Headline
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Kumpulan Berita DPR RI
DINAS Kesehatan Kota Tasikmalaya mencatat kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kota Tasikmalaya meningkat. Berdasarkan data hingga Senin (13/7), tercatat 851 kasus DBD sejak awal Januari dengan jumlah 17 kasus kematian.
"Kasus DBD terus menunjukan kenaikan yang cukup signifikan. Semua harus waspada di musim pergantian musim ini, karena ada siklus lima tahunan. Namun, para pasien yang terkonfirmasi karena DBD menunjukan gejala demam tinggi, mengigil, mual, muntah, kehilangan selera makan, bintik merah, sakit tenggorokan, mudah memar dan sakit pada bagian persendirian tulang," ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Uus Supangat, Senin (13/7).
Sebenarnya, jelas Uus, kasus DBD bisa dicegah melalui pola hidup bersih dan sehat (PHBS), pemberantasan sarang nyamuk (PSN), PSN harus dilakukan secara mandiri dengan cara menguras, menutup, dan mengubur (3M), tempat yang berpotensi bisa menjadi sarang nyamuk. Masyarakt harus peduli terhadap kebersihan lingkungannya.
"Jadi masyarakat tidak bisa mengandalkan pengasapan (fogging) dalam pencegahan DBD karena hanya bisa membunuh nyamuk dewasa. Sementara jentik atau sarang nyamuk tidak hilang dengan dilakukan fogging, tentu untuk sekarang harus dilakukannya tersebut PSN dengan baik agar jentik nyamuk sebelum tumbuh menjadi dewasa bisa diantisipasinya," ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman mengatakan, hingga sekarang belum adanya status kejadian luar biasa (KLB) dalam kasus DBD tetapi dalam penetapan status itu masih menunggu peningkatan selama bulan Juli 2020. Namun, selama ini akan dilihat dulu pertumbuhannya bulan Juli dan jika lebih dari bulan sebelumnya itu dipastikan bisa KLB.
"Pemkot Tasikmalaya saat ini sudah memerintahkan setiap kelurahan untuk kembali menggiatkan gerakan Jumat Bersih artinya, setiap Jumat masyarakat harus melakukan kegiatan bersih di lingkungannya. Akan tetapi, Pemkot juga selama ini berupaya mempromosikan gerakan menguras, menutup, dan mengubur atau mendaur ulang barang bekas (3M) termasuk juga untuk pengasapan (fogging) di lingkungan masyarakat dilakukan secara gratis," paparnya.
Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, kasus DBD tersebar di seluruh kecamatan dan yang paling terdampak adalah Kawalu dengan jumlah 155 kasus dan enam kasus kematian, Indihiang tercatat 46 kasus dengan satu kasus kematian, Bungursari 83 kasus dua kematian, Cihideung 129 kasus satu kematian, Mangkubumi 125 kasus, Tawang 74 kasus satu kematian, Purbaratu 41 kasus dua kematian, Cipedes 81 kasus empat kematian, Cibereum 69 kasus dan Tamansari 85 kasus. (OL-13)
Baca Juga: Hasil Studi : Pasien Sembuh Covid-19 bisa Kehilangan Imunitas
Tidak hanya menutupi badan jalan, material longsor tersebut juga menimpa Jembatan Gantung Tonjong, sehingga akses bagi pengendara motor, mobil, maupun pejalan kaki lumpuh total.
Hujan deras dengan intensitas tinggi yang melanda wilayah Kabupaten Tasikmalaya menyebabkan tebing setinggi sekitar 30 meter longsor.
Daging sapi kini dijual seharga Rp140.000 per kilogram, daging ayam Rp43.000 per kilogram, dan telur ayam Rp30.000 per kilogram.
Target pembangunan dapur SPPG di Jawa Barat 4.600 dan sekarang telah terlampaui kurang lebih sudah hampir 4.700.
Bencana itu juga menyebabkan 48 rumah mengalami rusak ringan, sedang dan berat.
Kenaikan tersebut terjadi pada, cabai merah, bawang merah, daging ayam, telur, daging sapi, beras, minyak goreng, bawang putih dan sayuran.
Data menunjukkan bahwa kelompok umur 15-44 tahun menyumbang 42% dari total kasus dengue, sementara 41% kematian justru ditemukan pada anak-anak usia 5-14 tahun.
Case fatality rate (CFR) atau jumlah angka kematian karena demam berdarah dengue (DBD) menurun signifikan dari 2021 di kisaran 0,9%, menjadi 0,4% pada 2025.
Kawasan Asia Tenggara telah lama menjadi episentrum global penularan dengue. Berdasarkan data terbaru, hampir 400.000 kasus dilaporkan di wilayah ini sepanjang 2025.
Indonesia mencatatkan capaian signifikan dalam upaya pencegahan angka kematian dari kasus demam berdarah (DBD).
hujan menyebabkan adanya genangan-genangan di beberapa tempat. Kondisi ini menjadi faktor utama berkembangnya nyamuk penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD)
Pada 2025, tercatat 161.752 kasus Dengue dengan 673 kematian yang tersebar di hampir seluruh wilayah Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved