Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
POLDA Riau menyatakan pihaknya tengah memburu perekam video CCTV yang memperlihatkan aksi pemukulan perwira berpangkat Kompol, RW kepada petugas jaga Bripda FZ. Aksi pemukulan itu kini viral di media sosial.
Alasan polisi memburu perekam video tersebut, karenaa rekaman video yang terjadi pekan silam itu diambil secara ilegal dan merupakan suatu pelanggaran. Sementara aksi pemukulan perwira terhadap petugas jaga tersebut belum jelas penanganannya.
"Akses ilegal yang dilakukan dengan merekam video dari CCTV milik Polda Riau merupakan pelanggaran serta perbuatan melawan hukum," dalih Kabid Humas Polda Riau Kombes Sunarto, Selasa (22/6).
Saat ini, kata Sunarto, pihaknya tengah berfokus untuk mengusut penyebaran video tersebut karena dinilai merupakan perbuatan melawan hukum.
Sunarto menilai penyebaran dan pengambilan video tak dapat dilakukan secara bebas. Apalagi terdapat aturan hukum yang dapat dipergunakan untuk menjerat pelaku.
"(Ini jelas) Perbuatan melawan hukum, tidak bisa (penyebaran video) dilakukan secara bebas. Ini melanggar UU ITE," ujarnya.
Sunarto pun mengatakan bahwa peristiwa pemukulan itu sendiri sudah ditangani secara internal oleh Polda Riau.
"Jadi bagi anggota Polda Riau yang tidak bisa dan mampu memberikan pelayanan dengan secara baik, tentu ada sanksi menanti mereka," pungkasnya.
Sebelumnya, terdapat sejumlah video yang viral memperlihatkan Kompol RW turun dari mobil dinas yang ditumpanginya di depan pos jaga Mapolda Riau. Di dalam video tersebut terlihat Bripda FZ yang tengah berjaga.
Tanpa tedeng aling-aling, Kompol RW meninju Bripda FZ dengan tangan kanannya hingga korban sempoyongan dan terjatuh. Hingga kini, belum diketahui pasti alasan Kompol RW meninju rekannya sesama anggota polisi. (OL-13)
Baca Juga: Klaster Perkantoran Picu Kasus Covid-19 di Sikka Naik Drastis
Candi Muara Takus merupakan salah satu situs cagar budaya paling signifikan di Sumatra dengan nilai sejarah dan arkeologis yang sangat tinggi.
HARIMAU Sumatra (Panthera Tigris Sumatrae) berusia remaja menuju dewasa dilaporkan muncul di sekitar pemukiman penduduk di RT.14/RW.14 Desa Benteng Hulu, Siak, Riau.
Seekor gajah jantan dewasa berusia sekitar 40 tahun ditemukan mati mengenaskan dengan kondisi kepala terpotong di area konsesi PT Riau Andalan Pulp and Paper (PT RAPP), Pelalawan, Riau.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan tidak akan memberi toleransi kepada pelaku pembunuhan gajah yang ditemukan mati dalam kondisi dimutilasi.
Gakkum Kehutanan memeriksa PT RAPP terkait kematian Gajah Sumatera di Riau. Investigasi fokus pada pemenuhan kewajiban perlindungan satwa di areal konsesi.
JARINGAN Kerja Penyelamat Hutan Riau (Jikalahari) mengecam keras atas pembantaian seekor Gajah Sumatra (Elephas maximus sumatranus) di areal konsesi.
Polda Sumut mengerahkan sedikitnya 11.417 personel gabungan dari unsur Polri, TNI, dan instansi terkait.
kultur kekerasan yang masih melekat dalam tubuh Kepolisian menunjukkan bahwa reformasi kepolisian pasca-pemisahan dari ABRI belum berjalan tuntas.
Dari 58 kantong jenazah yang diterima RS Bhayangkara sejak 27 November 2025, 33 jenazah telah teridentifikasi melalui data primer dan sekunder serta sudah diserahkan kepada keluarga.
Polda Jabar juga menyediakan 128 personel dari satuan SAR Brimob yang meliputi unit SAR, K9, serta pengemudi kendaraan rescue.
Polisi bertindak setelah menerima informasi dari masyarakat bahwa JM hendak membawa sabu menuju Kecamatan Pagimana, Kabupaten Banggai, Sulteng, menggunakan jasa rental angkutan.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meminta warga tetap menjaga situasi kondusif dan tidak terprovokasi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved