Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
KERUGIAN ditimbulkan akibat bencana hidrometeorologi di Kabupaten Pati sejak Jumat (9/1) hingga Minggu (18/1) mencapai Rp637,5 miliar, status darurat bencana di daerah ini masih diberlakukan hingga Jumat (23/1) karena potensi cuaca ekstrem masih cukup tinggi.
Pemantauan Media Indonesia Minggu (18/1) hujan ringan-sedang masih mengguyur sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah sejak pagi, ribuan pengungsi masih bertahan di puluhan lokadi pengungsian ku arena rumahnya terendam banjir dengan ketinggian 50-100 centimeter dan tidak dapat ditempati.
Hingga kini banjir di Kabupaten Pati masih merendam 136 desa. Itu tersebar di 12 kecamatan yakni yakni Kecamatan Dukuhseti, Juwana, Pati, Jakenan, Gabus, Wedarijaksa, Sukolilo, Tayu, Margorejo, Margoyoso, Kayen, dan Batangan, bahkan halbini mengakibat kembali kemacetan lalulintas hingga 1 kilometer akibat ruas jalur Pantura Pati-Rembang terendam banjir lagi.
"Sore ini kembali macet panjang, banjir mm rendam jalur Pantura di Juwana-Batanfan sangat tinggi hingga banyak kendaraan mogok dan harus berjalan merambat," ujar Wisnu,40, seorang pengemudi truk angkutan barang dari Semarang tujuan Gresik
Sementara itu Maryamah,60, Warga Desa Bumirejo, Kecamatan Juwana, Pati mengaku bersama ratusan warga lainnya sudah sepekan bertahan di aula balai desa menjadi lokasi pengungsian, karena rumahnya terendam banjir hingga ketinggian mencapai 1 meter dan belum ada tanda-tanda akan surut. "Untuk kebutuhan makan kami diberi dari dapur umum," imbuhnya.
Bupati Pati Sudewo dalam keteranganbta secara terpisah mengatakan akibat bencana hidrometeorologi seperti tanah longsor, banjir dan angin puting beliung melanda Kabupaten Pati ini, kerugianbtang ditimbulkan mencapai Rp637,5 Miliar, karena banyak kerusakan baik rumah warga, infrastruktur hibggavtabfgul sungai.
Berdasarkan penghitungan tang telah dilakukan, ungkap Sudewo, Selana lebih dari sepekan bencana itu mengakibatkan 61.606 warga terdampak, dua korban jiwa (meninggal), 20.194 rumah dan 130 fasilitas umum terendam banjir "Banjir juga merendam 7.355 hektare sawah dengan asumsi kerugian Rp301 miliar," tambahnya.
Selain itu banjir juga mengakibatkan 1.371 hektare tambak terendam, lanjut Sudewo, dengan asumsi kerugian Rp54 miliar, 66 hektare lahan pertanian bawang merah dengan asumsi kerugian Rp4,5 miliar, merusak infrastruktur meliputi jalan rusak dengan asumsi kerugian Rp170 miliar, jembatan Rp16 miliar, tanggul atau talud Rp75 miliar dan bendung Rp17 miliar.
"Jadi total kerugian mencapa Rp637,5 Miliar terdiri dari sektor pertanian atau perikanan adalah Rp359,5 miliar dan kerugian di sektor infrastruktur mencapai Rp278 miliar," kata Sudewo.
Langkah yang dilakukan menghadapi bencana itu, menurut Sudewo, telah mengeluarkan Keputusan Bupati Pati Nomor 400.9.10.2/0041 Tahun 2026 tentang Penetapan Status Tanggap Darurat Bencana Alam Banjir, Banjir Bandang, Tanah Longsor dan Angin Puting Beliung di Kabupaten Pati yang berlaku 10-23 Januari 2026.
Pada kondisi darurat bencana ini, demikian Sudewo, berbagai langkah dilakukan untuk penanganan bencana yang terjadi, dari mulai pengamanan terhadap warga hingga perbaikan infrastruktur secara darurat serta upaya menurunkan ketinggian air dan memperbaiki kawasan yang longsor. (H-2)
Akibat intensitas hujan yang masih tinggi dan belum teratasinya sejumlah tanggul sungai yang jebol serta luapan sungai, banjir di daerah ini kembali meninggi.
Banjir di Pati, Jawa Tengah, yang telah berlangsung selama 8 hari, hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda surut.
Langkah darurat yang segera dilakukan adalah Operasi Modifikasi Cuaca dengan mengerahkan tiga pesawat guna mengurangi intensitas hujan.
POLSEK Juwana bersama Forkopimcam Juwana mendirikan posko dan dapur umum untuk membantu warga terdampak banjir di Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, Jawa Tengah.
PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah terus mengintensifkan langkah penanganan cuaca ekstrem yang berdampak pada banjir dan longsor di sejumlah wilayah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved