Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Covid Melandai Kini DBD Unjukgigi di Tasikmalaya

Adi Kristiadi
13/7/2020 20:20
Covid Melandai Kini DBD Unjukgigi di Tasikmalaya
Kasus DBD di Tasikmalaya meningkat tajam saat musim peralihan ini.(MI/Adi Kristiadi)

DINAS Kesehatan Kota Tasikmalaya mencatat kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kota Tasikmalaya meningkat. Berdasarkan data hingga Senin (13/7), tercatat 851 kasus DBD sejak awal Januari dengan jumlah 17 kasus kematian.

"Kasus DBD terus menunjukan kenaikan yang cukup signifikan. Semua harus waspada di musim pergantian musim ini, karena ada siklus lima tahunan. Namun, para pasien yang terkonfirmasi karena DBD menunjukan gejala demam tinggi, mengigil, mual, muntah, kehilangan selera makan, bintik merah, sakit tenggorokan, mudah memar dan sakit pada bagian persendirian tulang," ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Uus Supangat, Senin (13/7).

Sebenarnya, jelas Uus, kasus DBD bisa dicegah melalui pola hidup bersih dan sehat (PHBS), pemberantasan sarang nyamuk (PSN), PSN harus dilakukan secara mandiri dengan cara menguras, menutup, dan mengubur (3M), tempat yang berpotensi bisa menjadi sarang nyamuk. Masyarakt harus peduli terhadap kebersihan lingkungannya.

"Jadi masyarakat tidak bisa mengandalkan pengasapan (fogging) dalam pencegahan DBD karena hanya bisa membunuh nyamuk dewasa. Sementara jentik atau sarang nyamuk tidak hilang dengan dilakukan fogging, tentu untuk sekarang harus dilakukannya tersebut PSN dengan baik agar jentik nyamuk sebelum tumbuh menjadi dewasa bisa diantisipasinya," ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman mengatakan, hingga sekarang belum adanya status kejadian luar biasa (KLB) dalam kasus DBD tetapi dalam penetapan status itu masih menunggu peningkatan selama bulan Juli 2020. Namun, selama ini akan dilihat dulu pertumbuhannya bulan Juli dan jika lebih dari bulan sebelumnya itu dipastikan bisa KLB.

"Pemkot Tasikmalaya saat ini sudah memerintahkan setiap kelurahan untuk kembali menggiatkan gerakan Jumat Bersih artinya, setiap Jumat masyarakat harus melakukan kegiatan bersih di lingkungannya. Akan tetapi, Pemkot juga selama ini berupaya mempromosikan gerakan menguras, menutup, dan mengubur atau mendaur ulang barang bekas (3M) termasuk juga untuk pengasapan (fogging) di lingkungan masyarakat dilakukan secara gratis," paparnya.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, kasus DBD tersebar di seluruh kecamatan dan yang paling terdampak adalah Kawalu dengan jumlah 155 kasus dan enam kasus kematian, Indihiang tercatat 46 kasus dengan satu kasus kematian, Bungursari 83 kasus dua kematian, Cihideung 129 kasus satu kematian, Mangkubumi 125 kasus, Tawang 74 kasus satu kematian, Purbaratu 41 kasus dua kematian, Cipedes 81 kasus empat kematian, Cibereum 69 kasus dan Tamansari 85 kasus. (OL-13)

Baca Juga: Hasil Studi : Pasien Sembuh Covid-19 bisa Kehilangan Imunitas



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Muhamad Fauzi
Berita Lainnya