Jumat 21 Mei 2021, 11:15 WIB

Kabiro Pengadaan Barang dan Jasa Sulsel Dinonaktifkan Ini Sebabnya

Lina Herlina | Nusantara
Kabiro Pengadaan Barang dan Jasa Sulsel Dinonaktifkan Ini Sebabnya

MI/Lina Herlina
(Plt) Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman menonaktifkan Kepala Biro Pengadaan Barnga dan Jasa Sulsel, Sari Pudjiastuti.

 

PELAKSANA Tugas (Plt) Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menonaktifkan Kepala Biro Pengadaan Barnga dan Jasa Sulsel, Sari Pudjiastuti, setelah menjalani sidang kode etik. Hasilnya menyatakan yang bersangkutan melanggar disiplin kepegawaian.

Hal itu diungkakkan Plt Inspektorat Provinsi Sulsel Sulkaf S Latief. Dijelaskan Latief, Sari sudah menjalani sidang kode etik Kamis (20/5), dan Jumat (21/5) ini sidang kode etik lagi untuk dua orang lainnya, yaitu Syamsuriadi dan Yusril Mallombassang.

"Hasilnya Sari terbukti melanggar dan mengakui mengambil uang atau menerima suap dari sejumlah kontraktor proyek di Pemprov Sulsel, dan sudah melakukan pengembalian dana sebanyak Rp410 juta ke rekening KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi)," ungkap Sulkaf, Jumat (21/5).

Hanya saja lanjutnya, untuk sanksinya, masih menunggu pemeriksaan lebih lanjut. Apakah dijatuhi sanksi ringan, sedang atau berat? "Jika sanksi ringan bisa berupa teguran atau pemotongan gaji. Untuk sanksi sedang penurunan pangkat, dan sanksi berat adalah pemecatan dengan tidak hormat," lanjut Sulkaf.

Sidang etik digelar lantaran nama Sari Pudjiastuti, disebut oleh Jaksa dalam pembacaan dakwaan sidang perdana Agung Sucipto, terdakwa kasus dugaan suap proyek yang melibatkan Gubernur Sulsel nonaktif, Nurdin Abdullah.

Dalam Sistem informasi penelusuran perkara (SIPP) Pengadilan Negeri Makassar, diketahui Sari melakukan pengembalian dana tiga kali, yaitu 15 Maret 2021 besaran Rp160 juta. 16 Maret Rp65 juta, dan 6 April Rp2,5 juta.

Selain Sari, ada juga anggota Pokja Pengadaan Barang dan Jasa dua orang yang juga tercatat melakukan pengembalian dana, yaitu Syamsuriadi, sebesar Rp35 juta pada 15 Maret. Dan Yusril Mallombassang menyetor uang Rp160 dan Rp35 juta pada 15 Maret 2021.

Hal itu pun akhirnya diakui Sari, hanya saja dia irit bicara. "Saya sudah lakukan pengembalian uang atas perintah dari KPK setelah diperiksa sebagai saksi di Polda Sulsel," singkatnya. (OL-13)

Baca Juga

Antara

51.606 Anak Jadi Sasaran Vaksinasi di Aceh Timur

👤Ant 🕔Senin 17 Januari 2022, 23:46 WIB
Pemkab Aceh Timur menargetkan seribu anak yang ikut vaksinasi setiap...
MI/BAYU ANGGORO

Pemprov Jawa Barat Promosikan Kemandirian Pesantren Lewat Film Televisi

👤Bayu Anggoro 🕔Senin 17 Januari 2022, 23:35 WIB
Lokasi pengambilan gambar FTV ini dipilih di Pondok Pesantren Al Ittifaq, Ciwidey, di Kabupaten Bandung, sebuah pesantren yang mandiri,...
Antara

Polisi Bongkar Praktik Tes Covid-19 Palsu di Makassar

👤Ant 🕔Senin 17 Januari 2022, 23:33 WIB
Biaya yang dipatok untuk tes PCR antara Rp700 ribu hingga Rp900...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya