Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
MERAWAT tradisi sekaligus memberdayakan ekonomi rakyat, itulah Dandangan digelar di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, tradisi yang sudah berlangsung sejak jaman Sunan Kudus (Kerajaan Demak) yang digelar selama dua pekan sebelum Puasa Ramadan dikunjungi ratusan ribu warga ditargetkan capai transaksi Rp17 miliar.
Tradisi Dandangan secara resmi telah dibuka, ribuan warga sejak siang Senin (9/2) hingga tengah malam masih berjubel terus membanjiri lokasi pasar rakyat yang diselenggarakan di sepanjang ruas Jalan Sunan Kudus hingga Perempatan Jember, Kudus untuk menyaksikan dan memborong aneka dagangan rakyat di 527 stan yang dipasang.
Cuaca mendung memayungi daerah ini, tidak mempengaruhi ribuan warga untuk datang di pasar rakyat Dandangan, hingga suasana cukup meriah karena tidak hanya ramainya transaksi jual beli berbagai jenis barang dari mulai mainan anak-anak, pakaian, jagaban dan kuliner tetapi juga keneriahan aneka hiburan yang ditampilkan.
"Tahun ini Dandangan lebih meriah dan besar dibandingkan tahun lalu, baik itu dari jumlah pedagang maupun pembeli, juga banyak hiburan yang ditampilkan," kata Suwardi,50, warga Welahan, Demak sengaja datang untuk ikut mengais rejeki dengan berjualan minuman.
Hal serupa juga diungkapkan Arifin, pedagang mainan anak-anak tradisional mengaku telah berbulan-bulan menyiapkan dagangannya dari kayu dan bambu untuk persiapan berdagang di Pasar Dandangan ini. "Saya biasanya kerja serabutan, tetapi khusus Dandangan ikut serta berdagang mainan, meskipun saat ini kalah dengan mainan modern dari plastik," tambahnya.
Pelaksana tugas Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus Eko Hari Djatmiko mengatakan Pasar Dandangan berlangsung selama 10 hari jelang Ramadan menjadi sarana penting untuk menggerakkan perekonomian masyarakat serta memperluas ruang usaha bagi pedagang kaki lima (PKL) dan pelaku UMKM di Kudus.
Kegiatan Dandang ini, menurut Eko Hari Djatmiko diikuti ratusan pedagang yang seluruhnya telah terdaftar secara resmi. "Total kami menyediakan 527 gerai utama dan sekitar 450 pedagang PKL yang tersedia di sepanjang Jalan Sunan Kudus," ujarnya.
Wakil Bupati Kudus Bellinda Putri Sabrina Birton mengungkapkan Tradisi Dandangan merupakan warisan budaya yang sangat berharga sebagai simbol menyambut datangnya Bulan Suci Ramadan dan telah berlangsung turun-temurun, sehingga ini menjadi cerminan nyata filosofi Gusjigang, yaitu bagus akhlaknya, pintar ngaji, dan pandai berdagang.
Menurut Bellinda Putri Sabrina Birton nilai tersebut tidak hanya menguatkan dimensi religius dan budaya, tetapi juga membangun karakter sosial masyarakat yang harmonis, saling menghargai, dan saling menguatkan, sehingga dapat bersama-sama warga menjaga dan melestarikan Tradisi Dandangan sekaligus untuk meningkatkan perekonomian lokal.
"Kami berharap kehadiran tradisi ini mampu memberikan dampak ekonomi bagi pelaku UMKM, PKL dan ekonomi kreatif di Kabupaten Kudus, bahkan optimis pada tahun ini akan tercapai nilai transaksi Rp17 miliar atau naik dibandingkan tahun sebelumnya Rp26,5 miliar," tutur Bellinda Putri Sabrina Birton usai membuka secara resmi Tradisi Dandangan di Kudus.
Tradisi Dandangan yang mengambil dari suara beduk di masjid "Dang ... Dang.. Dang" pada awalnya merupakan tradisi berkumpulnya para santri di depan Masjid Menara Kudus setiap menjelang Ramadan untuk menunggu pengumuman dari Sunan Kudus tentang penentuan awal puasa.
Selanjutnya, kesempatan ini juga dimanfaatkan para pedagang untuk berjualan di sekitar masjid sehingga, sehingga suasana di depan masjid menjadi cukup ramai karena banyaknya santri yang datang dan para pedagang menjadi semakin dikenal masyarakat sebagai pasar malam yang ada setiap menjelang Ramadan
Perjalanan Dandangan ini semakin menarik dari tahun ke tahun, karena tidak hanya sekedar warga dan santri yang membuka lapak dagangan dan pengunjung yang datang menunggu pengumuman waktu puasa Ramadan, tetapi juga menjadi ajang silaturahmi dan hiburan menarik bagi warga
Dalam perkembangan selanjutnya, Dandangan menjadi festival yang diadakan di Pemerintah Kabupaten Kudus untuk menandai dimulainya ibadah puasa pada bulan Ramadan, seirti berlangsung saat ini menjadi pesta rakyat yang tidak hanya perputaranvekonomi, tetapi juga mampu membangkitkan kembali seni tradisional seperti dolanan anak-anak. (H-2)
BPBD Kudus mengatakan longsor terjadi di Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog tersebut karena intensitas hujan yang sangat lebat.
Banjir akibat cuaca ekstrem di Kudus merendam 5.596 rumah dan 1.970 hektare sawah serta berdampak pada 43.479 jiwa.
Jumlah warga terdampak banjir di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, terus bertambah.
Kasus asusila yang terjadi di RSUD dr Loekmono Hadi Kudus menjadi pembicaraan netizen setelah video yang diambil dari rekaman CCTV di rumah sakit plat merah itu viral.
Keterbatasan akses air bersih masih menjadi persoalan mendasar di sejumlah wilayah Indonesia, terutama di daerah dengan kepadatan penduduk tinggi dan kualitas sumber air yang menurun.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved