Kamis 06 Mei 2021, 23:29 WIB

Kedapatan Ngumpet Di Gulungan Kain Pemudik Disuruh Balik

Adi Kristiadi | Nusantara
Kedapatan Ngumpet Di Gulungan Kain Pemudik Disuruh Balik

MI/Adi Kristiadi
Petugas di Pos Gentong, Tasikmalaya meminta pemudik yang tidak melengkapi persyaratan mudik putar balik, Kamis (6/5)

 

PETUGAS penyekatan di Pos Gentong, Tasikmalaya, Jawa Barat mendapati pemudik nekat bersembunyi di dalam mobil box yang membawa gulungan kain. Petugas yang curiga melihat kain bergerak-gerak akhirnya membuka gulungan kain ternyata ada manusianya.  

"Para pemudik mulai melakukan berbagai cara supaya bisa melintasi pos penyekatan yang dijaga oleh aparat gabungan dari TNI, Polisi, BPBD, Dishub dan Brimob. Kami menemukan pria dan motor disembunyikan di dalam kain dalam mobil box. Karena, mereka tidak memiliki surat bebas Covid-19 berupa swab antigen dan swab PCR kita suruh balik," ujar Perwira Pengendali Pos Gentong, Tasikmalaya Kompol Gunarto, Kamis malam (6/5)

Diketahui, pria tersebut mencoba mengakali petugas supaya bisa mudik dari Bandung ke Majenang, Cilacap, Jawa Tengah. Pemudik ini berada di dalam gulungan kain, mungkin karena panas dan pengap di dalam mobil box, dia bergerak-gerak.

"Salah seorang petugas Pos Gentong, curiga adanya gerakan pada tumpukan kain dan saat diperiksa ternyata orang bersembunyi dalam gulungan kain. Kami juga meminta keterangan pria tersebut mengaku pemudik, akan pulang ke Majenang, Kabupaten Cilacap, Jateng," jelas Kompol GUnarto.

Di hari pertama larangan mudik ini, di Pos Gentong tercatat ada 308 unit mobil prbadi, motor 229 unit, travel, truk dan bus 18 unit diminta putar balik ke arah Bandung.

Jalur lintas selatan melalui Gentong sendiri merupakan jalur alternatif Selatan Jawa dari arah Jakarta, Bandung, Garut, Tasikmalaya menuju Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur dan Bali. Selama ini, jalur Gentong menjadi titik langganan kemacetan terparah seperti di tahun-tahun sebelumnya. (OL-13)

Baca Juga: 129 Pengendara yang Lewat Puncak Bogor Diminta Putar Balik

 

Baca Juga

MI/Ramdani

Akibat Pandemi, Pengusaha Travel di Temanggung Jual Aset

👤Tosiani 🕔Rabu 23 Juni 2021, 12:11 WIB
Abeng, salah seorang pengusaha travel, mengatakan terpaksa menjual lima unit kendaraan yang merupakan aset perusahaan. Hal itu ia lakukan...
Ant/Fikri Yusuf

Pramana Bantah WFB Picu Lonjakan Kasus Covid-19 di Bali

👤Arnoldus Dhae 🕔Rabu 23 Juni 2021, 11:55 WIB
PEMERINTAH Provinsi Bali membantah kebijakan Work From Bali (WFB) sebagai pemicu lonjakan kasus Covid-19 di...
MI/Dwi Apriani

Pengerjaan Tol Palembang-Betung Dikebut

👤Dwi Apriani 🕔Rabu 23 Juni 2021, 11:47 WIB
"Di tol Palembang-Betung ada tiga exit tol Sungai Rengas, Pangkalan Balai dan Betung. Untuk Sungai Rengas mudah-mudahan sudah...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Kereta Api Makassar-Parepare Membangun Ekonomi dan Peradaban

Belanda pernah membuat jalur kereta api Makassar-Takalar, namun sejak Jepang berkuasa jalur itu dibongkar. Dan baru era sekarang, Sulawesi Selatan kembali memiliki jalur  kereta api

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya