Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMPROV Sumatra Utara menyatakan daerahnya telah berhasil menekan angka kematian ibu dan anak sepanjang 2019 dibandingkan tahun sebelumnya. Kepala Dinas Kesehatan Sumut Alwi Mujahit Hasibuan mengatakan, capaian indikator kesehatan mulai membaik sepanjang 2019. Salah satunya dilihat dari penurunan angka kematian ibu dan anak.
"Ini dapat dilihat dari Angka Kematian Ibu (AKI). Tahun 2019, AKI sebanyak 179 dari 302.555 kelahiran hidup atau 59,16 per 100.000 kelahiran hidup," paparnya, Senin (30/12/2019).
Angka ini menurun dibandingkan AKI tahun 2018 yang mencapai 186 dari 305.935 kelahiran hidup atau 60,79 per 100.000 kelahiran hidup. Angka itu juga jauh bisa ditekan dari target kinerja AKI tahun 2019 pada RJPMD Provinsi Sumut yang ditetapkan sebesar 80,1 per 100.000 kelahiran hidup.
Begitu pun dengan jumlah kematian bayi neonatus (bayi dengan usia kelahiran 0-28 hari) yang juga menurun. Sepanjang 2019, jumlah kematian neonatus (angka kematian neonatus/AKN) hanya ditemukan sebanyak 611 kematian atau 2,02 per 1.000 kelahiran hidup. Angka itu menurun dibandingkan jumlah kematian neonatus tahun 2018, yaitu sebanyak 722 kematian atau 2,35 per 1.000 kelahiran hidup.
Sementara 2019, jumlah kematian bayi sebanyak 730 kematian atau 2,41 per 1.000 kelahiran hidup. Menurun dibandingkan jumlah kematian bayi tahun 2018 sebanyak 869 atau 2,84 per 1.000 kelahiran hidup. Angka kematian bayi terus ditekan dari target kinerja Angka Kematian Bayi(AKB) tahun 2019 pada RJPMD Provinsi Sumatera Utara yang
diperkirakan sebesar 4,5 per 1.000 kelahiran hidup.
Untuk mendorong penurunan angka kematian ibu dan bayi, khususnya neonatus, Pemprov Sumut melakukan Memorandum of Understanding (MoU) dengan USAID-Jalin dan Kabupaten/Kota. Dengan lokus penurunan AKI-AKN di Asahan, Deliserdang, Mandailing Natal, dan Nias Selatan, dalam penguatan manajemen, sistem rujukan serta pemberdayaan SDM.
baca juga: Lebih Mudah Turun Kelas BPJS Kesehatan Lewat Aplikasi JKN
Penandatanganan MoU juga dilakukan dengan Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan dan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatra Utara. Jalinan kerja sama itu untuk memberikan fasilitas dan pendampingan kepada petugas pengelola kesehatan ibu dan anak di kabupaten/kota dan puskesmas. Pemprov Sumut juga melakukan pelatihan kegawatdaruratan maternal neonatal serta monitoring/pendampingan paska pelatihan, bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan dan organisasi profesi seperti POGI dan IDAI. (OL-3)
MEMASUKI tahun 2026, kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan preventif semakin meningkat, termasuk dengan mengonsumsi suplemen kesehatan.
Sejumlah jenis makanan tidak dianjurkan untuk dipanaskan berulang kali karena dapat merusak zat gizi dan bahkan memicu pembentukan senyawa berbahaya bagi kesehatan.
Pola gangguan kesehatan ini bahkan konsisten muncul pada hari ketiga Ramadan selama dua tahun terakhir.
Kepala BSKDN Kemendagri Yusharto Huntoyungo menegaskan capaian dan penghargaan inovasi daerah tidak boleh menjadi titik akhir dalam berinovasi.
Ancaman super flu, infeksi saluran pernapasan akibat virus influenza dengan gejala yang lebih berat dibanding flu biasa, kian menjadi perhatian.
Buku berjudul Mika & Maka: Berani ke Dokter karya kolaborasi Karen Nijsen dan Maria Ardelia menghadirkan kisah yang disampaikan secara hangat dan mudah dipahami agar anak takut ke dokter
Seiring bertambahnya usia kehamilan, ukuran bayi yang semakin besar akan memberikan tekanan mekanis pada pembuluh darah di sekitar panggul.
Bidan menjadi garda terdepan yang memastikan perempuan mendapatkan layanan kesehatan sejak masa kehamilan, persalinan, hingga perawatan bayi dan balita.
Banyak yang mengira masa remaja adalah fase pertumbuhan tercepat manusia. Ternyata, bayi tumbuh jauh lebih pesat.
Karakteristik rambut seseorang, baik pada bayi maupun orang dewasa, ditentukan oleh faktor internal dan eksternal yang jauh lebih kompleks daripada sekadar dicukur.
Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (Perdoski) Jakarta menegaskan bahwa mencukur rambut bayi tidak berkaitan dengan pertumbuhan rambut yang lebih lebat.
Pemberian ASI dan susu formula mungkin hal yang kelihatannya sepele. Namun kita harus menjamin kebutuhan ibu yang memiliki bayi dalam situasi bencana.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved