Rabu 24 Maret 2021, 13:14 WIB

Sudah Sebulan Harga Cabai Rawit di Solo Raya Rp120 Ribu per Kg

Widjajadi | Nusantara
Sudah Sebulan Harga Cabai Rawit di Solo Raya Rp120 Ribu per Kg

MI/Kristiadi
Harga cabai rawit di Solo Raya sudah sebulan ini mencapai Rp120 ribu per kg

 

HAMPIR sebulan terakhir, harga lombok rawit merah atau lombok sret di Solo Raya,yang meliputi enam kabupaten dan satu kota bertahan di atas Rp 100 ribu per kilo. Di enam pasar utama di Kota Solo, cabai rawit merah bahkan mencapai Rp 120 kg.

"Pemerintah Kota harus mensikapi serius. Ini harga sudah mencekik, bakul latengan seperti soto, rawon dan sambal goreng sudah kehilangan khasnya. Biasanya cabe rawit merah, ganti cabai rawit putih, banyak pelanggan mengeluh, rasa pedasnya beda," ujar Suyati, bakul gudeg sambel goreng di timur perempatan Mangkunegaran, Rabu (23/4).

Begitu halnya bakul warung rawon timur Rutan Surakarta juga mengeluhkan serupa. Juga para bakul bakmi godog yang sering menyuguhkan lombok rawit merah untuk penyedap lidah, juga mendapat keluhan pelanggan yang harus 'nglethus' cabai rawit putih yang kurang pedas hingga sedapnya masakan menjadi aneh.

Para ibu rumah tangga pun juga mengernyitkan dahi, dengan harga cabai atau lombok rawit yang bertahan Rp 120 ribu dalam sebulan terakhir. 

"Ya terpaksa pakai cabai rawit putih. Kalau harga cabai jenis lainnya, cukup stabil. Tapi rawit merah, harganya pedasnya selangit," ujar Maria, seorang ibu rumah tangga warga Mojosongo.

Pedagang cabai di Pasar Gede Solo tidak bisa berkomentar banyak terkait tingginya harga cabai rawit merah. 

"Ya pasokan dari produsen tinggi. Karena itu saya sarankan pembeli tidak usah beli banyak banyak. Ya minimal 0,5 ons dicampur rawit putih yang tidak mahal," ujar Catur, salah satu pedagang cabai Pasar Gede.

Hal sama diungkapkan Indri, pedagang cabai Pasar Legi, yang menyebut tingginya harga cabai rawit akan bertahan hingga bulan Ramadan. Hal ini dikarenakan, di tingkat produsen, perawatan cabai jenis apa pun, terutama jenis rawit merah pada musim penghujan perlu kecermatan karena mudah husuk.

Bahkan Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan atau KUKM Perindag Wonogiri, Wahyu Widayati memberikan resep para ibu runah tangga untuk menanam cabai di pekarangan rumahnya, untuk mengantisipasi tingginya harga  cabai.

"Tidak perlu memaksakan beli cabai rawit merah. Kan cabai lain masih stabil. Dan untuk mengantisipasi tingginya harga cabai, sebaiknya ibu-ibu bisa menanam cabai di pekarangannya, Selama sebulan terakhir ini harga cabai rawit merah memang tinggi, taoi belum menyentuh psikologi, karena cabai lain dengan beras," katanya.

baca juga: Harga Cabai Rawit di Palangka Raya Rp130 ribu/kg

Pada bagian lain, masyarakat di kota Solo sempat mendengar adanya isu cabai rawit palsu atau cabai dicat. 

"Hoaks atau beneran, sebaiknya Pemkot mengambil sikap. Ini meresahkan, masa ada cabai palsu," tutur seorang ibu yang sedang belanja di Pasar Gede Solo. (OL-3)
 

Baca Juga

MI/Andri Widiyanto

Pemkot Medan Ingatkan Warga tak Beli Minyak Goreng Lebih dari 2 Liter

👤Yoseph Pencawan 🕔Jumat 28 Januari 2022, 22:19 WIB
Pembelian dalam skala besar atau melebihi kebutuhan akan mengakibatkan stok cepat habis dan memicu kelangkaan barang di...
dok.pribadi

Sengketa dengan Bupati Kobar, Advokat Diminta Keterangan Itjen Kementerian ATR/BPN

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 28 Januari 2022, 21:26 WIB
SENGKETA lahan antara Bupati Kobar, Kalteng dengan Nurhidayah dengan ahli waris almarhum mantan ASN Distanak Palangkaraya, Brata Ruswanda...
Medcom.id.

Mantan Guru Honorer yang Bakar SMPN 1 Cikelet Dibebaskan

👤Kristiadi 🕔Jumat 28 Januari 2022, 20:32 WIB
Berkaitan dengan pemenuhan honor guru itu, pihaknya mengembalikan ke Dinas Pendidikan dan sekolah tempat bersangkutan pernah...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya