Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
AKHIR pekan yang seharusnya menjadi momen istirahat berubah menjadi duka bagi warga Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Bencana hidrometeorologi ganda, yakni banjir bandang dan tanah longsor, menerjang wilayah selatan Pemalang secara beruntun sejak Jumat (23/1) hingga Minggu (25/1).
Peristiwa ini tidak hanya merusak infrastruktur vital, tetapi juga menelan korban jiwa dan memaksa ribuan warga meninggalkan rumah mereka. Berikut adalah kronologi lengkap dan fakta terkini yang dihimpun tim redaksi Media Indonesia.
Bencana bermula dari hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur kawasan lereng Gunung Slamet sejak Jumat (23/1) sore. Curah hujan yang tak kunjung reda hingga malam hari menyebabkan debit air di sejumlah sungai besar, seperti Kali Soso dan Kali Penakir, meningkat drastis.
Pada Sabtu (24/1) dini hari, sekitar pukul 03.30 WIB, banjir bandang mulai menerjang. Air bah bercampur lumpur pekat dan material kayu gelondongan menghantam permukiman warga di Kecamatan Pulosari dan Moga. Desa Penakir menjadi salah satu titik terparah, di mana derasnya arus memutus jembatan penghubung dan merusak belasan rumah.
Dampak banjir bandang ini fatal. Satu warga Desa Penakir, dilaporkan meninggal dunia setelah terseret arus deras Kali Penakir. Jenazah korban ditemukan tersangkut di bawah jembatan wilayah Desa Sima, Kecamatan Moga.
Tak berhenti di situ, bencana susulan terjadi di Kecamatan Watukumpul pada Minggu (25/1) pagi. Tanah longsor menimbun area persawahan dan permukiman di Desa Bongas. Hingga berita ini diturunkan, Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap dua warga yang dilaporkan hilang, diduga tertimbun material longsoran saat berada di lokasi kejadian.
Kapolres Pemalang, AKBP Rendy Setia Permana, mengonfirmasi bahwa ribuan warga telah dievakuasi. "Posko pengungsian terbagi di beberapa titik, yakni di Kantor Kecamatan Pulosari, Dukuh Sarangan, Dukuh Wanasari, dan kantor PCNU Kecamatan Pulosari," ujarnya kepada awak media.
Data sementara mencatat lebih dari 1.800 warga harus mengungsi karena rumah mereka rusak atau berada di zona rawan bencana susulan. Kondisi pengungsi saat ini membutuhkan bantuan logistik mendesak, terutama makanan siap saji, selimut, dan obat-obatan, mengingat cuaca di lokasi masih mendung dan berpotensi hujan.
Kerusakan infrastruktur menjadi kendala utama dalam proses evakuasi dan distribusi bantuan. Tercatat enam jembatan di wilayah Pulosari dan sekitarnya putus total diterjang banjir. Putusnya akses ini membuat beberapa dukuh terisolir, memaksa petugas menggunakan jalur alternatif yang lebih sulit dijangkau. (E-4)
WAKIL Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen meminta lima kabupaten di sekitar Gunung Slamet bersatu membahas penguatan hutan lindung menyusul bencana banjir bandang akhir pekan lalu.
WAKIL Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen meninjau lokasi terparah terdampak banjir di kawasan lereng Gunung Slamet, di Desa Penakir, Kecamatan Pulosari, Pemalang, Minggu (25/1).
Hujan dengan intensitas tinggi mengakibatkan Sungai Comal meluap dan banjir menggenangi sejumlah rumah warga di Desa Klegen dan Kebojongan, Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved