Rabu 04 Agustus 2021, 15:53 WIB

PPATK Sudah Curiga Sejak Awal Profil Keluarga Akidi Tio

Hilda Julaika | Nusantara
PPATK Sudah Curiga Sejak Awal Profil Keluarga Akidi Tio

MI/Dwi Apriani
Cerita Keluarga Akidi Tio, Pemberi Rp2 Triliun untuk Penanganan Covid-19 di Sumsel.

 

PUSAT Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menyatakan akan menyerahkan laporan hasil analisis terkait dengan donasi Rp2 triliun dari keluarga Akidi Tio ke Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo. Sejak awal PPATK memberikan perhatian kepada donasi tersebut karena profil penyumbang tidak sesuai dengan jumlah yang disumbangkan.

"Hanya akan diserahkan ke Kapolri dan Kapolda Sumatera Selatan, itu sudah sesuai aturan hukumnya," kata Kepala PPATK Dian Ediana Rae saat dikonfirmasi di Jakarta, hari ini.

Hingga saat ini, pengumpulan data masih terus dilakukan. "Ada beberapa informasih yang masih ditunggu dan harus diklarifikasi," tambah Dian.

Dian menyebutkan sejak awal PPATK memberikan perhatian kepada donasi tersebut karena profil penyumbang tidak sesuai dengan jumlah yang disumbangkan.

"Juga karena keterlibatan pejabat publik yang menerima yaitu Kapolda Sumsel. Keterlibatan pejabat publik seperti ini memerlukan perhatian PPATK agar tidak mengganggu nama baik yang bersangkutan dan institusi kepolisian," tambah Dian.

Baca juga: PPATK Segera Serahkan Analisis Dana Hibah Bodong Rp2 Triliun ke Polisi

Menurut Dian, sejauh ini PPATK sudah melakukan analisis dan pemeriksaan dan menyimpulkan uang yang disebut dalam bilyet giro itu tidak ada.

Seperti diketahui, pada 26 Juli 2021, almarhum Akidi Tio melalui anak perempuannya yaitu Heryanti Tio dan dokter keluarga Hardi Darmawan menyerahkan bantuan secara simbolis sebesar Rp2 triliun kepada Kapolda Sumsel Inspektur Jenderal Pol Eko Indra Heri.

Hibah itu disebut diberikan untuk membantu korban COVID-19 di Sumsel. Irjen Eko pun mengaku Akidi Tio adalah keluarga yang ia kenal saat bertugas di Aceh.

Namun pada Senin (2/8) Heryanti Tio diperiksa oleh Polda Sumsel karena saat petugas Polda Sumsel hendak melakukan pencairan dana melalui bilyet giro, didapati uang dalam bilyet giro tersebut kurang dari Rp2 triliun.

Supaya bisa melakukan pemeriksaan lebih mendalam, Polda Sumsel pun mengirimkan surat kepada otoritas bank Mandiri sebagai bank mengeluarkan bilyet giro itu karena bank tidak dapat memberitahukan informasi pemilik rekening berdasarkan Undang-Undang Perbankan.

Heryanti seharusnya kembali diperiksa pada Selasa (3/8) namun ia mengalami sesak nafas sehingga pemeriksaan belum dapat dilakukan lagi.

Akidi Tio diketahui adalah pengusaha konstruksi asal Kota Langsa, Kabupaten Aceh Timur. Ia meninggal dunia pada 2009 dan dimakamkan di Palembang.(Ant/OL-4)

Baca Juga

Antara

Angin Kencang Terjang Sinjai, Tiga Rumah Rusak Berat

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Kamis 21 Oktober 2021, 08:16 WIB
SETIDAKNYA tiga rumah dilaporkan mengalami rusak berat dan satu rumah rusak ringan pasca diterjang angin kencang, di...
MI/Supardji Rasban

Libur Maulid Nabi Pantai Alam Indah Tegal Dipadati Pengunjung

👤Supardji Rasban 🕔Kamis 21 Oktober 2021, 07:20 WIB
OBYEK Wisata Pantai Alam Indah di Tegal dipadati pengunjung saar liburan Maulid Nabi Muhammad SAW...
MI/Denny S

Jokowi Hari ini Dijadwalkan Resmikan Jembatan Sei Alalak

👤Denny S Ainan 🕔Kamis 21 Oktober 2021, 06:55 WIB
PRESIDEN RI Joko Widodo dijadwalkan, Kamis (21/10) akan meresmikan jembatan lengkung Sungai Alalak,...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Menolakkan Ancaman Kemiskinan Ekstrem

Pemerintah perlu memastikan seluruh program penanggulangan kemiskinan ekstrem diterima rumah tangga miskin ekstrem yang ada di wilayah prioritas.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya