Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
JAJARAN Satresnarkoba Polres Karimun menyita 5.967 butir narkoba jenis happy five di salah satu hotel di kawasan Kapling, Karimun. Barang haram tersebut didatangkan seseorang melalui pelabuhan tikus dari Malaysia.
"Kami mengamankan 5.967 butir happy five yang dibawa dari Malaysia," kata Kapolres Karimun, AKBP Muhammad Adenan, Selasa (9/2).
Dia mengatakan pengungkapan ribuan butir pil happy five asal Malaysia itu merupakan pengembangan dari beberapa tersangka yang sudah diamankan sebelumnya.
Selain mengamankan ribuan butir happy five, polisi juga menyita sejumlah narkotika jenis lainnya seperti 87,16 gram sabu, daun ganja 6 gram, esktasi 7,5 gram.
Dalam kesempatan itu, polisi berhasil mengamankan 17 orang tersangka dari 10 kasus yang diungkap sejak awal Januari hingga Februari 2021. Seluruh tersangka itu memiliki kaitan dengan penyelundupan narkotika asal Malaysia.
"Hingga saat ini, kami telah mengamankan 17 orang tersangka, semuanya ada kaitan dengan pelaku yang sama dengan memasok barang dari Malaysia," ujarnya.
Adenan menyebut, narkotika tersebut rencananya akan diedarakan di Kabupaten Karimun, menyasar generasi muda di sana. (OL-13)
Baca Juga: Gugatan Praperadilan Ditolak, Pengacara Laskar FPI Ingin ke MK
Seluruh pihak yang diamankan kini tengah menjalani pemeriksaan intensif.
FBI menangkap Ryan Wedding, eks atlet Olimpiade Kanada yang jadi gembong narkoba. Diduga pimpin kartel lintas negara dengan omzet Rp15 triliun per tahun.
Tersangka diketahui mengelola aktivitas home industry pembuatan tembakau sintetis di lokasi tersebut.
BNN juga mengingatkan target utama peredaran narkoba adalah generasi muda usia produktif (16-35 tahun).
Fakta mengkhawatirkan mengenai infiltrasi narkoba yang kini telah menyusup ke berbagai sektor, mulai dari perkantoran, instansi pemerintahan, hingga lembaga pendidikan.
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terus memperkuat langkah pencegahan penyalahgunaan narkoba hingga ke tingkat desa.
Direktorat Interdiksi Narkotika Bea Cukai bersama Kanwil Bea Cukai Aceh, Bea Cukai Langsa, dan BNN menggagalkan penyelundupan narkotika dalam jumlah besar di Aceh Timur.
Ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat kapasitas kelembagaan BNN RI dalam menghadapi tantangan permasalahan narkotika yang semakin kompleks, lintas sektor, dan dinamis.
Langkah ini merupakan bagian dari komitmen zero tolerance terhadap peredaran narkotika di Jakarta.
Badan Narkotika Nasional (BNN) RI bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai membongkar keberadaan clandestine laboratory atau pabrik narkotika ilegal milik jaringan internasional.
Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan dua warga negara asing (WNA) berinisial TK dan MK yang diduga kuat merupakan bagian dari jaringan narkotika internasional.
Upaya penyelundupan narkotika jenis sabu ke dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Ketapang berhasil digagalkan oleh petugas pengamanan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved