Sabtu 25 Desember 2021, 13:48 WIB

Harga Telur dan Ayam di Pasar Tradisional Kudus Meroket

Jamaah | Nusantara
Harga Telur dan Ayam di Pasar Tradisional Kudus Meroket

MI/Jamaah.
Pedagang melayani pembeli ayam potong yang kini mengalami kenaikan harga mencapai Rp38 ribu per kilogram, Sabtu (25/21/2021).

 

HARGA komoditas kebutuhan pokok mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Dalam pantauan harga di Pasar Tradisional Bitingan, Kudus, Jawa Tengah, harga telur dan ayam potong melonjak cukup tinggi sepekan terakhir.

Menurut pedagang ayam potong, Rina, menuturkan harga ayam potong saat ini naik menjadi Rp38 ribu per kilogram. Semula harga wajarnya di kisaran Rp31 ribu hingga Rp32 ribu per kilogram. Lonjakan terjadi setiap hari sejak sepekan terakhir hingga menurut pedagang harga kali ini menembus angka tertinggi.

"Biasanya Rp31 ribu sampai Rp32 ribu sudah cukup tinggi harganya. Tapi ini sampai Rp 38 ribu. Saya ndak bisa apa-apa. Pedagang ya cukup resah juga harganya sampai tinggi segitu," ujar Rina, salah satu pedagang ayam potong, di Pasar Bitingan Kudus saat ditemui Media Indonesia, Sabtu (25/12/2021).

Kenaikan harga ayam potong juga diikuti harga telur. Pedagang mengaku lonjakan kali ini dinilai juga cukup tinggi selama menjual telur meski sebelumnya sempat mengalami penurunan sebelum perayaan Nataru tahun ini. Sepekan lalu harga masih terbilang normal di angka Rp20 ribu per kilogram kini naik menjadi Rp31 ribu per kilogram. "Dari tingkat bakulan saya jual Rp31 ribu, apalagi tingkat pengecer mungkin bisa lebih tinggi lagi harganya," ungkap Erma pedagang telur di Pasar Bitingan Kudus.

Pedagang mengaku melonjaknya harga kebutuhan pokok yang cukup tinggi membuat daya beli masyarakat menurun. Pedagang tidak mau mengambil risiko ambil banyak untuk mengantisipasi anjlok harga nanti.

Dalam antisipasi lonjakan harga kebutuhan pokok masyarakat, Bupati Kudus Hartopo menggelar pantauan harga sembako. Menurutnya, harga sejumlah kebutuhan pokok sudah dapat dikendalikan seperti cabai dan sayuran. Hanya, harga telur, ayam dan minyak yang dinilai masih cukup tinggi.

Baca juga: Pemkab Klaten Salurkan Rp1,162 Miliar untuk 912 Anak Yatim akibat Covid-19

"Untuk harga telur naik diperkirakan karena ada bantuan nontunai. Untuk minyak tidak bisa diprediksi, mungkin karena ketersediaan barang," kata Hartopo saat kunjungannya di pasar tradisional, Jumat (24/12/2021). Pihaknya berupaya berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengontrol harga kebutuhan pokok agar tidak mengalami lonjakan signifikan nanti.

Berdasarkan pantauan harga sembako yang naik yakni, minyak masih cukup tinggi kisaran Rp20 ribu-Rp22 ribu rupiah per liter. Harga cabai pada jenis cabai rawit merah menembus Rp70 ribu per kilogram. Harga kebutuhan pokok lain masih terbilang wajar. (OL-14)

Baca Juga

MI/PALCE AMALO

Pengungsi Afghanistan yang Berusaha Bunuh Diri di Jembatan Liliba Kupang Berhasil Diselamatkan

👤Palce Amalo 🕔Sabtu 25 Juni 2022, 06:30 WIB
Polisi menerima laporan aksi nekat Hassan sekitar pukul 19.00 Wita dan langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan...
Dok. Kemenparekraf

Kemenparekraf Lanjutkan Sosialisasi Sadar Wisata di Kabupaten Simalungun dan Toba

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 24 Juni 2022, 23:29 WIB
Sosialisasi berlangsung serentak di Desa Sibaganding (Kab.Simalungun), Desa Lumban Silintong (Kab.Toba), Desa Siboruon (Kab.Toba) dan Desa...
dok.ist

Dukung Program Kementan, Bupati Tala Genjot Regenerasi Petani

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 24 Juni 2022, 21:40 WIB
SUMBER daya manusia (SDM di sektor pertanian Indonesia didominasi oleh petani senior, berkisar 71%, usianya lebih 45 tahun, sementara yang...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya