Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Sejumlah Obyek Wisata Ditutup imbas Banjir, Potensi Kerugian Capai Jutaan Rupiah Tiap Hari

Lilik Darmawan
26/1/2026 16:32
Sejumlah Obyek Wisata Ditutup imbas Banjir, Potensi Kerugian Capai Jutaan Rupiah Tiap Hari
Ilustrasi(Dok Pemkab Purbalingga )

POTENSI kerugian akibat ditutupnya sejumlah obyek wisata air di Banyumas, Jawa Tengah, mencapai jutaan setiap harinya. Beberapa wisata air di Kawasan Baturraden ditutup karena terdampak banjir bandang. Asisten Manajer Klaster Banyumas PT Palawi Risorsis Yudi Priyono mengatakan ada dua lokasi wisata air yang ditutup yakni Telaga Sunyi dan Curug Tirtasela.

“Untuk loss income dari Telaga Sunyi setiap harinya mencapai Rp5 juta hingga Rp7 juta. Sedangkan untuk Curug Tirtasela senilai Rp1 juta hingga Rp2 juta,” jelasnya pada Senin (26/1).

Menurutnya, cuaca ekstrem yang memicu banjir bandang di sejumlah aliran sungai di lereng Gunung Slamet berdampak signifikan terhadap sektor pariwisata. Tingginya debit air menyebabkan perubahan warna air menjadi cokelat pekat serta memicu pendangkalan di sejumlah kolam alami. Kondisi ini dinilai membahayakan keselamatan pengunjung.

“Kolam-kolam yang sebelumnya cukup dalam kini menjadi dangkal karena tertimbun material banjir,” katanya.

Sejumlah objek wisata air yang berada di bawah pengelolaan PT Palawi Risorsis, seperti Telaga Sunyi, Curug Tirta Sela, Curug Gomblang, dan Curug Cipendok, ditutup sementara. Penutupan dilakukan sebagai langkah antisipasi dan mitigasi risiko, menyusul hujan berintensitas tinggi di kawasan puncak Gunung Slamet yang memicu arus sungai tidak terkendali di wilayah hilir.

“Sementara waktu kami tutup sambil melakukan pembersihan lokasi,” katanya.

Ia menegaskan, penghentian operasional difokuskan pada aspek keselamatan wisatawan. Pasalnya, kondisi air di sejumlah titik wisata masih sangat keruh dan membawa material sisa banjir.

“Saat ini operasional di beberapa destinasi wisata air kami hentikan. Keselamatan pengunjung menjadi prioritas utama,” jelasnya.

Pengelola saat ini tengah memprioritaskan pembersihan lumpur dan kayu yang menumpuk di area wisata. Estimasi pembukaan kembali destinasi wisata diperkirakan membutuhkan waktu antara dua pekan hingga satu bulan, bergantung pada kondisi cuaca dan hasil pembersihan.

Sementara itu, BPBD Banyumas mencatat sedikitnya 15 kejadian bencana alam yang seluruhnya dipicu cuaca ekstrem. Kepala Pelaksana BPBD Banyumas, Dwi Irawan, mengatakan tidak ada laporan banjir maupun longsor yang berdampak langsung pada permukiman warga. Namun, angin kencang hingga angin puting beliung menyebabkan sejumlah pohon tumbang dan menimpa rumah warga serta infrastruktur di sembilan kecamatan. “Total ada 15 kejadian bencana alam dan semuanya disebabkan cuaca ekstrem,” ujarnya. (LD/E-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya