Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Kabupaten Musi Banyuasin (Pemkab Muba) kembali mengucurkan Dana Bantuan Sosial Tunai (BST). Setelah sebelumnya 1.000 ustad dan ustadzah mendapat bantuan tunai, kali ini bantuan diberikan kepada perguruan tinggi yang ada di ‘Bumi Serasan Sekate’.
Penyerahan bantuan bagi perguruan tinggi terdampak Covid-19 itu ditandai dengan penyerahan secara simbolis oleh Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex Licon, MBA, kepada kepada civitas akademika Yayasan Rahmaniyah Sekayu, di Auditorium Pemkab Muba, pada Kamis (11/6).
“Setelah beberapa waktu lalu saya kedatangan dosen dan mahasiswa-mahasiswi dari Sekolah Tinggi Rahmaniyah Sekayu, mereka bercerita mengalami kesulitan untuk melanjutkan proses pendidikan terkendala biaya angsuran kuliah di masa pandemi Covid-19 ini, mendengar ini saya sangat prihatin,” ucap Dodi.
Ia mengungkapkan wabah Covid-19 ini memang berdampak luar biasa di segala aspek kehidupan. Tidak hanya Muba, tapi seluruh dunia. Bahkan, Indonesia mengalami defisit luar biasa, baik di bidang ekonomi dan sosial, dan jauh lebih besar pada dimensi kesehatan.
“Saya mengambil kebijakan untuk memberikan bantuan di masa pandemi Covid-19 ini karena memang ini harus dibantu. Saya ingin supaya mahasiswa Muba yang kuliah di perguruan tinggi di Muba harus mendapat keringanan, begitu juga civitas akademika, mulai dari pegawai hingga tenaga pengajar harus diberi insentif akibat terkena dampak Covid-19 ini,” ucap penerima gelar doktor dari Universitas Padjajaran itu.

Peduli dunia pendidikan
Ketua Yayasan Rahmanyah Sekayu, Muhammad Yustian Yunsa SS MSi terharu atas bantuan yang diberikan Bupati Buba tersebut. Dia mengutarakan atas nama insan civitas akademika Yayasan Rahmaniyah Sekayu menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas bantuan yang telah diberikan Bupati Muba Dodi Reza Alex.
“Penghargaan anugerah tertinggi di bidang pendidikan Dwija Praja Nugraha yang Pak Dodi terima memang pantas bapak sandang atas kepedulian Bapak terhadap dunia pendidikan,” ungkapnya.
Yustian menyampaikan, apa yang dilakukan Dodi merupakan wujud nyata kepedulian pada dunia pendidikan. Dia menilai, pemberian bantuan tersebut menjadi pionir dan pelopor karena belum ada kepala daerah yang begitu peduli akan keberlanjutan pendidikan di masa pandemi covid-19.
Dia menjelaskan, Bantuan Sosial Tunai Dampak Covid-19 sebesar Rp617.631.300 kepada civitas akademika Yayasan Rahmaniyah Sekayu akan di kompensasikan ke dana pendidikan mahasiswa-mahasiswi sejumlah sekolah tinggi di bawah yayasan yang ia pimpin.
“Jadi nanti setiap orang akan mendapatkan keringanan sekitar Rp700 ribu untuk uang kuliah tunggal (UKT) per semester. Ada 883 mahasiswa dan setiap mahasiswa akan menerima kompensasi ini,” tandasnya.

Sekretaris Daerah Muba Drs H Apriyadi MSi menjelaskan mekanisme pemberian bantuan sosial tunai kepada perguruan tinggi diberikan melalui pos bantuan sosial dari Dinas Sosial Muba kepada civitas akademika yang di cairkan melalui rekening bank masing -masing kampus dan tenaga pengajar. “Nantinya pihak perguruan tinggi yang akan memberikan kompensasi kepada 883 mahasiswa,” ujarnya.
Di sisi lain, Ketua STIHURA, Dr Wandi Subroto SH MH menghargai respons cepat Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin yang dinilai sangat luar biasa. “Saat kami bersama mahasiswa bertemu audensi dengan Bupati, Beliau mendengarkan keluhan mahasiswa dan langsung di respons cepat dalam waktu 10 hari, terbukti hari ini telah di realisasikan,” ungkap Wandi.
Menanggapi bantuan tersebut, salah satu mahasiswi dari Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Rahmaniyah Sekayu, Putri Tania mengungkapkan rasa syukurnya atas Bantuan Sosial Tunai yang diberikan oleh Pemkab Muba kepada kampus tempatnya bernaung. “Alhamdullilah terima kasih Pak Dodi, kami sangat terbantu sekali diberikan bantuan ini, kampus memberi keringanan untuk membayar uang kuliah. Selama tiga bulan terakhir ini di masa pandemi covid-19 keuangan kami sangat sulit, oleh karena itu dengan bantuan ini kami bisa melanjutkan perkuliahan,” ucapnya. (S1-25)
Abad ke-21, menurut Prabowo, merupakan abad ilmu pengetahuan dan teknologi.
GURU Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Achmad Tjachja Nugraha, menilai Sekolah Rakyat merupakan langkah paling rasional untuk mengatasi kesenjangan pendidikan.
PENDIDIKAN kerap dimaknai sebatas proses belajar-mengajar di ruang kelas. Padahal, mutu pendidikan sesungguhnya dibangun oleh sebuah ekosistem yang lebih luas.
MENTERI Kesehatan memiliki ambisi besar untuk mereformasi sistem pendidikan dokter spesialis di Indonesia.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa secara resmi membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Kepala Sekolah dan Tenaga Kependidikan (Tendik) Sekolah Rakyat (SR) se-Jawa Timur.
Pelaksanaan TKA SD dan SMP tahun 2026 diawali dengan pendaftaran peserta 19 Januari hingga 28 Februari 2026,
Edufair hadir sebagai wadah silaturahim dengan alumni SMA Muhammadiyah 25 baik yang masih kuliah maupun yang sudah berkarier.
Dosen juga harus mampu merencanakan studi lanjut, termasuk persiapan studi doktoral melalui skema beasiswa BPI dan PDDI.
Presiden Prabowo Subianto mengundang perguruan tinggi terkemuka Inggris untuk menjalin kerja sama dalam pendirian 10 universitas baru di Indonesia.
Beberapa bentuk kegiatan strategis itu mencakup seminar, workshop, dan kelas kolaboratif yang menampilkan praktisi industri dan akademisi kedua institusi.
UNSIA berencana untuk menjadi Google Reference University pertama di Indonesia serta fokus menjadi hub inovasi melalui World University Ranking for Innovation (WURI).
Yayasan Pendidikan Universitas Presiden (YPUP) mendukung penuh atas pendirian ICPI-PU di lingkungan President University.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved