Kamis 10 Desember 2020, 23:52 WIB

Ruang Isolasi Mandiri Pasien Covid-19 di Cianjur Penuh

Benny Bastiandy | Nusantara
Ruang Isolasi Mandiri Pasien Covid-19 di Cianjur Penuh

DOK MI
Ilustrasi

 

KAPASITAS pusat isolasi Vila Bumi Ciherang di Kecamatan Pacet,  ianjur, Jawa Barat, penuh. Kondisi tersebut membuat Pemkab Cianjur mencari alternatif tempat isolasi bagi pasien terkonfirmasi covid-19 yang tanpa gejala.

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Cianjur, Yusman Faisal, mengatakan terdapat sebanyak 62 orang pasien terkonfirmasi positif covid-19 tanpa gejala yang saat ini menjalani isolasi mandiri. Artinya, semua ruangan di pusat isolasi tersebut sudah penuh.

"Untuk sementara itu, bagi pasien terkonfirmasi positif covid-19 yang tanpa gejala, terpaksa harus menjalani isolasi mandirinya di rumah masing-masing," kata Yusman, Kamis (10/12).

Bagi mereka yang menjalani isolasi mandiri, kata Yusman, tetap akan diawasi ketat petugas medis puskesmas setempat. Pun bagi ketua RT dan RW di tempat tinggal pasien positif yang menjalani isolasi, harus ikut mengawasi.

"Pengawasan dari ketua RT dan RW ini untuk memastikan pasien positif yang menjalani isolasi mandiri tetap disiplin. Mereka tidak boleh ke luar rumah selama menjalani isolasi mandiri," tuturnya.

Pemkab Cianjur melalui Dinas Kesehatan sudah mencari alternatif sebagai tempat isolasi mandiri. Salah satunya di Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BBPK) Ciloto di bawah Kementerian Kesehatan RI.

"Sejak akhir Oktober sudah keluar izinnya dari Kementerian Kesehatan bahwa BBPK Ciloto sudah bisa digunakan untuk penyelenggaraan isolasi," tutur Yusman.

Hasil estimasi, di BBPK Ciloto terdapat sebanyak 90 ruangan/kamar yang bisa dipakai tempat isolasi mandiri pasien positif tak bergejala. Namun, sampai saat ini masih terkendala sinkronisasi penggunaan anggaran untuk sewa tempat.

"Kendala ini menyangkut anggaran. Artinya, dari pihak BBPK Ciloto, anggaran tempat sewanya tidak satu paket, terpisah-pisah. Sedangkan pada DPA kita itu satu paket. Misalnya biaya untuk satu paket isolasi besarannya Rp300 ribu per orang. Di pihak BBPK, juga tidak dikenal istilah sewa. Ada juga untuk biaya listrik, air, dan sebagainya. Nah ini yang belum sinkron," jelasnya.

Kendala itu masih terus dikomunikasikan dan dikoordinasikan agar ada sebuah solusi. Tapi Yusman meyakini bakal ada jalan keluar untuk menyinkronkan soal anggaran tersebut. "Sesegera mungkin kita cari solusinya karena kita memang butuh sekali tempat isolasi. Sangat mendesak," pungkasnya. (R-1)

 

Baca Juga

Antara

Usai Lari pagi, Wapres Datangi Nelayan Pulau Cangkir

👤Emir Chairullah 🕔Minggu 23 Januari 2022, 23:45 WIB
Tak hanya menyapa, Ma’ruf dan Wury pun turut membeli ikan-ikan segar yang ditawarkan para...
Ilustrasi

78,68 Persen Warga Bangka Tengah Sudah Divaksinasi Dosis I

👤Ant 🕔Minggu 23 Januari 2022, 23:29 WIB
Ia mengatakan, dari 120.594 warga yang sudah divaksin, baru sebanyak 97.513 warga mendapatkan vaksin...
Dok. Sahabat Ganjar

Sahabat Ganjar Jabar Rebut Simpati Lewat Aksi Sosial 

👤Cahya Mulyana 🕔Minggu 23 Januari 2022, 23:15 WIB
Perwakilan DPW Sahabat Ganjar MIla Kurnia Jawa Barat mengatakan, semua aktivitas dilakukan dengan melakukan kegiatan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya