Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGOTA DPD RI Dapil Bali, Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna (AWK) yang dilaporkan ke polisi memberikan klarifikasi terkait tudingan terhadap dirinya. Saat ditemui di Kantor DPD Bali di Denpasar, Jumat (30/10) ia mengatakan ada beberapa hal yang perlu diklarifikasi agar semuanya jelas.
Pertama, soal pernyataan seks bebas di kalangan anak muda Bali asalkan menggunakan kondom saat berada di sebuah SMA di Tabanan. Kedua, soal penistaan agama dari Nusa Penida yakni di Pura Ped serta soal tudingan terhadap dirinya yang terlibat atau mendukung aliran Hare Krisnha yang saat ini masih kontroversi di Bali.
"Banyak video ceramah saya yang dipotong lalu disebarkan ke media sosial. Ini adalah provokator yang berasal dari kompetitor saya dalam Pemilu. Para provokator itu sudah ketemu," ujarnya.
Soal masalah seks bebas di kalangan remaja asal menggunakan kondom, AWK mengatakan data 2018 menunjukkan Indonesia adalah negara dengan jumlah menikah usia muda tertinggi di ASEAN. Bahkan, jumlah pasangan yang menikah muda naik 15% atau naik 2% dari tahun sebelumnya.
"Saya katakan bahwa tidak baik itu seks bebas atau di luar nikah. Tidak baik itu menikah di usia dini karena akan ada banyak dampak berikutnya. Namun faktanya apa. Kasus-kasus itu banyak. Dari pada kena HIV-AIDS, lebih baik menggunakan kondom. Apakah itu salah. Datanya jelas, faktanya ada. Apakah saya harus menjadi pemimpin yang munafik," urainya.
Tentang masalah dengan Pura Ped, AWK menegaskan sama sekali tidak ada niatan melakukan penistaan agama. Ia menyebut apa yang dikatakan, sumbernya ada di kitab suci agama Hindu yakni Bhagawad Gita. Ia sama sekali tidak ada niat sedikitpun melecehkan Ida Batara Ratu Gede Mas Mecaling di Pura Ped Nusa Penida.
"Semuanya ada dalam Kitab Suci Agama Hindu. Silakan cek kalau tidak percaya," ujarnya.
Sedangkan tentang Hare Krisnha, AWK membantah telah masuk aliran tersebut. "Saya diminta untuk isi acara ceramah di sana. Mereka juga rakyat. Lalu kalau saya ceramah disana, apakah saya sudah masuk aliran Hare Krisnha," ujarnya.
Menurut AWK, seluruh persoalan yang dihadapi tidak lain adalah lebih kepada unsur politik. Ia juga meminta masyarakat Bali jangan sampai terprovokasi soal ini. (R-1)
Selain RUU Daerah Kepulauan, dalam Sidang Paripurna menjelang masa reses tersebut, DPD RI juga menyoroti progres RUU Pemerintahan Aceh.
DPD RI juga mendesak percepatan pembahasan RUU Daerah Kepulauan untuk memperkuat karakter Indonesia sebagai negara maritim.
Ketua DPD RI Sultan Baktiar Najamudin menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya siswa SD di Ngada, NTT.
DEWAN Perwakilan Daerah (DPD RI) menyatakan telah menginventarisasi berbagai persoalan terkait aktivitas perusahaan yang berdampak pada kerusakan lingkungan di sejumlah daerah.
Ia menilai tidak adanya kecocokan antara kebijakan pusat dan aspirasi lokal membuat masyarakat merasa diabaikan.
KONSISTENSI Ketua Komite II DPD Badikenita B.R. Sitepu, dalam memperjuangkan nasib petani mendapatkan pengakuan tertinggi negara.
Warga Gambir, Jakarta Pusat digegerkan penemuan mayat bayi laki-laki di selokan Jalan Batu Tulis. Polisi memastikan tidak ada tanda kekerasan dan jasad dibawa ke RSCM.
Polres Metro Jakarta Selatan meningkatkan patroli jalan kaki dan mobile di kawasan Blok M untuk mencegah pencopetan setelah insiden copet viral di media sosial.
SEORANG pria diduga memanggul mayat di RT 012 RW 06 Krendang, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat. Ia terekam oleh kamera pengawas CCTV. Kepolisian langsung melakukan penyelidikan
Komika Pandji Pragiwaksono dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas dugaan penistaan agama terkait materi stand up comedy bertajuk Mens Rea.
Lahir di Merauke pada 24 Januari 1972, karier Brigjen Pol Yulius Audie Latuheru didominasi oleh bidang reserse.
kasus yang menimpa Hogi Minaya di Sleman, Yogyakarta serta arogansi terhadap penjual es gabus menunjukkan polisi tidak lagi menghayati perannya sebagai pelayan masyarakat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved