Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Masuk Zona Hijau, Sikka Ekspor 20 Ton Ikan Cakalang ke Korsel

Gabriel Langga
24/7/2020 13:23
Masuk Zona Hijau, Sikka Ekspor 20 Ton Ikan Cakalang ke Korsel
Mobil kontainer memuat ikan cakalang yang siap dikirim ke Korsel(MI/Gabriel Langga)

KABUPATEN Sikka, Nusa Tenggara Timur, ditetapkan sebagai zona hijau dari penyebaran covid-19. Mengetahui hal itu, PT Karya Cipta Buana Sentosa (KCBS) segera mengekspor 20 ton ikan beku jenis cakalang ke Korea Selatan (Korsel), Jumat (24/7).

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Sikka Paulus Bangkur mengatakan sebelum adanya covid-19, perusahan ikan di Sikka sudah melakukan eskpor ikan cakalang dan tuna ke Korea Selatan dan Jepang. Namun, begitu dilanda covid-19, perusahaan tidak lagi mengekspor ikan cakalang dan tuna ke luar negeri, mereka hanya mengirim ke wilayah Indonesia seperti di Bali dan Surabaya.

"Selama zona merah ini, perusahaan kita tidak bisa mengekspor ikan dikarenakan tidak ada kapal kontainer dari luar negeri yang masuk ke Sikka. Setelah zona hijau ini, baru ada kapal luar negeri masuk ke Sikka," kata Paul Bangkur kepada Media Indonesia, Jumat (24/7).

Dirinya mengaku, pengiriman ikan perdana jenis cakalang ke Korea Selatan merupakan hasil tangkapan nelayan.

"Tadi itu ikan yang dikirim KCBS jenis cakalang yang sudah diasapkan. Ada 20 ton yang dikirim ke Korsel. Ini ekspor perdana di masa zona hijau," ungkapnya.

Ekspor perdana ini akan melalui Surabaya lalu lanjut ke Singapura, baru kemudian sampai di negara tujuan Korea Selatan.

"20 ton ikan cakalang asap yang diekspor ini kalau dikonversi ke ikan basah sebanyak 60 ton. Nilai ekspor ikan cakalang asap ini sekitar Rp3 miliar," papar dia.

Baca juga: Bekas Galian Tambang di Sikka Dibiarkan Begitu Saja

Paulus menyampaikan, perusahaan KCBS membangun pola kemitraan dengan nelayan.

"Kapal pemancing cakalang itu ada 25 dan kapal pemancing yang kecil ada 42. Perusahaan ini tidak punya kapal. Perusahaan bermitra dengan nelayan, menyediakan perbekalan saja," ungkap Paulus Bangkur.

Untuk beberapa hari lagi, imbuh Paulus Bangkur, perusahaan KCBS akan kembali mengekspor ikan jenis tuna sashimi dengan negara tujuan Jepang.

Direktur PT. KCBS, Theodorus Erfianus Ujihon, mengatakan, pengiriman perdana ini dilakukan setelah masa lockdown akibat adanya pandemi covid-19 yang melanda seluruh dunia.

Pihaknya menargetkan setiap bulan bisa mengekspor ikan cakalang dan tuna sebanyak 20-24 ton. Negara yang menjadi tujuan ekspor selain Korsel yakni Jepang, Tiongkok, Vietnam, Singapura dan Malaysia.

"Bagi perusahan, akan tetap menerima hasil produksi ikan dari masyarakat. Saat ini memang ada dua daerah yang menjadi penerimaan bagi kami, yakni Kabupaten Sikka dan Kabupaten Flores Timur. Namun, lebih banyak dari Kabupaten Sikka," ungkap Theodorus.(OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya