Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
BANJIR di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, kembali meluas dan meninggi. Hujan lebat mengguyur kawasan Gunung Muria sejak Selasa (27/1) mengakibatkan 50 desa di tujuh kecamatan di Kabupaten Pati kembali dilanda banjir dengan ketinggian 50-100 sentimeter, sehingga untuk mobilisasi terpaksa menggunakan perahu.
Pemantauan Media Indonesia, Rabu (28/1), setelah mengalami surut dan tinggal menyisakan 30 desa terendam dengan ketinggian 20-50 sentimeter, banjir kembali meningkat di Kabupaten Pati. Tercatat 50 desa di tujuh kecamatan terendam dengan ketinggian 50-100 sentimeter hingga membuat warga kalang kabut dan kesulitan beraktivitas.
Hujan lebat disertai angin kencang dan sambaran petir di kawasan Gunung Muria terjadi sejak Selasa (27/1) hingga saat ini. Itu mengakibatkan banjir kembali meninggi dan meluas, sehingga untuk mobilisasi warga terpaksa menggunakan perahu, meskipun belum terlihat ada gelombang pengungsian seperti sebelumnya.
"Kami bertahan di rumah dengan harapan hujan mereda dan banjir segera kembali surut," ujar Maryamah, 50, warga Dukuhseti, Kabupaten Pati.
Hal serupa diungkapkan Anggoro, 55. Warga Juwana itu mengaku sedikit lega ketika intensitas hujan berkurang dan banjir mulai surut.
Akan tetapi ketika hujan kembali datang dan volume meningkat, banjir semakin tinggi. "Kami terpaksa membuat panggung dengan memanfaatkan tempat tidur di dalam rumah, tetapi kalau keluar tetap berjalan di tengah banjir," tambahnya.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati Martinus Budi Prasetya mengatakan akibat cuaca ekstrem kembali terjadi di kawasan Gunung Muria menjadikan banjir di daerah ini kembali meluas dan meningkat. "Kalau di Kota Pati hujan ringan-sedang, tetapi di gunung hutan lebat, sehingga volume air sungai melonjak," imbuhnya.
Berdasar data dihimpun hingga Rabu (28/1) sore, ungkap Martinus Budi Prasetya, ada 50 desa di tujuh kecamatan kembali terendam banjir yakni Kecamatan Pati (7 desa), Juwana (9 desa), Kayen (5 desa), Jakenan (8 desa), Sukolilo (3 desa), Dukuhseti (5 desa), dan kondisi terparah berada di Kecamatan Gabus dengan total 13 desa terdampak.
Banjir kembali meningkat dan meninggi ini, menurut Martinus Budi Prasetya, merendam sekitar 3.650 rumah yang dihuni 12.581 jiwa, hingga menimbulkan kerugian materiil diperkirakan Rp12,658 miliar meliputi kerusakan pada 25 gedung sekolah, 48 tempat ibadah, dan kerusakan jalan sepanjang lebih dari 13 kilometer," tuturnya.
"Bencana banjir ini juga menyapu 4.475 hektare sawah dan 872 hektare tambak rakyat serta terdapat 1.096 jiwa (447 keluarga) yang terpaksa mengungsi ke tempat umum maupun rumah kerabat yang lebih aman," ujar Martinus Budi Prasetya. (I-2)
Lahan persawahan di Jepara mengalami puso terparah yakni di Kecamatan Kalinyamatan seluas 742 hektare dan Kecamatan Pecangaan sektas 350 hektare.
Banjir di Kabupaten Kudus hingga Minggu (25/1) juga masih merendam 9 desa di 4 kecamatan antara lain Desa Karangrowo, Ngemplak, Tanjungkarang, Jetiskapuan, Jati Wetan, Payaman.
Perpanjangan dilakukan karena masih adanya wilayah terdampak banjir serta tingginya potensi bencana susulan.
Kerugian ditimbulkan akibat bencana banjir di Kabupaten Pati sejak Jumat (9/1) hingga Minggu (18/1) mencapai Rp637,5 miliar,
Akibat intensitas hujan yang masih tinggi dan belum teratasinya sejumlah tanggul sungai yang jebol serta luapan sungai, banjir di daerah ini kembali meninggi.
Lahan persawahan di Jepara mengalami puso terparah yakni di Kecamatan Kalinyamatan seluas 742 hektare dan Kecamatan Pecangaan sektas 350 hektare.
PASCAPENETAPAN status tersangka terhadap Bupati Pati Sudewo oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen langsung kunjungi Pati.
BUPATI Pati Sudewo ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas operasi tangkap tangan (OTT) yang digelar, beberapa waktu lalu.
PASCADITANGKAPNYA Bupati Pati Sudewo oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kantor Bupati Pati di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, pada Selasa, (20/1) terpantau lengang.
KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT), terhadap Bupati Pati Sudewo dan jajarannya pada Senin, (19/1). OTT KPK itu disebut dilakukan terkait dengan dugaan jual beli jabatan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved