Headline
Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.
Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.
Kumpulan Berita DPR RI
ARUS mudik jalur arteri nasional Jawa Barat menuju Jawa Tengah atau sebaliknya melalui lingkar Gentong atas bawah tepatnya di Pos pengamanan Letter U, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, belum mengalami peningkatan. Peningkatan arus mudik dari Jawa Barat menuju Jawa Tengah atau sebaliknya masih lancar dan diprediksi H-3 lebaran 1447 Hijriah.
Kasat Lantas Polres Tasikmalaya Kota AKP Riki Kustiawan mengatakan, arus mudik jalur arteri nasional dari arah Jawa Barat menuju Jawa Tengah memasuki H-6 masih lancar dan belum ada volume peningkatan. Kendaraan melalui jalur Gentong menuju Tasikmalaya, Ciamis, Banjar ke Jateng dan sebaliknya dari Jateng, Ciamis tetap lancar.
"Arus lalu lintas masih lancar dan belum ada volume kendaran dari arah Jabar melalui Lingkar Gentong atas. Akan tetapi, kenaikan volume kendaraan diprediksi H-3 sebelum lebaran 1447 hijriah dan petugas di Pos pengamanan Letter U Gentong, Kadipaten tetap berjaga," ujarnya, usai melakukan ramcek di Terminal Indihiang, Senin (16/3/2026).
Menurutnya, arus mudik yang berasal dari Jakarta, Bandung melalui lingkar Gentong atas ke arah Tasikmalaya, Ciamis selama ini didominasi motor, mobil pribadi dengan kondisi arus lalu lintas lancar. Akan tetapi, volume kendaraan diprediksi terjadi pada H-3 lebaran melalui jalur arteri nasional melewati Pos PAM Leter U Gentong atas bawah.
"Kendaraan yang melintas berada di Pos Pengamanan Letter U Lingkar Gentong, berbagai jenis kendaraan mulai bus, truk sembako, mobil pribadi, elf dan sepeda motor. Namun, pemudik yang melintas di wilayahnya tolong jangan segan untuk menggunakan fasilitas pos pelayanan sebagai fasilitas istirahat, jika mengalami kelelahan," katanya.
Menurutnya, peningkatan arus diprediksi akan terjadi pada Rabu dan Kamis H-3 karena arus kendaraan masih lancar dan sekarang belum terjadi lonjakan, pemudik yang akan pulang kampung diimbau untuk memastikan kondisi fisik agar fit dan prima sebelum melaksanakan mudik. Namun, bagi pemudik harus mengecek kendaraan yang akan digunakan melaksanakan mudik dan dipastikan kendaraan layak dikendarai saat mudik.
"Kami mengimbau agar pengendara untuk tidak menggunakan alat komunikasi yakni Hp saat mengendarai kendaraan dan juga mereka jangan segan untuk menggunakan fasilitas pos pelayanan sebagai fasilitas istirahat, jika dalam kondisi ngantuk bisa beristirahat. Petugas lalu lintas juga tetap melakukan pengaturan berada di beberapa titik yang dapat menyebabkan kemacetan," pungkasnya. (H-2)
Kendaraan yang terlanjur beroperasi dan telah masuk wilayah Tasikmalaya, supaya masuk ke kantong-kantong parkir yang disiapkan di Rajapolah, Jamanis dan Ciawi.
Rumah Sakit (RS) Jasa Kartini Tasikmalaya merayakan hari jadinya yang ke-29 dengan mempertegas posisinya sebagai pionir layanan kesehatan swasta di Priangan Timur.
Warga awalnya mengira pemuda itu kecapean karena puasa hingga pingsan di jalan, tapi ternyata nekat minum kopi dicamur racun tikus gegara putus cinta sama mantan pacarnya.
Daging sapi dijual Rp 140 perkg, daging ayam Rp 39 ribu perkg, telur telur ayam Rp 29 ribu hingga Rp 31.500 per kg.
Program gerakan pangan murah (GPM) menyediakan beras SPHP Rp57.500 kemasan 5 kg, minyak goreng Rp15 ribu per liter, daging sapi Rp140 ribu kg, daging ayam Rp54 ribu per 2 kg.
Berdasarkan data dari kepolisian, angka kecelakaan sepeda motor saat mudik Lebaran mencapai angka yang mengkhawatirkan yakni 75,9%.
Senin (16/3) mulai pukul 00.00 hingga 12.00 WIB, tercatat sekitar 25.000 kendaraan melintasi tol Cikopo menuju Cirebon, lebih rendah pada jam yang sama pada Minggu (15/3).
Ramp check merupakan bagian dari upaya meningkatkan keselamatan transportasi selama periode mudik Lebaran.
Pada Senin (16/3) jumlah pemudik masuk ke Jawa Tengah melalui Jalan Tol Trans Jawa terus meningkat sejak Minggu (15/3), rata-rata setiap berkisar 1.400-1.900 kendaraan masuk ke Kota Semarang.
Meningkatnya volume arus mudik dan masih banyak pemudik kehabisa saldo E Tol menjadi penyebab antrean yang mengular.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved