Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

40 Ribu Ton Tangki Asam Sulfat Dibangun untuk Perkuat Produksi Pupuk NPK

Ihfa Firdausya
19/1/2026 13:10
40 Ribu Ton Tangki Asam Sulfat Dibangun untuk Perkuat Produksi Pupuk NPK
Groundbreaking pembangunan pabrik asam sulfat milik Petrokimia Gresik.(Petrokimia Gresik)

PT Petrokimia Gresik memulai proyek pembangunan tangki asam sulfat berkapasitas total 40.000 ton. Proyek ini ditujukan untuk memperkuat pasokan bahan baku pupuk NPK nasional sekaligus menopang keberlanjutan produksi pupuk dalam negeri.

Pembangunan tangki asam sulfat tersebut diawali dengan prosesi ground breaking yang dilakukan oleh Wakil Kepala Badan Pengaturan BUMN Aminuddin Ma’ruf bersama Direktur Utama Petrokimia Gresik Daconi Khotob, Kamis (15/1/2026).

Wakil Kepala Badan Pengaturan BUMN, Aminuddin Ma'ruf, menegaskan bahwa swasembada pangan nasional merupakan salah satu fokus utama Presiden Prabowo Subianto sebagaimana tertuang dalam Asta Cita. Ia mengapresiasi kinerja Pupuk Indonesia dan Petrokimia Gresik yang dinilai berperan penting dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

“Proyek pembangunan tangki asam sulfat ini pada akhirnya mendukung Asta Cita Presiden Prabowo terkait ketahanan pangan. Di tengah dinamika geopolitik global, ketahanan pangan nasional harus dibangun secara mandiri,” ujar Aminuddin.

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, menjelaskan bahwa asam sulfat merupakan bahan baku utama dalam produksi pupuk majemuk NPK. Keberadaan tangki baru ini akan menjadi infrastruktur strategis untuk menjamin kesinambungan produksi di masa depan.

“Dengan pembangunan tangki asam sulfat ini, Petrokimia Gresik semakin memperkuat pasokan bahan baku pupuk NPK nasional. Hal ini akan meningkatkan kontribusi perusahaan dalam mewujudkan swasembada pangan nasional yang berkelanjutan melalui penyediaan pupuk berkualitas bagi pertanian Indonesia,” jelas Daconi.

Sebagai pionir pupuk majemuk di Indonesia sejak tahun 2000, Petrokimia Gresik dikenal sebagai rujukan teknologi pupuk NPK nasional. Dengan kapasitas produksi pupuk NPK mencapai 2,7 juta ton per tahun, perusahaan ini menjadi produsen pupuk majemuk terbesar di Tanah Air.

“Keberadaan tangki asam sulfat ini akan mendukung peningkatan kapasitas produksi pupuk NPK, sehingga ketersediaan pupuk di dalam negeri dapat terus terjaga,” imbuhnya.

Target Beroperasi 2027

Tangki asam sulfat dibangun di kawasan Petrokimia Gresik, Gresik, tepatnya di area reklamasi tahap III dengan luas pembangunan sekitar 3 hektare. Proyek ini mencakup pembangunan dua unit tangki, masing-masing berkapasitas 20.000 ton. Dengan demikian, total kapasitas penyimpanan asam sulfat Petrokimia Gresik nantinya akan mencapai 100.000 ton setelah proyek ini beroperasi.

Proyek tersebut ditargetkan rampung dan mulai beroperasi pada Mei 2027 dengan estimasi waktu pengerjaan sekitar 18 bulan.

Daconi memastikan seluruh proses pembangunan mengedepankan aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta perlindungan lingkungan. Petrokimia Gresik dan kontraktor pelaksana juga telah menjalin kerja sama dengan Rumah Sakit Petrokimia Gresik untuk penanganan kondisi darurat.

“Kami memastikan proyek ini berjalan dengan standar K3 yang ketat dan tetap mengutamakan aspek lingkungan dalam setiap tahap pengerjaannya,” tutup Daconi. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik