Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Nenek Pengungsi Banjir Kudus Menangis Pikirkan Kucingnya, Polisi Turun Tangan Evakuasi

Haryanto Mega
17/1/2026 13:05
Nenek Pengungsi Banjir Kudus Menangis Pikirkan Kucingnya, Polisi Turun Tangan Evakuasi
Polres Kudus menyelamatkan tujuh ekor peliharaan Mbah Narti, salah satu warga yang menjadi pengungsi akibat banjir.(MI/Haryanto Mega)

SEORANG nenek pengungsi banjir di Desa Payaman, Kecamatan Mejobo, Kudus, Jawa Tengah, tak kuasa menahan air mata karena memikirkan tujuh ekor kucing peliharaannya yang tertinggal di rumah.

Peristiwa itu terjadi saat Kapolres Kudus AKB Heru Dwi Purnomo bersama Ketua Bhayangkari Cabang Kudus Dona Heru mengunjungi Posko Pengungsian di SD 1 Payaman, Jumat (16/1). 

Saat berinteraksi dengan para pengungsi, Kapolres melihat seorang nenek tampak murung dan sesekali menyeka air mata. Nenek tersebut diketahui bernama Selagi Narti, 65, warga Desa Payaman, yang terpaksa mengungsi akibat banjir.

Kepada Kapolres, Mbah Narti mengaku sedih dan cemas karena harus meninggalkan tujuh ekor kucing kesayangannya di rumah, sementara kondisi banjir di wilayah tersebut masih cukup tinggi.

Mendengar hal itu, AKB Heru Dwi Purnomo langsung merespons cepat. Ia memerintahkan jajarannya untuk menyiapkan perahu dan melakukan evakuasi terhadap hewan peliharaan milik Mbah Narti.

Kasat Samapta Polres Kudus AK Noor Alifi bersama sejumlah personel kemudian menerjang banjir menggunakan perahu dan berhasil mengevakuasi tujuh ekor kucing tersebut dalam kondisi selamat.

Kabar keberhasilan evakuasi itu disampaikan kepada Mbah Narti di posko pengungsian. Wajah sang nenek pun berubah sumringah. Dengan mata berkaca-kaca, ia mengucapkan terima kasih kepada Kapolres dan seluruh jajaran Polres Kudus.

“Alhamdulillah, matur nuwun (terima kasih) Pak Polisi. Kulo sampun tenang (saya sudah tenang),” ucap Mbah Narti dengan haru.

Kapolres Kudus AKB Heru Dwi Purnomo mengatakan, tindakan tersebut merupakan bagian dari pelayanan kemanusiaan Polri kepada masyarakat terdampak bencana.

“Kami tidak hanya fokus pada keselamatan warga, tetapi juga memperhatikan hal-hal yang menjadi beban pikiran masyarakat, termasuk hewan peliharaan. Bagi sebagian warga, hewan adalah bagian dari keluarga,” ujar Heru.

Sebagai solusi sementara, Polres Kudus menawarkan untuk merawat tujuh ekor kucing tersebut di Polsek Mejobo hingga kondisi Desa Payaman benar-benar aman dan banjir surut.

“Sementara waktu kucing-kucing tersebut kami rawat di Polsek Mejobo. Setelah kondisi memungkinkan dan banjir surut, akan kami kembalikan kepada pemiliknya,” jelasnya.

Kapolres juga mengimbau masyarakat terdampak banjir agar tetap tenang, mengikuti arahan petugas, serta segera melapor apabila membutuhkan bantuan.

“Kami mengimbau warga untuk tetap berada di posko pengungsian demi keselamatan. Jika ada kebutuhan mendesak, segera sampaikan kepada petugas. Polri bersama stakeholder terkait siap membantu,” pungkasnya.(HT/E-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya