Headline

Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.

Bali Jadi Magnet Investasi Properti Global

 Gana Buana
31/3/2026 17:58
Bali Jadi Magnet Investasi Properti Global
Kunjungan wisatawan di Bali memicu investasi asing masuk ke Indonesia.(Antara)

INDONESIA terus memperkuat posisinya sebagai destinasi investasi global, didorong oleh pertumbuhan ekonomi yang stabil dan pembangunan infrastruktur yang semakin pesat. Sektor pariwisata dan properti menjadi magnet utama bagi investor asing dalam beberapa tahun terakhir.

Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM mencatat bahwa aliran modal internasional banyak mengarah ke wilayah dengan infrastruktur pariwisata yang berkembang, seperti Bali. Tingginya minat investor tidak hanya dipicu oleh potensi pasar, tetapi juga oleh langkah aktif pemerintah Indonesia dalam diplomasi ekonomi global.

Sepanjang 2025, Indonesia terlibat dalam berbagai forum internasional, mulai dari World Economic Forum di Davos hingga forum investasi di Abu Dhabi. Sejumlah pertemuan bilateral, termasuk antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Prancis Emmanuel Macron, menghasilkan kesepakatan strategis di bidang ekonomi dan infrastruktur. Langkah ini dinilai mampu menekan risiko investasi sekaligus menciptakan iklim usaha yang lebih stabil.

Dampaknya, arus investasi ke sektor realestat dan pariwisata meningkat signifikan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 15,39 juta sepanjang 2025, yang turut mendorong permintaan terhadap properti dan infrastruktur pariwisata.

Co-Founder Seven Sky Villas, Dormidonov Alexander Yurievich, menyebut peningkatan wisatawan menciptakan efek pengganda (multiplier effect) dalam perekonomian. 

“Proyek pembangunan tidak hanya meningkatkan kualitas infrastruktur, tetapi juga membuka lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan sektor jasa,” ujarnya, Selasa (31/3).

Sektor konstruksi sendiri saat ini menyerap lebih dari 8 juta tenaga kerja dengan pertumbuhan sekitar 5%-6% per tahun. 

Selain menciptakan pekerjaan langsung, pembangunan properti juga memicu pertumbuhan ekosistem ekonomi lokal, termasuk UMKM, ritel, transportasi, hingga layanan kreatif.

Salah satu proyek yang tengah dikembangkan adalah OctaSun Residence di Bali Selatan oleh Seven Sky Villas. 

Kompleks ini punya 26 villa premium dengan fasilitas setara hotel bintang lima, seperti spa, fitness area, co-working space, dan layanan concierge profesional.

Menurut pengembang, properti di Bali memiliki potensi imbal hasil tahunan sekitar 12%-15%, dengan tingkat hunian rata-rata 76%-78% dan dapat mencapai hingga 90% saat musim puncak. 

Bahkan, nilai properti dapat meningkat hingga 25%-30% selama masa konstruksi, dengan periode pengembalian investasi sekitar 6-7 tahun.

Secara makro, tren ini didukung oleh pertumbuhan ekonomi Indonesia yang konsisten di kisaran 5% per tahun, menjadikannya ekonomi terbesar di Asia Tenggara.

Dengan kombinasi stabilitas ekonomi, dukungan pemerintah, dan potensi pasar yang besar, Indonesia, khususnya Bali, diproyeksikan tetap menjadi tujuan utama investasi global di sektor pariwisata dan properti. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya