Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
Jumlah warga terdampak banjir di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, terus bertambah. Hingga Jumat (17/1), sebanyak 1.822 jiwa atau 606 keluarga tercatat mengungsi di 11 lokasi pengungsian yang tersebar di wilayah tersebut.
Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Kudus Eko Hari Djatmiko mengatakan data jumlah pengungsi masih bersifat dinamis dan berpotensi terus berubah seiring perkembangan situasi banjir.
“Per hari ini total pengungsi mencapai 1.822 jiwa. Angka ini akan terus kami perbarui karena kondisinya masih berkembang,” ujar Eko di Kudus, Sabtu.
Dari total pengungsi, perempuan mendominasi dengan persentase lebih dari 60 persen. Warga yang mengungsi berasal dari sejumlah desa terdampak, antara lain Pasuruhan Lor, Temulus, Karangrowo, Kesambi, Jati Wetan, Jetis Kapuan, Ngemplak, Payaman, Tanjungkarang, dan Gulang.
Adapun lokasi pengungsian meliputi Gedung NU Center Pasuruhan Lor, Madrasah Hidayatus Shibyan Temulus, Balai Desa Karangrowo, TK Pertiwi dan Aula Balai Desa Kesambi, Balai Desa Jati Wetan, Gedung Muslimat NU Loram Kulon, Gedung DPRD Kudus, Balai Desa Payaman, GKMI Tanjungkarang, Kantor PDI Perjuangan Jalan Lingkar Kudus, serta Balai Desa Gulang.
Lokasi dengan jumlah pengungsi terbanyak berada di Gedung DPRD Kudus, yang menampung 396 orang dari Desa Karangrowo dan Ngemplak, Kecamatan Undaan. Sementara di lokasi lain, jumlah pengungsi berkisar antara 26 hingga 131 jiwa.
Eko menambahkan, genangan banjir hingga hari ini masih terjadi di sejumlah wilayah, meskipun di beberapa titik mulai menunjukkan tanda-tanda surut. Ia berharap pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dapat menurunkan intensitas hujan sehingga banjir segera mereda.
“Mudah-mudahan dengan OMC, curah hujan bisa berkurang dan genangan segera surut,” ujarnya.
Untuk kebutuhan pengungsi, BPBD memastikan seluruh kebutuhan dasar terpenuhi, mulai dari makanan, minuman, pakaian, tempat tinggal sementara, hingga perlengkapan kebersihan dan kebutuhan pribadi. Selain itu, mainan anak juga disediakan sebagai bagian dari upaya trauma healing bagi pengungsi anak-anak.
Sebagai catatan, jumlah pengungsi sebelumnya pada Rabu (14/1) tercatat sebanyak 596 jiwa, namun meningkat signifikan akibat curah hujan tinggi yang terus mengguyur wilayah Kabupaten Kudus. (Ant/E-3)
Banjir di Kabupaten Kudus hingga Minggu (25/1) juga masih merendam 9 desa di 4 kecamatan antara lain Desa Karangrowo, Ngemplak, Tanjungkarang, Jetiskapuan, Jati Wetan, Payaman.
Dengan margin yang sudah tipis, kenaikan biaya logistik berpotensi memaksa pengusaha kecil menaikkan harga jual agar tetap bertahan.
Akibat intensitas hujan yang masih tinggi dan belum teratasinya sejumlah tanggul sungai yang jebol serta luapan sungai, banjir di daerah ini kembali meninggi.
Langkah darurat yang segera dilakukan adalah Operasi Modifikasi Cuaca dengan mengerahkan tiga pesawat guna mengurangi intensitas hujan.
SEORANG nenek pengungsi banjir di Desa Payaman, Kecamatan Mejobo, Kudus, Jawa Tengah, tak kuasa menahan air mata karena memikirkan tujuh ekor kucing peliharaannya yang tertinggal di rumah.
BPBD Kudus mengatakan longsor terjadi di Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog tersebut karena intensitas hujan yang sangat lebat.
Banjir akibat cuaca ekstrem di Kudus merendam 5.596 rumah dan 1.970 hektare sawah serta berdampak pada 43.479 jiwa.
Kasus asusila yang terjadi di RSUD dr Loekmono Hadi Kudus menjadi pembicaraan netizen setelah video yang diambil dari rekaman CCTV di rumah sakit plat merah itu viral.
Keterbatasan akses air bersih masih menjadi persoalan mendasar di sejumlah wilayah Indonesia, terutama di daerah dengan kepadatan penduduk tinggi dan kualitas sumber air yang menurun.
Kedua korban diidentifikasi sebagai Ahmad Syukron Ma’mun dan Muhammad Abraham Dhiyauddin.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved