Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
PASANGAN suami (pasutri) istri FR, 40, dan KR, 32, warga Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, mengedarkan sabu menggunakan aplikasi antar di transportasi daring. Keduanya menjalankan bisnis haram ini dari hotel bintang empat.
Pasutri ini memilih tinggal di hotel bintang empat dan meninggalkan empat anaknya di rumah. Keduanya sering menginap berdua di hotel bintang empat, laiknya bulan madu saat menjalankan bisnisnya. Transaksi dilakukan melalui sambungan telepon dengan modus tempel atau menyimpan paket sabu di suatu tempat sesuai kesepakatan.
Pasangan ini, merekap hasil penjualan dan mengatur distribusi serta mengepak paket sabu di hotel. Setelah transaksi disepakati, barang dikirim kepada para pembeli melalui aplikasi antar di ojek daring.
"Kalau sehabis mendapat kiriman dari Lapas Banceuy, Bandung, saya dan istri langsung mendistribusikannya dengan berdiam diri di hotel dan saya bersama istri juga suka pakai sabu untuk pribadi kami. Sekali dapat kiriman minimal 300 gram atau 3 Ons dan saya bagi menjadi paket kecil," kata FR, di ruangan Satnarkoba Polres Tasikmalaya Kota, Selasa (9/6/2020).
FR mengatakan, paket kecil yang dijualnya itu seharga Rp300-400 ribu, untuk 1 ons bisa mencapai harga Rp1- 1,5 juta. Umumnya pelanggan meminta paket kecil. Untuk mengirim paket dia dan istrinya selalu memakai kendaraan online untuk bepergian dari satu tempat ke tempat lainnya.
"Saya sengaja bersama istri beralasan supaya tidak terlihat mencurigakan oleh masyarakat seperti pasangan yang sedang berlibur saja di hotel. Selama bepergian selalu menggunakan mobil online dan selama bertransaksi juga tak pernah sekalipun bertemu dengan konsumen," ujarnya.
Sementara, Kapolres Tasikmalaya Kota AKB Anom Karibianto mengatakan, Satuan Intel dan Satuan Reserse Kriminal (SatNarkoba) menangkap pasutri di hotel bintang empat di Kecamatan Cipedes. Keberhasilan mengungkap kasus ini berkat partisipasi masyarakat.
"Selama bulan Oktober 2019 sampai bulan Juni, suami istri tersebut mengaku berhasil menjual sabu mencapai 6 kilogram di wilayah Kota dan Kabupaten Tasikmalaya. Kalau dinilai itu mencapai Rp46 miliar. Suplai sabu dalam jumlah besar didapatkan mereka dari seorang teman yang kini mendekam di Lapas Banceuy, Bandung, dengan kasus yang sama," paparnya. (OL-13)
Baca Juga:
Penutupan aktivitas tambang emas rakyat dilakukan dengan melibatkan banyak pihak.
SATUAN Narkoba Polres Tasikmalaya Kota berhasil menangkap lima tersangka pengedar sabu, tembakau gorila, obat terlarang melalui media sosial dengan Cash on Devilery (COD).
PESANTREN Tarekat Idrisiyyah Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, menggelar kick off transformasi pendidikan.
Setelah kepulangan korban, Pemkab Tasikmalaya juga melakukan pendampingan hingga pemulihan korban.
Harga telur ayam semula Rp 31.500 menjadi Rp29 ribu, normalnya Rp 26 ribu perkg, bawang merah Rp 43 ribu, bawang putih Rp40 ribu, cabai rawit merah Rp 54 ribu, cabai keriting Rp 62 ribu.
MENTERI Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia, Bahlil Lahadalia, mengapresiasi komunitas Clean The City.
Seluruh pihak yang diamankan kini tengah menjalani pemeriksaan intensif.
FBI menangkap Ryan Wedding, eks atlet Olimpiade Kanada yang jadi gembong narkoba. Diduga pimpin kartel lintas negara dengan omzet Rp15 triliun per tahun.
Tersangka diketahui mengelola aktivitas home industry pembuatan tembakau sintetis di lokasi tersebut.
BNN juga mengingatkan target utama peredaran narkoba adalah generasi muda usia produktif (16-35 tahun).
Fakta mengkhawatirkan mengenai infiltrasi narkoba yang kini telah menyusup ke berbagai sektor, mulai dari perkantoran, instansi pemerintahan, hingga lembaga pendidikan.
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terus memperkuat langkah pencegahan penyalahgunaan narkoba hingga ke tingkat desa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved