Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Cuaca Ekstrem Mereda, Banjir Masih Merendam Puluhan Desa di Pati dan Kudus

Akhmad Safuan
25/1/2026 12:30
Cuaca Ekstrem Mereda, Banjir Masih Merendam Puluhan Desa di Pati dan Kudus
Ilustrasi(MI/Akhmad Safuan)

CUACA mulai membaik pada Minggu (25/1), namun banjir masih merendam Kabupaten Pati dan Kudus mengakibatkan warga mengalami kesulitan dan ribuan warga bertahan di puluhan titik lokasi pengungsian.

Pemantauan Media Indonesia Minggu (25/1) hingga saat ini banjir dengan ketinggian 20-120 centimeter masih merendam Kabupaten Pati dan Kudus, ribuan warga kedua daerah tersebut masih bertahan di puluhan lohadi pengungsian karena rumah belum dapat ditempati dan mengganggu aktivitas warga.

Di Kabupaten Pati hingga saat ini masih merendam 60 desa di 7 kecamatan yakni Kecamatan Pati 7 desa, Juwana 23 desa, Kayen 5 desa, Jakenan 8 desa, Sukolilo 3 desa, Dukuhseti 3 desa dan Kecamatan Gabus 11 desa, hingga mengakibatkan 8.998 rumah terendam dengan 10.790 keluarga (29.712 jiwa) terdampak.

"Masih ada  563 keluarga (1.624 jiwa) mengungsi akibat rumah mereka yang belum dapat ditempati katebavterendam banjir diatas 60 centimeter," kata Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Pati Martinus Budi Prasetya.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati Risma Ardhi Chandra di tengah kegiatan jalan sehat dalam rangka HUT Korpri Minggu (25/1) mengatakan meskipun sejumlah desa terendam banjir sudah menurun dari sebelumnya 136 desa di 12 kecamatan, namun banjir masih merendam puluhan desa hingga mengakibatkan pukuhanvribu jiwa terdampak.

"Saya mohon maaf dan minta dukungan srlyruhcwarga Pati untuk segera dapat mengatasi bencana banjir saat ini, banyak warga yang alami kesulitan dan cuaca masih belum membaik," ujar  Risma Ardhi Chandra sambil mengusap air mata.

Sebagai langkah cepat penanganan bencana banjir ini, lanjut  Risma Ardhi Chandra, telah menandatangani perpanjangan surat keputusan status tanggap darurat bencanai Nomor 400.9.10.2/0062 Tahun 2026 mulai 24 Januari 2026 hingga 6 Februari 2026. "Kemarin Sabtu (24/1) sudah saya tandatangan perpanjangan status darurat bencana," Imbuhnya.

Banjir di Kabupaten Kudus hingga Minggu (25/1) juga masih merendam 9 desa di 4 kecamatan yakni Desa Karangrowo, Ngemplak, Tanjungkarang, Jetiskapuan, Jati Wetan, Payaman, Gulang, Bulung Kulon dan Wates dengan ketinggian air bervariasi 20-120 centimeter hingga masih ratusan warga mengungsi.

Menurut Kepala Pelaksanaan Haruan BPBD Kudus, Eko Hari Djatmiko cuaca yakni hujan lebat berkurang, menjadikan jumlah pengungsi bencana banjir sudah menurun dibandingkan sebelumnya yang mencapai  2.000 jiwa lebih dan kini tersisa 742 jiwa tersebar di 4 lokasi pengungsian 

Berdasar data terakhir dikumpulkan, lanjut Eko Hari Djatmiko, ratusan pengungsi masih bertahan di Gedung Muslimat NU Loram Kulon sebanyak 418 jiwa, Balai Desa Gulang 212 jiwa, Pustu Tanjungkarang 11 jiwa dan Balai Desa Karangrowo sejumlah 101 jiwa.

Bupati Kudus Sam'ani Intakoris secara terpisah mengatakan penanganan terhadap banjir terus dilakukan di masa tanggap darurat ini, diharapkan meredanya intensitas hujan secara berangsur-angsur menjadikan banjir semakin menurun, sehingga segera dapat dilakukan perbaikan infrastruktur yang rusak.

"Bantuan logistik terus disalurkan kepada warga terdampak, dapur umum juga masih tetap berjalan karena masih ada ratusan jiwa warga yang mengungsi," kata Sam'ani Intakoris. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya