Rabu 02 Desember 2020, 13:50 WIB

Harga Cabai Rawit Melambung di Malang

Bagus Suryo | Nusantara
Harga Cabai Rawit Melambung di Malang

Antara
Harga cabai rawit di Malang, Jawa Timur melonjak di tingkat grosir karena pasokan menurun

 

HARGA cabai rawit kian melonjak tak terbendung dalam beberapa hari terakhir. Semula cabai rawit dijual di tingkat grosir Rp18 ribu per kg, lalu naik menjadi Rp30 ribu per kg. Kini, harga komoditas penyumbang inflasi itu sudah menyentuh Rp32 ribu.

Selama 15 hari ini, kenaikan harga cabai rawit mencapai Rp14 ribu per kg. Kenaikan harga dipicu akhir musim panen, sebab panen Juli-Agustus, cabai rawit hanya diharga Rp8 ribu per kg. Lalu, petani enggan menanam cabai, dan mulai beralih ke bawang prei dan andewi.

Petugas bagian informasi harga di Subterminal Agrobisnis Mantung, Kabupaten Malang, Didik Sudiarto, Rabu (2/12), mengatakan bukan hanya cabai, tetapi sejumlah komoditas sayur lainnya juga ikut naik.

"Kenaikan harga rata-rata Rp2 ribu sampai Rp4 ribu per hari, ada yang harganya naik setelah beberapa hari kemudian," katanya.

Pantauan harga andewi semula Rp5 ribu menjadi Rp7 ribu per kg. Harga bunga kol naik dari Rp 5 ribu menjadi Rp5.500 per kg. Kentang kini dijual Rp7 ribu dari semula Rp6.500 per kg. Demikian juga kubis, harganya naik dari Rp5 ribu menjadi Rp5.500 per kg. Bahkan, tomat buah sudah menyentuh Rp10 ribu dari sebelumnya Rp8 ribu dan brokoli semula Rp10 ribu menjadi Rp12 ribu per kg.

Kenaikan harga tak terbendung pada cabai rawit, harganya terus meroket dari Rp18 ribu menjadi Rp32 ribu per kg. Harga cabai merah besar stagnan Rp33 ribu sejak dua pekan terakhir.

"Kenaikan harga hampir merata untuk semua komoditas," tegasnya.

Penyebab kenaikan harga lantaran pasokan sayur mayur sedang menurun. Hujan yang setiap hari membuat petani enggan ke pasar.

"Kapasitas sayur di Mantung agak menurun dari biasanya. Kubis tiap hari bisa sampai 70 ton sampi 90 ton, sekarang antara 45 ton sampai 70 ton per hari. Ada kenaikan harga yang lumayan tinggi terutama kubis," ujarnya.

Kendati demikian, daya beli masyarakat tetap terjaga. Bahkan, pengiriman sayur mayur ke luar Jawa tetap stabil. Pedagang masih rutin mengirim sayur ke Ambon, Papua dan Kalimantan rata-rata dua kali dalam seminggu. Sekali kirim sayur ke Kalimantan, sekitar 25 ton sampai 28 ton. (OL-13)

Baca Juga: Harga Cabai Merah di Aceh Naik, Rawit Turun

Baca Juga

ANTARA/ZABUR KARURU

Berjaga di Dua Gunung

👤Bagus Suryo 🕔Senin 18 Januari 2021, 04:00 WIB
Sempat tenang, Semeru kembali erupsi. Awan panas dan guguran lava masih jadi...
DOK BRI

BRI Kerahkan Daya Bantu Korban Bencana

👤TB/LN/DY/N-3 🕔Senin 18 Januari 2021, 03:45 WIB
BRI membuktikan dirinya selalu ada di tengah masyarakat. Tidak hanya dalam suka, tapi juga saat warga didera...
Ilustrasi/ANTARA FOTO/Ampelsa

Kapal Pelni Distribusikan Produk Pertanian Merauke

👤MC/MS/N-3 🕔Senin 18 Januari 2021, 03:30 WIB
Untuk pertama kalinya komoditas pertanian unggulan dari daerah itu didistribusikan PT Pelayaran Nasional Indonesia ke sejumlah daerah di...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya