Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
MUDIK lebaran sering kali menjadi pengeluaran terbesar keluarga Indonesia dalam setahun. Fenomena "kantong kering" setelah kembali dari kampung halaman biasanya disebabkan oleh pengelolaan Tunjangan Hari Raya (THR) yang tidak terukur. Di tahun 2026, dengan fluktuasi harga energi dan biaya tol, perencanaan keuangan yang presisi menjadi syarat mutlak agar silaturahmi tetap berjalan tanpa mengorbankan stabilitas finansial jangka panjang.
Agar dana THR Anda tidak sekadar "numpang lewat", berikut adalah strategi komprehensif mengatur anggaran mudik yang efektif dan efisien.
Jangan gunakan 100% THR hanya untuk mudik. Terapkan rumus alokasi berikut:
Jika menggunakan mobil pribadi, lakukan audit biaya secara detail. Hitung estimasi tarif tol menggunakan aplikasi navigasi terbaru dan tambahkan 15% dari estimasi konsumsi BBM sebagai cadangan akibat kemacetan.
Untuk penghematan maksimal, pertimbangkan strategi carpooling (berbagi kendaraan) dengan kerabat yang memiliki rute searah guna membagi biaya bensin dan tol. Jika menggunakan transportasi umum, memesan tiket 2-3 bulan sebelumnya (early bird) tetap menjadi cara terbaik mendapatkan harga terendah.
Salah satu kebocoran dana terbesar saat mudik adalah jajan di rest area yang harganya cenderung lebih tinggi.
Gunakan fitur "Kantong" atau "Pocket" pada aplikasi Bank Digital Anda. Pisahkan dana mudik dari rekening utama. Cara ini efektif untuk mencegah impulsive buying saat melihat diskon di pusat oleh-oleh atau mal saat di kampung halaman. Batasi saldo di dompet digital (e-wallet) sesuai dengan anggaran harian yang sudah ditetapkan.
Selalu siapkan dana tunai (cash) di luar anggaran utama untuk kondisi darurat, seperti ban pecah, perbaikan mesin mendadak, atau biaya kesehatan tak terduga. Pastikan jumlahnya minimal 10% dari total anggaran mudik Anda.
Berapa idealnya anggaran untuk amplop lebaran?
Sesuaikan dengan kemampuan, bukan gengsi. Alokasikan maksimal 15-20% dari total THR agar tidak mengganggu biaya operasional perjalanan.
Bagaimana cara hemat bensin saat macet mudik?
Pastikan tekanan ban optimal, matikan mesin jika berhenti total lebih dari 3 menit, dan jaga kecepatan konstan saat jalanan lancar untuk efisiensi bahan bakar.
(P-4)
Hingga H+6 Lebaran, tercatat sebanyak 2.561.629 pemudik telah kembali masuk ke wilayah Jakarta.
Kapolri menyebut puncak arus balik Lebaran 2026 telah terlewati. Tersisa 13% atau sekitar 385 ribu kendaraan yang belum kembali ke Jakarta. Simak detail datanya di sini.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyebut angka kecelakaan mudik 2026 turun 7,8% meskipun jumlah pemudik melonjak 20%. Simak data lengkap fatalitas dan pantauan arus balik di sini.
KPK mengungkap masih adanya penyalahgunaan kendaraan dinas untuk mudik Lebaran 2026. Kepala daerah diminta segera evaluasi penggunaan fasilitas negara.
Anggota Komisi III DPR Gus Falah Amru apresiasi penurunan angka kecelakaan Mudik 2026, namun ingatkan Polri agar terus berinovasi dan jangan cepat berpuas diri.
Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho pastikan arus Tol Cipali lancar usai skema one way. Simak evaluasi terkini terkait kemungkinan perpanjangan rekayasa lalin besok.
Dinkes Kota Tangerang mengimbau pemudik untuk istirahat setiap 4 jam guna menjaga keselamatan. Simak tips mudik sehat dan layanan cek kesehatan gratis di sini.
Jangan sampai makan sembarangan, dan jangan pula konsumsi makanan dan minuman dari orang yang tidak dikenal.
Ingin mudik aman tanpa drama? Simak panduan lengkap manajemen stres dan kenyamanan kabin khusus untuk perjalanan bersama anak-anak dan lansia di sini
Persiapkan mudik Lebaran 2026 dengan matang. Simak imbauan pakar keselamatan JDDC soal waktu tempuh, manajemen lelah, hingga risiko muatan berlebih bagi kendaraan pribadi.
Ingin mudik tenang? Simak 6 tips aman meninggalkan motor listrik di rumah, mulai dari aturan MCB hingga level baterai ideal agar kendaraan tetap awet dan aman.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved