Minggu 29 November 2020, 20:30 WIB

Muncul Klaster Pendidikan, di Jepara 15 Siswa SMP Positif Covid-19

Akhmad Safuan | Nusantara
Muncul Klaster Pendidikan, di Jepara 15 Siswa SMP Positif Covid-19

MI/Furqon U
Ilustrasi

 

MUNCUL klaster covid-19 baru di Jepara, klaster pendidikan terjadi disebuah sekolah menengah pertama (SMP) swasta di Jepara, sebanyak 15 siswa terkonfirmasi positif covid-19 dan kini menjalani perawatan.

Pemantauan Media Indonesia Minggu (29/11) kasus covid-19 di Kabupaten Jepara kembali melonjak hingga kini telah mencapai 2.584 kasus, yakni 413 orang masih dirawat, 1.978 orang sembuh dan 193 orang meninggal atau naik dari sebelumnya 2.552 kasus terdiri dari 396 orang dirawat, 1.965 orang sembuh dan 191 orang meninggal.

Penambahan 17 pasien baru covid-19 di Jepara ini terjadi karena munculnya klaster baru yakni klaster pendidikan setelah diketahui 15 siswa terkonfirmasi positif korona. Mereka masih menjalani perawatan baik di rumah sakit maupun usolasi mandiri.

"Iya betul, ada klaster pendidikan yakni 15 pasien baru covid-19 dari sebuah SMP swasta positif korona," kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Jepara Moh Ali.

Pasien baru covid-19 berusia 13-15 tahun tersebut, jelas Moh Ali, muncul setelah sebelumnya dilakukan tes swab dan hasil laboraturium telah keluar,  untuk memutuskan mata rantai penyebaran saat ini sedang dilakukan pelacakan terhadap jasus tersebut dengan memeriksa siswa, guru dan keluarga.

Munculnya klaster baru pendidikan itu sendiri, ungkap Moh Ali, merupakan hasil pelacakan dari kasus covid-19 senelumnya, hingga kemudian ditemukan 15 siswa positif.

Awalnya hanya satu siswa yang positif covid-19, lanjut Moh Ali, kemudian hasil pelacakan bertambah dua siswa positif dan ketika dilakukan tes swab beberapa siswa lain bertambah menjadi 15 siswa positif korona. "Untuk sementara sekolah tersebut diliburkan dari kegiatan belajar tatap muka dan dilakukan penseterilan," tambahnya tanpa mau menyebutkan nama dan alamat sekokah itu. (OL-13)

Baca Juga: Pembukaan Sekolah Harus Perhatikan Indikator Epidemiologis

Baca Juga

ANTARA FOTO/Harviyan

Satu Dusun di Pekalongan Nyaris Hilang Akibat Banjir Rob

👤Akhmad Safuan 🕔Rabu 27 Januari 2021, 15:42 WIB
Pemkab Pekalongan menyiapkan satu hektare lahan di Desa Semut untuk relokasi warga Dusun...
MI/Palce Amalo

Pelaku Usaha di Kota Kupang tak Menggubris PPKM

👤Palce Amalo 🕔Rabu 27 Januari 2021, 15:35 WIB
AKSI tidak terpuji diperlihatkan beberapa pemilik swalayan dan warung di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur saat operasi penertiban...
MI/BAYU ANGGORO

Menjaga Kawasan Hulu, Menghindarkan Jawa Barat dari Bencana

👤Bayu Anggoro 🕔Rabu 27 Januari 2021, 15:05 WIB
Jawa Barat harus berbenah dengan menambah kawasan resapan air, sehingga bencana tidak terjadi...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya