Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
BINTARA Pembina Desa abinsa dan Babinkamtibmas menciduk seorang mahasiswi dari salah satu kampus di Kota Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, pada Jumat (25/10) pagi.
Mahasiswi berinisial SA, 23, itu merupakan ibu sekaligus pelaku pembuangan bayi perempuan yang ditemukan warga sehari sebelumnya.
SA berasal dari Mbeling, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur. Ia merupakan mahasiswi semester delapan program studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas St Paulus Ruteng.
Selama masa kuliah, ia tinggal di rumah paman dan bibinya di Ngencung, Kelurahan Watu, Ruteng, Manggarai.
Anehnya, orang-orang serumah mengaku tak mengetahui kehamilan SA. Bahkan, keseharian SA tak terlihat aneh dan mencurigakan.
"Tiap hari terlihat seperti biasa. Pergi ke kampus, kerja di rumah. Seperti biasanya. Makanya kami juga kaget ini," tutur Dentiana, bibinya.
Dari pengakuannya, SA bersalin seorang diri di kamar tidurnya pada Selasa (22/10) malam. Saat itu, bayi langsung dibekap hingga meninggal. Kemudian ia menyembunyikannya di bawah kolong tempat tidurnya.
Keesokan harinya, ia menguburkan jasad bayi di belakang rumah tersebut.
Baca juga: Bakal Calon Kepala Daerah NasDem di NTT Sampaikan Visi Misi
Lalu pada Rabu (23/10) malam, ia menggali kembali kubur sedalam kurang lebih 30 cm itu dan membuang bayinya di tepi kali sejauh 150 meter dari rumah tinggalnya. Jasad bayi ditemukan dalam kondisi membusuk oleh warga setempat pada Kamis (24/10) pagi.
Petugas Babinkamtibmas dan Babinsa setempat melakukan penyisiran terhadap warga di sekitar tempat itu. Dalam waktu kurang dari 24 jam, mereka berhasil mengungkap ibu sekaligus pelaku pembuangan bayi tersebut.
Awalnya petugas curiga dengan SA yang mengalami kekurangan darah akut saat ditemui Kamis malam. Selanjutnya, mereka bersama Polwan dari unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) mendatangi SA pada Jumat pagi.
Meski sempat membantah, akhirnya SA pun mengakuinya secara jujur. Polisi yang menggeledah kamarnya menemukan adanya bercak-bercak darah. Mereka juga membawa SA untuk menjalani visum et repertum di RSUD Ruteng.
"Hasilnya ternyata benar. Dia terbukti baru selesai melahirkan," ujar Kanit PPA Polres Manggarai Bripka Anton Habun.
Polisi terus melakukan penyelidikan. SA dijerat dengan pasal 80 ayat 3 dan 4 UU No 35 tahun 2014 junto pasal 181 KUHP. Ia diancam penjara maksimal 20 tahun. (OL-1)
HUJAN lebat disertai angin kencang yang melanda Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (24/1) dini hari nyaris merenggut nyawa seorang anak perempuan.
Tanah longsor terjadi pada Kamis (22/1) sore akibat curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak pagi hari.
Sebuah pertikaian keluarga berujung pada tewasnya seorang pria berusia 55 tahun, berinisial MG di Rumah Adat Gendang Palit. Korban diduga menjadi korban penganiayaan oleh tiga keponakan.
Penundaan pelayaran ini sejalan dengan peringatan dini cuaca maritim yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang.
PULUHAN siswa Sekolah Dasar Inpres (SDI) di Pilau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), harus menempuh proses belajar di gedung yang rusak parah.
Dunia usaha di Nusa Tenggara Timur (NTT) menunjukkan optimisme kuat memasuki awal 2026, seiring meningkatnya investasi dan membaiknya aktivitas ekonomi pada akhir 2025.
Seiring bertambahnya usia kehamilan, ukuran bayi yang semakin besar akan memberikan tekanan mekanis pada pembuluh darah di sekitar panggul.
Bidan menjadi garda terdepan yang memastikan perempuan mendapatkan layanan kesehatan sejak masa kehamilan, persalinan, hingga perawatan bayi dan balita.
Banyak yang mengira masa remaja adalah fase pertumbuhan tercepat manusia. Ternyata, bayi tumbuh jauh lebih pesat.
Karakteristik rambut seseorang, baik pada bayi maupun orang dewasa, ditentukan oleh faktor internal dan eksternal yang jauh lebih kompleks daripada sekadar dicukur.
Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (Perdoski) Jakarta menegaskan bahwa mencukur rambut bayi tidak berkaitan dengan pertumbuhan rambut yang lebih lebat.
Pemberian ASI dan susu formula mungkin hal yang kelihatannya sepele. Namun kita harus menjamin kebutuhan ibu yang memiliki bayi dalam situasi bencana.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved