Headline

Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.

Pasokan Terlambat, Petani di Brebes Beli Pupuk Antre Beberapa Hari

Supardji Rasban
14/1/2026 09:48
Pasokan Terlambat, Petani di Brebes Beli Pupuk Antre Beberapa Hari
Ilustrasi(MI/SUPARDJI RASBAN)

PARA petani di kawasan Pantura Brebes, Jawa Tengah, sudah lebih sepekan, harus antre beberapa hari untuk mendapatkan pupuk bersubsidi. Hampir seiap hari, terjadi antrean panjang petani yang hendak membeli pupuk bersubsidi.

Seperti yang terjadi di sebuah kios atau toko pengecer pupuk Tani Brebes, di pinggir jalan Pantura Utama  ruas Desa Kluwut, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes.

Sudah lebih dari sepekan, para petani ini, harus mengantre untuk membeli atau mendapatkan pupuk bersubsidi. Bahkan petani harus datang tidak hanya satu hari, tapi beberapa hari baru terlayani.

Seorang petani asal Desa Pakijangan, Afandi, 63, menuturkan jika dirinya sudah dua hari mendatangi toko pengecer pupuk Brebes Tan ini, dan belum juga mendapatkan pupuk. “Saya membutuhkan empat atau lima kantong pupuk bersubsidi, yang setiap kantongnya berisi 50 kg pupuk,” ujar Afandi,  ditemui sedang mengantre untuk membeli pupuk di toko Tani Brebes, pada Rabu (14/1/2026).

Afandi menyebut dirinya membutuhkan pupuk untuk memupuk tanaman padinya yang sudah berumur setengah bulan. “Umur setengah bulan itu tanaman padi  harus sudah mulai dipupuk, “jelas Afandi. 

Pihak toko pupuk Tani Brebes, Agus Yuwa, membenarkan jika pihaknya merasa kewalahan melayani para petani yang hendak membeli pupuk  di kiosnya. Petani tidak bisa langsung mendapatkan pupuk, tapi harus mengantre dulu beberapa hari.

“Kebutuhan pupuk petani mencapai sekitar 50 ton per hari, sementara pengiriman yang masuk ke kios sangat terbatas. Dalam sehari hanya ada tiga kali pengiriman. Satu armada kapasitasnya 8 ton, jadi total cuma 24 ton per hari, jadi tidak sebanding,” ujar Agus.

Agus menyebut, keterbatasan armada membuat petani yang baru membayar tidak bisa langsung mendapatkan pupuk.  Pihaknya sudah meminta pihak distributor untuk menambah armada pengangkut truk.

“Antrean petani yang hendak mebeli pupuk bersubsidi bukan karena pasokan yang berkurang, tapi  akibat keterlambatan distribusi pupuk dari distributor ke kios, karena keterbatasan armada,” tegas Agus.

Petani berharap pemerintah turun tangan untuk membantu kelancara distribusi pupuk dari distributor ke kios-kios pengecer. (JI)

Cption: Para petani yang mengantrehendak membeli pupuk bersubsidi di toko pengecer pupuk “Brebes Tani” di kawasan jalan Pantura Ruas Desa Kuluwut, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya