Headline
Istana minta Polri jaga situasi kondusif.
PERUSAHAAN pengembang properti PT DMS Propertindo Tbk (KOTA) optimistis sektor properti akan segera bangkit setelah angka penularan Covid-19 mereda. Hal itu ditandai dengan pelonggaran Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) oleh pemerintah pada awal Agustus.
Mohamad Prapanca, CEO DMS Propertindo, mengatakan setelah PPKM Level 3 dan Level 4 dilonggarkan, perusahaan segera memulai renovasi Indies Heritage Hotel di Daerah Istimewa Yogyakarta pada awal bulan ini. Renovasi tersebut akan segera melengkapi fasilitas hotel yang berlokasi di Jalan Prawirotaman tersebut.
Baca juga: Pemkot Yogyakarta Siapkan Relaksasi bagi Pedagang Pasar ...
“Kami akan melakukan pengembangan dari sisi fasilitas entertainment, yaitu di rooftop. Pengerjaannya akan memakan waktu sekitar 3 bulan, sehingga pada akhir tahun dapat menjadikan fasilitas hotel itu salah satu tujuan wisata kuliner di Kota Gudeg,” ujar Mohamad Prapanca dalam rilisnya, Senin (2/8).
Dia mengatakan renovasi tersebut akan membuat lantai teratas hotel tersebut memiliki ruangan terbuka (outdoor) yang memungkinkan pengunjung dapat menikmati pemandangan kota dan alam yang menjadi latar belakang Yogyakarta, sekaligus instagrammable.
Fasilitas lain yang akan melengkapi rooftop dari hotel tersebut adalah panggung yang dapat menjadi ajang kreativitas pemusik dan pegiat budaya lokal sekaligus menyajikan hiburan bagi pengunjung.
Indies Heritage Hotel adalah salah satu hotel yang dikelola oleh DMS Propertindo dan menjadi sayap bisnis layanan hospitality atau perhotelan. Dua hotel lain yang menjadi portofolio perusahaan adalah ZEST Hotel di Yogyakarta juga dan FABU Hotel di Bandung.
Perseroan juga baru mengikutsertakan FABU Hotel dalam program kerja sama fasilitas isolasi mandiri antara Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Barat dan pemerintah dalam melawan Covid-19 sejak 3 pekan terakhir.
Saat ini perusahaan juga menjadi pengembang Accola Park dan Apartemen Accola Residence di Serpong serta Accola Garden Samarinda yang berlokasi tidak jauh Ibu Kota Negara (IKN) yang baru. (RO/A-1)
Dana Keistimewaan DIY 2026 akan dipangkas lebih dari 50% hingga menjadi Rp500 miliar Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menegaskan, berat jika harus melakukan lobi-lobi
PEMERINTAH pusat merencanakan pengurangan Dana Keistimewaan (Danais) bagi DIY, sebesar 50%, Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto mengatakan pemda perlu mencari sumber dana lain
KASUS Leptospirosis di Kota Yogyakarta dilaporkan meningkat signifikan meski musim hujan telah berakhir. Diduga, peningkatan kasus tersebut berkaitan dengan persoalan sampah.
Merayakan Hari Kemerdekaan. Indonesia bisa dengan mendatangi beragam tempat bersejarah dan sarat makna budaya.
Landasan hukum untuk menindak tegas fenomena ini sudah ada, yaitu Instruksi Gubernur DIY Nomor 5 Tahun 2024 tentang Optimalisasi Pengendalian dan Pengawasan Minuman Beralkohol.
Duta Besar Australia untuk Indonesia Rod Brazier berkunjung ke Yogyakarta, Magelang, dan Semarang di Jawa Tengah pada 11-13 Agustus 2025.
Mau mulai investasi propert? Sapatkan solusi KPR BRI bunga bersaing dan promo eksklusif di BRI Consumer Expo 2025 Jakarta, 29–31 Agustus, Jakarta International Convention Center (JICC) Hall A.
Penghargaan ini sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi serta kontribusi nyata terhadap pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
PASAR modal sedang mencermati fenomena backdoor listing, yakni proses masuknya entitas baru melalui akuisisi perusahaan tercatat tanpa IPO.
MENJAWAB tren interior bergaya kontemporer dan heritage, Idemu memperkenalkan Amarta, koleksi interior yang terinspirasi kekayaan tradisional dan budaya lokal.
Hal lain yang menurutnya menjadi pertimbangan masyarakat dalam negeri membeli properti adalah pemberian kebebasan dari pengembang.
Fahri memastikan dana yang pembangunan 1 juta unit tersebut ada dan banyak karena ada unsur bisnis bahkan saat mendaftar dan mengantre sehingga pola keuangannya akan sangat banyak.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved