Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
EMPAT hari jelang pemilu 2019, masih banyak warga yang tidak terdaftar sebagi pemilih. Tidak diketahui apakah ada unsur kesengajaan atau alasan lainnya sehingga kesempatan menentukan pilihan politik sebagian orang saat perayaan lima tahunan pesta demokrasi kali ini terkubur.
Sesuai data diperoleh Media Indonesia di KIP (Komisi Independen Pemilihan) Kabupaten Pidie, Sabtu (13/4), sedikitnya ada 257 orang penghuni penjara di kawasan setempat tidak terdaftar sebagai pemilih. Mereka tersebar di Rutan Kelas ll B Sigli, Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas ll Sigli dan Rutan Kota Bakti.
Di Rutan Kelas II B Sigli, sebanyak 176 orang tidak terdaftar menjadi pemilih. Hanya 300 orang yang masuk dalam pendaftaran pemilihan. Kemudian di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas II Sigli, sebanyak 33 orang tidak masuk daftar pemilih. Sedangkan yang terdaftar hanya 80 orang saja.
Hal demikian juga terjadi di Rutan Kota Bakti, sesuai penelusuran Media Indonesia, sebanyak 48 orang tidak masuk daftar pemilih. Adapun yang terdaftar sebanyak 115 orang.
"Kami sudah beberapa kali mendatangi setiap penjara, sayangnya disitu tidak tersedia identitas lengkap dan nomor NIK penghuni penjara. Untuk melacak NIK seseorang sangat sulit karena tidak mempunyai identitas atau alamat lengkap, apalagi napi itu dari berbagai daerah," kata Kasubbag Program dan Data KIP Pidie, Herman ST.
Baca juga: KPU Brebes Tetapkan Hasil DPTb 1.392 Orang
Kondisi seperti itu ditenggarai juga terjadi di kabupaten atau provinsi lain di Indonesia. Karena itu, diharapkan pihak berwenang harus menuntaskan kekeliruan tersebut.
Anggota Komisioner Panwaslu Kabupaten Pidie, Junaidi Ahmad, mengatakan tidak masuknya ratusan orang dalam daftar pemilih Pemilu itu bisa dianggap karena kelalaian lembaga terkait. Menurut mantan Anggota Komesioner KIP Aceh tersebut, persoalan itu sering terjadi pada pemilu sebelumnya. Seharusnya pihak penjara memiliki dan menyerahkan identitas lengkap narapidana kepada KIP setempat.
"Kelalaian ini sangat berpeluang besar terjadi sengketa atau keributan terhadap proses dan hasil pemilu nanti. Hal ini bisa mengundang kemungkinan buruk sehingga munculkan konflik di kemudian hari," tutur Junaidi kepada Media Indonesia.
Apalagi kemungkinan, ada pihak yang menganggap proses demokrasi ini tidak serius dan tertutup.
"Baik jajaran MenkumHAM atau KIP harus bertanggung jawab dengan persoalan ini. Apalagi menyangkut hak pilih setiap warga Indonesia," jelasnya.(OL-5)
KPK menetapkan Hasto Kristiyanto sebagai tersangka suap terkait buronan Harun Masiku. Hasto disebut aktif mengupayakan Harun memenangkan kursi anggota DPR pada Pemilu 2019.
Bagi Mahfud, batalnya memakai kemeja putih tersebut lima tahun lalu menyimpan pesan tersendiri.
KPID Sulawesi Selatan mengaku belum bisa menindak caleg dan parpol yang mulai mencuri start pada Pemilu 2024.
PENDUKUNG Joko Widodo pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 kini berbalik mendukung calon presiden (capres) Prabowo Subianto jelang Pilpres 2024.
Beberapa upaya dari KPU untuk mencegah terjadinya kembali korban jiwa dari petugas KPPS.
"Mas Ganjar kan enggak nyapres, enggak nyapres beliau," kata Immanuel di Jakarta, Minggu.
Presiden Prabowo Subianto menyoroti dugaan kelompok politik yang memanfaatkan bencana untuk membangun ketidakpercayaan terhadap pemerintah.
Menjelang 12 hari memasuki Bulan Suci ramadan 1457 H, kondisi warga penyintas banjir besar di Aceh Tengah masih sangat memprihatinkan.
Ini merupakan bentuk kepedulian USK terhadap mahasiswa terdampak sekaligus upaya meringankan beban ekonomi mereka.
Mahasiswa diingatkan agar sebaik mungkin menghindari hal-hal yang merugikan.
Untuk menutupi kebutuhan pupuk tanaman padi, mereka harus beralih ke pupuk nonsubsidi.
Sebanyak 20 sumur bor berteknologi RO dibangun di wilayah terdampak banjir Aceh untuk menyediakan air bersih dan mendukung pemulihan warga.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved