Jumat 23 April 2021, 09:30 WIB

Julie Laiskodat Klaim UPPO Atasi Kelangkaan Pupuk

Gabriel Langga | Nusantara
Julie Laiskodat Klaim UPPO Atasi Kelangkaan Pupuk

MI/Gabriel Langga
Anggota DPR RI dari Fraksi NasDem Julie Sutrisno Laiskodat menyerahkan bantuan UPPO kepada kelompok Tani di Flotim.

 

ANGGOTA DPR RI dari Fraksi NasDem Julie Sutrisno Laiskodat menyebut bantuan Unit Pengolah Pupuk Organik (UPPO) dari Kementerian Pertanian (Kementan) membantu mengatasi kelangkaan pupuk subsidi. UPPO juga merupakan upaya pemerintah mendukung petani dalam menyediakan pupuk organik secara mandiri.

"Setiap tahun, di seluruh Indonesia, termasuk di NTT, petani ribut soal pupuk subsidi. Ribut soal kelangkaan pupuk. Bantuan UPPO dari Kementan ini untuk mengatasi kelangkaan pupuk. Petani kita tidak boleh terus menerus bergantung dengan pupuk kimia. Petani kita bisa mandiri dalam melakukan pengelolaan pupuk dengan mengembangkan pupuk organik," ujar Julie saat menyerahkan bantuan UPPO kepada kelompok Tani Seni Tawa Wolo Ono di Desa Baluk Hering, Kecamatan Lewolema, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, Kamis (22/4).

Bagi Julie, yang juga Ketua PKK NTT, bantuan UPPO ini diharapkan membantu petani menghasilkan pupuk organik tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri tapi juga bisa dipasarkan ke desa-desa sekitar agar dapat meningkatkan kesejahteraan petani itu sendiri.

Baca juga: 1,73 Juta Pelaku Usaha Mikro di Jawa Barat Terima BPUM 2021

Dia menjelaskan lagi bantuan UPPO ini terdiri dari bangunan rumah kompos, bangunan bak fermentasi, Alat Pengolah Pupuk Organik (APPO), kendaraan roda 3, bangunan kandang ternak komunal, dan ternak sapi yang diberikan kepada satu kelompok petani ada delapan ekor.

Untuk itu, Anggota DPR RI Komisi IV itu pun menyarankan bagi penerima program UPPO dari Kementan ini agar membuat home industri pupuk organik untuk mencukupi kebutuhan pupuk para petani yang ada di lingkungan mereka.

"Kan diberikan bantuan delapan ekor sapi. Berapa banyak yang kita bisa olah menjadi pupuk organik dari kotoran sapi itu? Kalau sapi delapan ekor itu beranak, maka kita sudah punya 16 ekor sapi. Tentunya ke depannya, jika produksi pupuk organik melebihi kebutuhan kelompok, kita dapat menjualnya ke pasaran, sehingga mampu meningkatkan pendapatan petani itu sendiri, " ujar dia.

Julie meyakini, jika Kelompok Tani melalui home industri bisa memproduksi pupuk organik sendiri, pemerintah tidak perlu menyediakan pupuk subsidi lagi karena petani kita sudah bisa mandiri.

"Saya bermimpi suatu saat Nusa Tenggara Timur ini tidak mengandalkan lagi pupuk bersubsidi. Kita harus mandiri membuat pupuk organik ini melalui home industri organik " ungkap dia. (OL-1)

Baca Juga

MI/Denny Susanto

Pemrov Kalsel Klaim Penyebaran Covid-19 Melandai

👤Denny S Ainan 🕔Minggu 19 September 2021, 08:30 WIB
JIKA melihat dari penambahan kasus maka pandemi covid-19 di Kalsel bisa dibilang mulai...
DOK PEMPROV JAWA TENGAH

Sedang Antre Sembako, Rofik Malah Dapat Peci dari Wagub Taj Yasin Maimoen

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 19 September 2021, 08:12 WIB
Rofik awalnya hanya duduk sembari menunggu bantuan sembako yang akan dia terima dari NBRS Corp dan Blue Helmet...
dok.mi

Kesembuhan dan Penambahan Kasus Covid-19 Sleman Tertinggi di DIY

👤Agus Utantoro 🕔Minggu 19 September 2021, 08:05 WIB
KABUPATEN Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu (18/9) mencatatkan angka kesembuhan dan  penambahan kasus Covid-19 tertinggi di...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

AS, Inggris, dan Australia Umumkan Pakta Pertahanan Baru

 Aliansi baru dari tiga kekuatan tersebut tampaknya berusaha untuk melawan Tiongkok dan melawan kekuatan militernya di Indo-Pasifik.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya