Jumat 03 Juli 2020, 15:40 WIB

6 Titik Pariwisata Bali Diminta Ditutup karena Gelar Pesta

Arnoldus Dhae | Nusantara
6 Titik Pariwisata Bali Diminta Ditutup karena Gelar Pesta

ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo
Pekerja menggunakan alat pelindung diri saat melayani wisatawan di Hotel Puri Santrian, Sanur, Denpasar, Bali

 

SEKRETARIS Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bali Made Rentin menerima laporan masyarakat tentang pengelola destinasi wisata baik pantai, hotel, restoran akan menggelar acara pesta dan sejenisnya yang mengundang kerumuman massa.

Saat menerima laporan tersebut, pihaknya langsung berkoordinasi dengan tim terkait untuk mengadakan sidak dan menindak tegas pihak owner serta manajemen yang menggelar pesta.

"Kami menerima laporan masyarakat bahwa ada beberapa destinasi wisata yang menggelar party. Ini tidak benar. Kami langsung berkoordinasi dengan jajaran pemerintahan, seperti SatPol PP dan tim gabungan lainnya untuk menindak tegas. Ini untuk mengantisipasi klaster baru di Bali, jangan sampai penularan Covid-19 semakin banyak," ujar Rentin, Jumat (3/7).

Menurutnya, ada 6 titik destinasi di Bali yang akan menggelar party. Semuanya berada di wilayah Kabupaten Badung. Lokasinya ada di Canggu, Seminyak, Legian dan Kuta. Saat ini petugas sudah turun ke lokasi. Bila menemukan hal-hal yang melanggar protokol kesehatan dan beberapa imbauan pemerintah maka pengelolaannya akan disidang langsung di lokasi
kejadian. Sanksinya akan dijatuhkan. Termasuk tidak akan diberikan sertifikat protokol kesehatan sebagaimana yang sudah diatur. 

Sertifikat ini akan sangat berpengaruh terhadap citra destinasi yang bersangkutan dalam menuju tatanan era baru berlandaskan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Bila sertifikat tidak dikeluarkan maka destinasi atau hotel dan restoran itu tidak direkomendasikan untuk dikunjungi wisatawan.

Baca juga: Wagub Bali Dorong Pengembangan Desa Jadi Desa Wisata

Menurut Rentin, pariwisata Bali baru akan dibuka pada 9 Juli 2020. Artinya, sebelum dibuka secara resmi, tidak boleh ada kerumunan yang mengundang banyak orang, termasuk beberapa event party dan sejenisnya. Sebab, hal tersebut bisa berakibat pada klaster baru penularan covid-19 di Bali. Sementara saat ini belum ada izin untuk keramaian dan sebagainya.

Selaku Kepala BPBD Bali, Rentin mengaku jika permintaan untuk menindak tegas destinasi dan hotel tersebut sudah sesuai dengan amanat UU No 24 Tahun 2017 Tentang Penanggulangan Bencana. Dalam UU tersebut diatur soal tugas dan fungsi Badan Penanggulan Bencana tentang fungsi komando, koordinasi dan perencanaan.

"Itulah sebabnya, setelah menerima pengaduan masyarakat, kami berkoordinasi dengan tim terkait untuk mengambil tindakan tegas bagi yang melanggar," pungkasnya.(OL-5)

Baca Juga

 ANTARA FOTO/Anis Efizudin

Bobobox Siapkan Akomodasi Bagi Wisatawan di Borobudur Highland

👤Agus Utantoro 🕔Sabtu 17 April 2021, 08:24 WIB
Untuk meningkatkan kualitas pelayanan bagi wisatawan, Badan Otorita  Borobudur (BOB) menggandeng Bobobox mengembangkan akomodasi di...
MI/Djoko Sardjono

Kasus Aktif Covid-19 di Klaten Kembali Bertambah

👤Djoko Sardjono 🕔Sabtu 17 April 2021, 08:04 WIB
Kasus aktif covid-19 di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, bertambah 84 orang, Jumat (16/4). Di sisi lain terdapat 47 pasien sembuh dan...
MI/Dwi Apriani

Polresta Palembang Tangkap Pelaku Penganiayaan Perawat RS Siloam

👤Dwi Apriani 🕔Sabtu 17 April 2021, 07:56 WIB
Pelaku penganiayaan perawat di RS Siloam Sriwijaya Palembang, Jason Tjakrawinata (38 tahun) ditangkap Polrestabes Palembang, Jumat...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Maksimalkan Target di Ajang Pramusim

EMPAT tim semifinalis Piala Menpora, yakni PSS Sleman, Persib Bandung, Persija Jakarta, dan PSM Makassar, akan memaksimalkan turnamen pramusim sebelum berlanjut ke Liga 1

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya