Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Kabupaten Cianjur, Jawa Barat terus menggencarkan vaksinasi anak 6-11 tahun. Hingga saat ini, cakupan vaksinasi anak di Cianjur berada di kisaran 82,85% atau sebanyak 212.122 orang dari total sasaran sebanyak 256.033 orang.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Yusman Faisal, mengatakan penyelesaian vaksinasi bagi anak usia 6-11 tahun ditargetkan kelar bulan ini. Ia optimistis target bisa tercapai.
"Sejak dimulainya pelaksanaan vaksin bagi anak sekitar sebulan lalu, sampai saat ini cakupannya di kisaran 82,85%," terang Yusman, Senin (7/2).
Kurun sebulan sudah mencapai 82,85%, kata Yusman, sebetulnya sudah relatif cukup cepat. Terlebih, sasarannya yang mayoritas merupakan kalangan pelajar, tidak terlalu sulit dicari.
"Jadi sasarannya terpusat di setiap sekolah. Berbeda dengan sasaran lainnya, terutama masyarakat umum, yang lokasinya berjauhan," ujarnya.
Pada pelaksanaannya, Dinas Kesehatan bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga. Utamanya menentukan titik sekolah yang menjadi target pemberian vaksin. "Termasuk dari jumlah anak usia 6-11 tahun, datanya ada pada Dinas Pendidikan," ungkapnya.
Saat ini fokus pemberian vaksinasi kepada para pelajar di sekolah yang berada di wilayah pelosok. Semua pihak bergerak agar vaksinasi bagi anak usia 6-11 tahun bisa segera rampung. "Insya Allah, untuk stok vaksin aman. Masih mencukupi," jelas Yusman.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Cianjur, Himam Haris menuturkan informasi terakhir capaian vaksinasi anak usia 6-11 tahun terus berprogres. Namun ia tak memungkiri masih ada pelajar yang harus tunda vaksin karena alasan kesehatan.
"Kalau tidak salah, informasi terakhir capaian vaksinasinya sudah kisaran 87-90%. Memang ada pelajar yang masih belum divaksin karena alasan kesehatan. Tapi secara umum sudah hampir semuanya divaksin," terang Himam. (OL-15)
Persepsi ini lahir dari cara pandang lama yang mengabaikan prinsip gizi seimbang. Padahal ukuran kesehatan tidak bisa hanya dilihat dari tampilan fisik semata.
Paparan gawai pada fase krusial pertumbuhan (usia 5 hingga 15 tahun) berisiko memicu gangguan tumbuh kembang yang menetap hingga dewasa.
Skrining pendengaran pada anak sejak dini menjadi kunci vital dalam menjaga kualitas hidup dan fungsi komunikasi buah hati.
Fungsi pendengaran memiliki kaitan erat dengan kemampuan bicara anak.
Orangtua diimbau untuk tidak membawa anak ke tempat yang terlalu padat guna meminimalisir risiko infeksi.
Kunci utama keberhasilan aturan pembatasan gawai bukan hanya pada larangan, melainkan pada keteladanan orangtua sebagai role model.
Gelombang pertama puncak arus mudik terjadi pada Sabtu (14/3) dan Minggu (15/3). Sedangkan gelombang kedua diperkirakan terjadi pada Rabu (18/3) dan Kamis (19/3).
Transfer dana THR dari pemerintah pusat sudah masuk ke rekening kas umum daerah (RKUD).
Satlantas Polres Cianjur petakan titik macet Mudik 2026 di Cipeuyeum, Ciranjang, hingga Puncak. Simak daftar jalur alternatif via Jonggol di sini.
Polres Cianjur mengerahkan berbagai kendaraan untuk memobilisasi personel selama operasi berlangsung.
Sensus Ekonomi ini merupakan instrumen data yang dilakukan rutin lima tahunan.
Pasalnya, UA nekat mengambil dua buah labu siam di lahan yang bukan miliknya karena terdesak kebutuhan untuk berbuka puasa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved