 30 pasien per hari, depresi jadi kasus dominan.
Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.
DUA pelaku pencurian sepeda motor (curanmor) di Desa Wanakerta, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Subang, Jawa Barat, diamuk massa setelah ketahuan mencuri sepeda motor.
SATUAN Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tasikmalaya, Jawa Barat, berhasil menangkap pelaku berinisial W, warga Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
OTT ini terjadi pada Kamis, 5 Februari 2026, malam. KPK menyita ratusan juta atas penangkapan ini.
Pelni Hadir pada Pameran Pariwisata Bangga Berwisata di Indonesia
Candi Muara Takus merupakan salah satu situs cagar budaya paling signifikan di Sumatra dengan nilai sejarah dan arkeologis yang sangat tinggi.
Direktur Utama PT AI Indonesia Sony Subrata meyakini bahwa teknologi AI dapat diterapkan secara nyata untuk memenuhi kebutuhan sektor pariwisata Indonesia.
INSTITUT Pariwisata (IP) Trisakti menyelenggarakan kegiatan International Guest Lecture dengan menghadirkan Ketua Otorita Administratif Khusus Oe-cusse Ambeno.
Istilah sustainable tourism kini mulai berevolusi menjadi regenerative hospitality, sebuah konsep di mana pelaku industri tidak hanya berusaha meminimalisasi dampak negatif,
Tren terbaru menunjukkan bahwa bagi Generasi Z, pengalaman kini menjadi faktor utama yang mendorong keputusan perjalanan, melampaui pertimbangan harga semata.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved