Jumat 25 Oktober 2019, 11:09 WIB

Bakal Calon Kepala Daerah NasDem di NTT Sampaikan Visi Misi

Palce Amalo | Nusantara
Bakal Calon Kepala Daerah NasDem di NTT Sampaikan Visi Misi

MI/Palce Amalo
Sekretaris DPW Partai NasDem NTT Alexander Take Ofong (kiri) dan : Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat.

 

PULUHAN bakal calon bupati dan wakil bupati dari sembilan kebupaten yangmenggelar pilkada serentak 2020 di Nusa Tenggara Timur (NTT) menyampikanvisi misi di Kantor DPW NasDem setempat.

Mereka terdiri dari pasangan calon daerah yang sudah ditetapkan NasDem, serta bakal calon bupati dan bakal calon wakil bupati yang sudah mendaftar di partai tersebut.

"Setelah pemaparan visi misi akan dilanjutkan dengan survei elektabilitas setiap bakal calon," kata Sekretaris DPW Partai NasDem NTT Alexander Take Ofong kepada Media Indonesia, Jumat (25/10). Penyampaian visi misi berlangsung sejak Kamis (24/10) pagi hingga tengah malam.

NasDem menyiapkan empat panelis yang berasal yang berasal dari akademisi dan internal NasDem untuk mengajukan pertanyaan kepada bakal calon yang selesai memaparkan visi dan misi mereka. Sedangkan kader NasDem lainnya bertugas sebagai pengamat.

Menurut Alexander, NasDem menyiapkan delapan lembaga survei yang akan melakukan survei terhadap elektabilitas calon. Nanti setelah terkumpul, hasil survei diserahkan ke DPW NasDem sebelum diteruskan ke DPP NasDem.

Salah satu pasangan bakal calon bupati yang memaparkan visi dan misinya adalah Takem Raja Pono yang berpasangan dengan Herman Hegi Radja Haba yang maju di Pilkada Sabu Raijua

."Visi saya ialah Sabu Raijua bangkit, hebat, dan bermartabat," ujar Takem.

Menurut Takem, jika terpilih sebagai Bupati Sabu Raijua, dirinya akan memfokuskan untuk membangun dan mengembangkan daerah itu agar keluar dari berbagai ketertingalan. Ia berjanji mendorong warga untuk memiliki kesadaran mengenai potensi yang dimiliki daerah itu, seperti pertanian, perikanan, dan kemaritiman. (PO/OL-09)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More