Senin 22 Maret 2021, 17:57 WIB

Harga Cabai Rawit di Palangka Raya Rp130 ribu/kg

Surya Sriyanti | Nusantara
Harga Cabai Rawit di Palangka Raya Rp130 ribu/kg

MI/Adi Kristiadi
Harga cabai rawit di Palangka Raya, Kalteng, tembus Rp130 ribu/kg.

 

SEJAK sepekan terakhir harga cabai rawit di Kota Palangka Raya, Kalteng terus meningkat dari Rp110/kilogram (kg)nya, kini sudah mencapai Rp130/kg.

Dari pantauan di Pasar Malam , Jalan A. Yani Kota Palangka Raya, Minggu malam (21/3)  harga cabai rawit yang dipedagangkan cukup bervariasi dari harga cabai rawit yang berwarna hijau dijual  Rp110 ribu/kg, cabai rawit yang di campur antara hijau dan merah itu Rp120 per kg dan cabai rawit yang berwarna merah dijual Rp130 ribu per kg.

Menurut Rahmat, pedagang cabai di Pasar Malam kota Palangka Raya mengatakan tingginya harga karena dari pemasok cabai sudah tinggi dan ditambah kondisi saat ini yang terus turun hujan sehingga banyak tanaman cabai yang kena hama tanaman dan tidak bisa panen.

"Dari pemasok sudah mahal dan terpaksa kita jual juga dengan harga mahal. Ini juga kita beli tidak banyak cukup memenuhi kebutuhan pelanggan saja,"ujarnya.

Menurut bapak dua anak ini, dirinya terpaksa membedakan jenis harga sesuai dengan warna kematangan cabai. "Ini sebagai cara agar masyarakat bisa mendapat pilihan, apakah beli yang mahal tau yang murah sedikit, sesuai dengan kemampuan  mereka dan kami  masih beli walau sedikit agar pelanggan tidak lari," tuturnya.

Sementara untuk harga normal kata Ratmat biasanya dijual dengan harga Rp70 ribu per kg  dan biasanya dirinya beli hingga 50 kg. "Karena harga malah dua kali lipat maka saya terpaksa hanya beli 10 kg agar tetap ada yang dijual," keluhnya.

Sementara itu Menurut Marni seorang pedagang makanan mengatakan dirinya terpaksa tetap membeli cabai namun yang berwarna hijau dan harganya agak
miring. "Karena yang penting ada sambel untuk para pelanggan rumah makan saya. Perkara itu tidak pedes ya mau gimana, harga cabai sangat mahal," keluhnya.

Dirinya meminta pemerintah agar bisa mengatasi hal ini ditambah sebentar lagi masuk bulan puasa kebiasaan harga-harga akan kembali meningkat. (OL-13)

Baca Juga:Harga Cabai Rawit Melambung di Malang

Baca Juga

MI/Kristiadi

Tahanan Wafat karena Covid-19, Polisi dan Tahanan Di-Swab Antigen

👤Kristiadi 🕔Selasa 18 Mei 2021, 23:22 WIB
Atas kejadian tahanan positif Covid-19 tersebut membuat 30 anggota Polisi dan 12 orang tahanan lain harus menjalani pemeriksaan swab...
MI/John Lewar

Masyarakat Adat Tolak Keras Penguasaan Lahan Hutan Oleh BPOLBF

👤John Lewar 🕔Selasa 18 Mei 2021, 23:08 WIB
Dalam tuntutannya, warga adat Lancang menolak tegas peta kawasan yang dikeluarkan oleh Dinas Kehutanan dan BPO Labuan Bajo...
MI/Solmi

Pastikan Arus Balik Sehat, Penumpang Kapal Dirapid Antigen Ulang

👤Solmi 🕔Selasa 18 Mei 2021, 22:42 WIB
Sebagian pemudik yang hanya mengandalkan dokumen rapid antigen kedaluarsa, ditemukan Guntur pada penumpang kapal cepat KM Kurnia...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Berebut Fulus dari JAKARTA

Jawa Barat menjadi primadona pariwisata bagi warga Jakarta. Namun, sejak pembangunan jalan tol dan terhubung dengan tol trans-Jawa
menyebabkan fulus wisatawan Jakarta terbelah.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya