Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan wilayah DKI Jakarta akan diguyur hujan hari ini, Jumat (26/11). Warga Jakarta pun diminta untuk tetap waspada dengan perubahan cuaca yang terjadi.
"Waspada hujan disertai kilat/petir dan angin kencang di Jakarta Timur dan Jakarta Selatan pada sore hari," tulis peringatan dini BMKG di laman resminya, Jumat (26/11).
Baca juga: Anies Minta Bertemu Jokowi Soal Lokasi Formula E, Bamsoet: Salahnya Di Mana?
Untuk prakiraan cuaca siang hari nanti, di Jakarta Pusat, Jakarta Timur, dan Jakarta Utara; hujan petir di Jakarta Selatan; hujan sedang di Jakarta Barat; dan berawan di Kepulauan Seribu.
Pada malam hari, hujan ringan di Jakarta Barat, Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu, serta berawan di Jakarta Pusat, Jakarta Selatan dan Jakarta Timur. Sedangkan pada dini hari seluruh wilayah DKI Jakarta diprediksi berawan.
Adapun untuk rata-rata suhu udara hari ini di Jakarta, antara 24-32 derajat celcius dengan kelembapan udara mencapai 60-95%. (H-3)
Berdasarkan analisis, kata dia, dinamika atmosfer tersebut berpotensi meningkatkan intensitas curah hujan di sebagian besar wilayah Bali selama periode prakiraan itu.
Kondisi ini dipicu oleh penguatan Monsun Asia dan adanya sistem tekanan rendah di selatan Nusa Tenggara Barat yang membentuk pola konvergensi atau pertemuan angin.
Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Barat, serta sebagian Papua Barat diperkirakan masih akan mengalami cuaca basah dengan hujan sedang hingga lebat di beberapa wilayah.
Status tersebut, lanjut Andi, menjadi dasar bagi seluruh pihak untuk tetap meningkatkan kewaspadaan menghadapi dinamika cuaca yang masih berpotensi ekstrem.
Angin kencang yang bertiup saat ini kecepatan naik dua kali lipat dibandingkan kondisi normal. Jika memaksakan diri untuk melaut bisa mengancam keselamatan mereka.
Berdasarkan data terbaru BMKG, status Siaga ini mencakup wilayah NTB, NTT, Jawa Timur, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Barat.
Bapenda telah menelusuri faktor penyebab anjloknya penerimaan BPHTB.
BMKG mengimbau kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat dan cuaca ekstrem di sejumlah wilayah hingga akhir Januari 2026.
, pembukaan rute-rute baru tersebut menjadi langkah lanjutan untuk mengoptimalkan konektivitas transportasi publik yang saat ini telah mencapai 92%.
Efektivitas OMC telah teruji pada saat puncak hujan akhir pekan lalu.
Pendekatan represif dan pengamanan tidak lagi memadai mulai menjadi arus utama dalam kebijakan daerah.
Pelaksanaan OMC dilakukan secara terukur dengan merujuk pada data prakiraan cuaca terbaru.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved