Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
Unit Crisis Respon Time (CRT) Polres Seruyan Polda Kalteng berhasil menangkap terduga pelaku teror bom di Masjid Nurul Yaqin Kuala Pembuang Kecamatan Pembuang Hilir Kabupaten Seruyan, Sabtu (2/5/200) pukul 04.20 WIB.
Kejadian yang mengegerkan masyarakat Seruyan ini bermula saat ditemukan sebuah barang menyerupai bom oleh kaum atau marbot masjid. Benda mencurigakan tersebut diletakkan oleh orang tak dikenal.
Baca juga: Bom Bunuh Diri Tewaskan 15 Orang Saat Salat Isya di Masjid
Berdasarkan hasil pantauan CCTV , diketahui barang diduga bom tersebut diletakkan oleh seorang laki-laki muda. Perawakannya sedang. Dia memakai kaos oblong warna cerah dan celana pendek warna gelap.
Dari pantauan CCTV lainnya, terlihat sebelum tiba di masjid terduga pelaku menumpang motor Tosa warna kuning dan turun di pertigaan Apotek Azmi di seberang Toko Serba 35 ribu.
Baca juga: Politisi PAN Ngamuk karena Acaranya Dibubarkan Satpol PP di Solok
Bermodalkan bahan keterangan dan data yang minim tersebut, dalam rilisnya Humas Polda Kalteng, Sabtu (2/5) Kapolres Seruyan AKBP Agung Tri Widiantoro memerintahkan jajarannya untuk segera mengungkap kasus yang menghebohkan masyarakat di tengah pandemi covid-19.
Baca juga: Minta Maaf, Takmir Masjid Jelaskan Alasan Rencana Robohkan Masjid
"Setelah kami lakukan penyelidikan, diketahui Tosa Kuning tersebut milik Akbar (saksi 1) yang pada saat kejadian digunakan oleh TH (20) saksi 2 untuk mengantar galon ke Jalan Kapten Mulyono Kuala Pembuang I Kabupaten Seruyan," jelas Agung.
Menurut keterangan TH, selesai mengantar galon ke Salon Jimmy, dia bertemu teman SMA-nya yang bernama HG alias Iwan (22) warga Kampung Kumai, Kuala Pembuang Kecamatan Seruyan Hilir Kabupaten Seruyan.
Iwan ternyata ingin menumpang kendaraan yang dikemudikan TH. Saat itu Iwan memperlihatkan benda yang mirip bom dengan berkata 'Ni bom wal'. Namun TH tidak mengindahkan.
"Iwan terduga pelaku, meminta tumpangan sampai di pertigaan Apotek Azmi. Kemudian turun tepat di pertigaan apotek. Selanjutnya berjalan kaki menuju Masjid Nurul Yaqin membawa benda diduga bom yang disembunyikan di dalam baju bagian depan," jelas Agung.
Berdasarkan keterangan saksi TH, Iwan memiliki keahlian di bidang perakitan alat elektronik dan kelistrikan.
"Pelaku berhasil kami tangkap di rumahnya menjelang pagi dan langsung kami bawa ke Polres untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya," tambah Kapolres.
Sementara itu, Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol Drs Ilham Salahudin, S.H., M.Hum melalui Kabidhumas Kombes Pol Hendra Rochmawan S.I.K, M.H menyampaikan, saat ini terduga pelaku teror diduga bom sudah diamankan dan ditangani Tim Gabungan Polres Seruyan untuk dilakukan pemeriksaan lebih intensif.
"Kami akan terus mengembangkan kasus ini dan mengungkap motif dari terduga pelaku," tuturnya. (OL-14)
Sarah Nuraini Siregar dari BRIN menyoroti penggunaan istilah "oknum" untuk anggota polisi, menegaskan tindakan individu mencerminkan institusi.
Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Alfian Nurrizal menyatakan pelaku penganiayaan karyawan SPBU di Cipinang, Jakarta Timur, positif sabu dan ganja usai tes urine.
Transparansi digital melalui media sosial membuat kasus-kasus tersebut kini lebih mudah terungkap ke permukaan.
Wakil Ketua Komisi III DPR RI dari Fraksi PKB, Rano Alfath, mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus penganiayaan yang menewaskan AT (14).
Kapolri menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan pelanggaran berat yang mencoreng nama baik Korps Brimob Polri.
Proses hukum terhadap tersangka, yang merupakan oknum anggota Brimob berinisial Bripda MS, harus dilakukan secara terbuka tanpa ada upaya menutupi fakta.
Papua Connection menyerukan penghentian kekerasan bersenjata di Tanah Papua, khususnya yang menyasar warga sipil, guru, dan tenaga kesehatan.
Intimidasi tersebut merupakan bentuk nyata dari praktik pembungkaman terhadap daya kritis mahasiswa.
Kasus ini bermula saat DJ Donny melaporkan serangkaian teror fisik di rumahnya yang terjadi dalam waktu berdekatan.
Istana merespons adanya dugaan teror terhadap sejumlah kreator konten yang kerap mengkritik program pemerintah.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi meminta pihak kepolisian segera melakukan investigasi menyeluruh untuk mengungkap dalang di balik aksi intimidasi tersebut.
KEBEBASAN berpendapat di media sosial menjadi salah satu wujud nyata demokrasi di era digital.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved