Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
KABUPATEN Sikka, Nusa Tenggara Timur, ditetapkan sebagai zona hijau dari penyebaran covid-19. Mengetahui hal itu, PT Karya Cipta Buana Sentosa (KCBS) segera mengekspor 20 ton ikan beku jenis cakalang ke Korea Selatan (Korsel), Jumat (24/7).
Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Sikka Paulus Bangkur mengatakan sebelum adanya covid-19, perusahan ikan di Sikka sudah melakukan eskpor ikan cakalang dan tuna ke Korea Selatan dan Jepang. Namun, begitu dilanda covid-19, perusahaan tidak lagi mengekspor ikan cakalang dan tuna ke luar negeri, mereka hanya mengirim ke wilayah Indonesia seperti di Bali dan Surabaya.
"Selama zona merah ini, perusahaan kita tidak bisa mengekspor ikan dikarenakan tidak ada kapal kontainer dari luar negeri yang masuk ke Sikka. Setelah zona hijau ini, baru ada kapal luar negeri masuk ke Sikka," kata Paul Bangkur kepada Media Indonesia, Jumat (24/7).
Dirinya mengaku, pengiriman ikan perdana jenis cakalang ke Korea Selatan merupakan hasil tangkapan nelayan.
"Tadi itu ikan yang dikirim KCBS jenis cakalang yang sudah diasapkan. Ada 20 ton yang dikirim ke Korsel. Ini ekspor perdana di masa zona hijau," ungkapnya.
Ekspor perdana ini akan melalui Surabaya lalu lanjut ke Singapura, baru kemudian sampai di negara tujuan Korea Selatan.
"20 ton ikan cakalang asap yang diekspor ini kalau dikonversi ke ikan basah sebanyak 60 ton. Nilai ekspor ikan cakalang asap ini sekitar Rp3 miliar," papar dia.
Baca juga: Bekas Galian Tambang di Sikka Dibiarkan Begitu Saja
Paulus menyampaikan, perusahaan KCBS membangun pola kemitraan dengan nelayan.
"Kapal pemancing cakalang itu ada 25 dan kapal pemancing yang kecil ada 42. Perusahaan ini tidak punya kapal. Perusahaan bermitra dengan nelayan, menyediakan perbekalan saja," ungkap Paulus Bangkur.
Untuk beberapa hari lagi, imbuh Paulus Bangkur, perusahaan KCBS akan kembali mengekspor ikan jenis tuna sashimi dengan negara tujuan Jepang.
Direktur PT. KCBS, Theodorus Erfianus Ujihon, mengatakan, pengiriman perdana ini dilakukan setelah masa lockdown akibat adanya pandemi covid-19 yang melanda seluruh dunia.
Pihaknya menargetkan setiap bulan bisa mengekspor ikan cakalang dan tuna sebanyak 20-24 ton. Negara yang menjadi tujuan ekspor selain Korsel yakni Jepang, Tiongkok, Vietnam, Singapura dan Malaysia.
"Bagi perusahan, akan tetap menerima hasil produksi ikan dari masyarakat. Saat ini memang ada dua daerah yang menjadi penerimaan bagi kami, yakni Kabupaten Sikka dan Kabupaten Flores Timur. Namun, lebih banyak dari Kabupaten Sikka," ungkap Theodorus.(OL-5)
Mantan Presiden Korsel Yoon Suk Yeol divonis penjara seumur hidup. Ia terbukti mendalangi pemberontakan melalui upaya darurat militer pada Desember 2024 lalu.
Bank Woori Saudara hadirkan WBK Pre-Registration Service untuk mempermudah WNI membuka rekening dan mengakses layanan perbankan di Korea Selatan.
BANDUNG International Food & HoReCa Expo (BIFHEX) yang memasuki tahun ke-11 penyelenggaraannya, yang merupakan ajang B2B terbesar di Jawa Barat.
Dua atlet ski lintas alam Korea Selatan didiskualifikasi dari Olimpiade Milan-Cortina setelah peralatan mereka terdeteksi mengandung zat fluor terlarang.
Fokus diskusi mencakup berbagai disiplin ilmu, mulai dari AI, Internet of Things (IoT), smart mobility, digitalisasi rantai pasok, hingga pengembangan keterampilan masa depan.
Kabar mengejutkan datang dari dunia hiburan Korea Selatan. Dua rising star generasi muda, Shin Eun Soo dan Yu Seon Ho, dikabarkan tengah menjalin hubungan asmara.
Industri galangan kapal nasional menyambut positif rencana pemerintah memberikan insentif fiskal berupa pembebasan bea masuk hingga 0%.
Presiden Prabowo Subianto percepat pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih, dengan progres tahap pertama 50%.
SEBANYAK 12 negara pemilik pantai yang ada di Samudera Hindia menggelar pertemuan membahas ikan tuna di 30th Session of the Coastal States Alliance (CSA 030) 30-31 Januari 2026 di Kuta Bali.
Saat ini daya tampung Pelabuhan Muara Angke hanya berkisar 400 hingga 500 kapal.
Sebagai produsen ikan terbesar kedua di dunia, sekitar 95% tangkapan ikan Indonesia berasal dari perikanan skala kecil.
Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Kendari mencatat produksi ikan di pelabuhan ituIkan Layang dan Tuna Dominasi Hasil Tangkapan di Pelabuhan Kendari mencapai 80–100 ton per hari.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved