Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Tinjau Banjir Bandang Pemalang, Wagub Taj Yasin Minta Pemerintah Pusat Perkuat Hutan Lindung

Haryanto Mega
26/1/2026 11:22
Tinjau Banjir Bandang Pemalang, Wagub Taj Yasin Minta Pemerintah Pusat Perkuat Hutan Lindung
Wagub Jawa Tengah Gus Yasin (memakai peci) meninjau banjir di Pemalang, Minggu (25/1/2026).(MI/Haryanto Mega)

WAKIL Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen meninjau lokasi terparah terdampak banjir di kawasan lereng Gunung Slamet, di Desa Penakir, Kecamatan Pulosari, Pemalang, Minggu (25/1).

Banjir bandang tersebut menyebabkan sejumlah rumah di bantaran Kali Penakir rusak. Material kayu dan lumpur hanyut terbawa arus deras hingga menimpa permukiman warga. Dari pengamatan awal di lapangan, Gus Yasin menemukan banyak pohon yang tercabut dengan kondisi akar masih segar. Hal ini mengindikasikan pohon-pohon tersebut tergerus langsung oleh derasnya arus banjir.

“Kalau melihat akarnya masih segar, itu karena tergerus derasnya arus,” kata Gus Yasin.

Wagub yang hadir mewakili Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi itu mengingatkan bahwa kawasan tersebut pernah mengalami kebakaran hutan besar pada 2017. Sisa material kebakaran yang belum sepenuhnya dibersihkan diduga turut terbawa arus saat banjir terjadi.

Untuk memastikan penyebab banjir secara komprehensif, Pemprov Jawa Tengah akan melakukan pemetaan lanjutan. Namun, kondisi cuaca yang masih mendung dan gelap membuat pemantauan melalui drone maupun pengawas lapangan belum memungkinkan.

“Dalam waktu dekat akan kita lihat kembali situasinya, karena saat ini masih mendung dan gelap,” ujarnya.

Melalui peristiwa bencana ini, Gus Yasin menegaskan akan mengusulkan kepada pemerintah pusat agar kawasan hutan lindung di sekitar Gunung Slamet diperkuat dan mendapat perhatian serius. Ia menilai momentum ini tepat untuk menyatukan langkah lintas daerah, khususnya lima kabupaten di sekitar kawasan hulu Gunung Slamet, agar bersama-sama mengajukan penguatan status dan pengelolaan hutan lindung.

“Momen ini pas untuk menyatukan lima kabupaten agar berbicara bersama-sama dan mengajukan penguatan hutan lindung,” jelasnya.

Diketahui, banjir bandang melanda Kecamatan Pulosari dan Kecamatan Moga akibat hujan ekstrem yang mengguyur lereng Gunung Slamet sejak Jumat malam, 23 Januari 2026. Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan meluapnya Kali Soso, Kali Penakir, dan Sungai Gintung, hingga merendam permukiman warga dan merusak infrastruktur.

Berdasarkan data sementara, 252 kepala keluarga atau 911 jiwa terdampak langsung. Pemerintah menyiapkan sejumlah lokasi pengungsian, antara lain Kantor Kecamatan Pulosari (148 jiwa), Gedung PC NU (381 jiwa), dan SDN 02 Penakir (30 jiwa).

Satu warga dilaporkan meninggal dunia di Desa Penakir, Kecamatan Pulosari. Sementara itu, dua warga Desa Bongas, Kecamatan Watukumpul, masih dalam proses pencarian. Sebanyak tujuh warga Desa Sima, Kecamatan Moga, mengalami luka-luka dan telah mendapatkan penanganan medis.

Banjir juga menyebabkan kerusakan serius pada infrastruktur. Jembatan Walim dan Jembatan Beser di Desa Gunungsari yang menghubungkan Dusun Silegok-Sipendil terputus. Jembatan Dusun Batursari di Sungai Comal, perbatasan Desa Penakir, juga mengalami kerusakan berat hingga terputus. Selain itu, Jembatan Sungai Reas di Desa Jurangmangu rusak, serta jaringan perpipaan hanyut terbawa arus.

Pada sektor perumahan, tercatat delapan rumah hanyut, 18 rumah rusak berat, dan 24 rumah rusak sedang. Pemerintah Kabupaten Pemalang telah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana selama 14 hari, terhitung mulai 24 Januari hingga 6 Februari 2026.

Upaya penanganan terus dilakukan, mulai dari evakuasi warga, pendirian posko logistik dan dapur umum, layanan kesehatan keliling, hingga penanganan teknis infrastruktur.

Dalam kunjungan tersebut, Wakil Gubernur Jawa Tengah juga menyalurkan bantuan senilai Rp217.602.326, berupa bahan makanan dan nonmakanan, satu ton beras, kasur, tenda gulung, selimut, family kit, serta perlengkapan anak-anak. (HT/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya