Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
Pasokan beras kemasan 5 kilogram (kg) berbagai merek merosot drastis di pasar Kota Malang, Jawa Timur. Akibatnya, harga beras terkerek lantaran ketersediaan pangan pokok itu tidak mencukupi kebutuhan konsumen.
"Kondisi ini terjadi sejak dua pekan terakhir," tegas pedagang beras di Pasar Bunulrejo, Kota Malang, Supriyono, Rabu (13/8).
Ia menjelaskan agen menghentikan pasokan kendati pedagang telah mengorder. Kalaupun ada pengiriman beras, jumlah tidak sesuai pesanan. "Saya pesan 20 sak kemasan 5 kg beras merek mentari, tapi dikirim hanya 5 sak. Bahkan, beras kemasan sama merek lahap, lombok, bintang, tugu, bernas sudah kosong sejak dua pekan ini," katanya.
Saat ini, perusahaan penyuplai beras justru mengirim beras kemasan 25 kg. Padahal, beras kemasan itu jarang laku. Pasalnya, konsumen lebih memilih beras kemasan 5 kg untuk menyesuaikan isi kocek di tengah menurunnya daya beli.
Kondisi ini membuat stok beras anjlok di lapak pedagang. Mereka bertahan dengan menjual beras dari sisa stok dua pekan lalu. "Stok gak sampai 1 ton dari biasanya 5 ton. Stok menurun ini bukan persoalan modal atau uang kulakan, tapi beras dari perusahaan memang tidak ada," ujarnya.
Adapun imbas dari tersendatnya pasokan ini selain membuat stok merosot juga memicu kenaikan harga. Kondisi yang merata di semua pasar ini membuat daya beli masyarakat menurun. "Harga beras berubah dari Rp75.000 per 5 kg menjadi Rp80 ribu hampir semua merek. Beras Fortune dan Sania dijual Rp78.000, adapun harga kulakan Rp74.500 per 5 kg posisi 2 pekan lalu," tuturnya.
Di sisi lain, beras SPHP Bulog yang sangat dinanti masyarakat karena harganya lebih murah ketimbang merek lainnya, justru kosong di pasar setempat. "Pasokan beras Bulog seret atau tersendat. Saya sudah tidak mendapatkan jatah. Katanya harus daftar ulang, padahal yang lain dikirim," tandasnya.
Pedagang di pasar Oro-Oro Dowo, Kota Malang, Giyanti merasakan keadaan yang sama. Ia tak menerima pengiriman beras kemasan 5 kg berbagai merek yang digemari para konsumen. Akhirnya, pelanggan terpaksa membeli beras merek lainnya.(H-1)
Pasokan pangan di Kabupaten Kulon Progo berada dalam kondisi aman menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), meskipun terdapat kenaikan pada harga cabai dan bawang merah.
Pemkot Batam menambah pasokan cabai dari Lombok, dan petani lokal diperkirakan memasuki masa panen pada Desember.
Harga cabai, terutama jenis rawit di Pasar Rejosari meningkat dua kali lipat dibanding sebelum Desember, yakni dari tadinya Rp50 ribu, melonjak menjadi Rp80 ribu.
Jika tidak dikendalikan sejak awal, kondisi ini berpotensi memicu kenaikan harga bahan pokok hingga kelangkaan barang tertentu.
kenaikan harga bawang merah dan cabai merah yang telah terjadi lantaran pengaruh cuaca ekstrem
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved