Headline
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Kumpulan Berita DPR RI
VAKSINASI Covid-19 bagi lansia di Kabupaten Bandung Barat masih jauh dari target sasaran. Dari 143.180 orang, baru sebanyak 2,5 persen atau sekitar
3.579 orang lansia yang sudah mendapatkan vaksin.
Kepala Dinas Kesehatan Bandung Barat Eisenhower Sitanggang mengatakan, masih rendahnya vaksinasi untuk kelompok prioritas lansia karena terbatasnya jumlah dosis vaksin yang diterima.
"Vaksinasi lansia baru 2,5 persen dari target 143.180 orang, sasarannya sangat banyak tapi persediaan vaksinnya terbatas," katanya, Rabu (14/4).
Selain itu, rendahnya vaksinasi dari kalangan lansia juga disebabkan adanya permintaan penundaan suntik vaksin setelah bulan Ramadhan. Para lansia
berasalan ingin lebih fokus beribadah pada malam hari.
Eisenhower menuturkan, hal ini diperparah dengan dikuranginya jatah vaksin bagi lansia yang dialihkan untuk vaksinasi pelayan publik yang sudah mencapai 68,5 persen.
"Jatahnya berebut untuk lansia dan pelayan publik. Pelayan publik targetnya 60.388 orang, sampai saat ini sudah 68,5 persen atau 41.365 orang yang
sudah (divaksinasi)," sebutnya.
Menurut dia, vaksinasi Covid-19 di Bandung Barat bakal lebih lama tergantung dengan kondisi ketersediaan alias stok vaksin virus korona. Pasalnya, jatah vaksin yang diterima tidak sesuai dengan pengajuan. "Intinya sih vaksin yang terbatas, kalau vaksin banyak mungkin bisa lebih cepat. Tapi kalau kondisinya gini, ya pasti lama," ujarnya.
Plt Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan mengaku, akan meminta bantuan pihak swasta untuk menyelesaikan vaksinasi. "Kalau jangka pendek, kita fokus ke penanganan Covid-19. Proses vaksinasi dipercepat, kita minta beberapa pihak swasta membantu," kata Hengky. (OL-13)
Baca Juga: BMKG Imbau Masyarakat Babel Waspada Puting Beliung
Produksi dahak yang minim pada lansia serta penggunaan antibiotik yang luas sebelum diagnosis sering kali menghambat identifikasi agen penyebab.
Lansia yang aktif secara fisik cenderung memiliki kondisi tubuh yang lebih bugar dibandingkan mereka yang kurang bergerak.
Di Indonesia, fenomena employee-caregivers atau karyawan yang merangkap sebagai pengasuh orang tua di rumah menjadi tantangan unik.
Biasanya kalau di tempat ramai, dia (lansia) itu sudah merasa enggak bisa (mendengar). Itu disebut sebagai cocktail party deafness.
Penurunan fungsi pendengaran sering dianggap sebagai konsekuensi alami dari pertambahan usia.
Ingin mudik aman tanpa drama? Simak panduan lengkap manajemen stres dan kenyamanan kabin khusus untuk perjalanan bersama anak-anak dan lansia di sini
Dokter mengingatkan campak dapat memicu komplikasi serius pada kelompok rentan, termasuk ibu hamil dan pasien imun lemah. Vaksinasi jadi pencegahan utama.
Narasi-narasi menyesatkan di media sosial menjadi salah satu pemicu utama keengganan orangtua untuk memberikan vaksinasi kepada anak mereka.
Vaksinolog dan internis sekaligus Chief Medical Advisor Imuni, dr. Dirga Sakti Rambe, mengatakan bahwa vaksin tidak melulu hanya diberikan untuk anak-anak.
Tingginya mobilitas masyarakat, terutama pada momen libur lebaran, menjadi salah satu faktor risiko yang patut diwaspadai orangtua mengenai risiko campak pada anak.
Waktu ideal untuk pemberian vaksinasi adalah minimal 14 hari atau dua pekan sebelum keberangkatan guna memastikan perlindungan optimal selama liburan.
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved