Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Arus Balik Liburan Padat, 35.000 Mahasiswa USK Diminta Waspada dalam Perjalanan

Amiruddin Abdullah Reubee
08/2/2026 19:04
Arus Balik Liburan Padat, 35.000 Mahasiswa USK Diminta Waspada dalam Perjalanan
Perjalanan mahasiswa kembali ke kampus untuk memulai smester genap setelah berakhir masa liburan.(MI/Amiruddin Abdullah Reubee)

MUSIM kuliah smester genap tahun 2026, di Universitas Syiah Kuala (USK) Darussalam, Banda Aceh, Provinsi Aceh, mulai berlangsung Senin (9/2). Arus lalu lintas setelah liburan kuliah berakhir, ditambah lagi lagi bertepatan dengan jelang bulan Ramadan, sangat padat dan ramai. Apalagi di sepanjang jalur Nasional Banda Aceh-Medan dan jalur Nasional Banda Aceh-Barat Selatan.

Begitu juga jalur penyeberangan laut Pulau Simeulue-Daratan Aceh, penyeberangan Singkil Pulau Banyak dan jalur laut Sabang-Banda Aceh. Lalu jalur udara dari dan ke Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar. 

Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan Universitas Syiah Kuala, Profesor Mustanir, kepada Media Indonesia, Minggu (7/2) menyampaikan, agar mahasiswa perantau yang kembali ke kampus, setelah liburan supaya lebih waspada atau berhati-hati. Terutama saat dalam bus umum, pesawat, kapal penyeberangan, minibus keluarga atau perjalanan sepeda motor. 

Dikatakan Mustanir, sebelum keberangkatan atau selama perjalanan hendaknya memastikan kondisi kesehatan fit dan tidak ada kekhawatiran. Lalu simpan nomor darurat dan bagikan lokasi ke teman atau keluarga (terutama bagian kaum wanita). Apalagi bagi mereka yang kampungnya berada di kawasan banjir Sumatra. 

Lalu waspada terhadap barang bawaan terutama saat berada di terminal, bandara dan pelabuhan penyeberangan. Bagi yang menggunakan kendaraan pribadi atau sepeda motor, diminta tidak ugal-ugalan. 

Kepada mahasiswa/mahasiswi korban terdampak banjir supaya berangkat pada siang hari. Apalagi dari pedalaman dengan kondisi jalan sangat sulit. Lalu tingkatkan kewaspadaan dan berhati-hati bila hujan deras. Saat dalam perjalanan, jangan berhenti pada lokasi rawan longsor, hindari jalur banjir, dan tidak menyeberangi sungai deras. "Ingat orangtua dan keluarga, bukan melepaskan kepergianmu untuk selamanya. Tapi mereka mengharap untuk kembali menjadi harapan masa depan" tutur Mustanir. 

Wakil Rektor lulusan Doktor bidang Kimia Organik Kyushu University Jepang itu, mengingatkan agar sebaik mungkin menghindari hal-hal yang merugikan. Apalagi bagi kaum wanita supaya lebih peka dengan waktu dan kondisi. Alangkah baiknya ada teman sesama dalam perjalanan dan tidak bepergian saat larut malam. 

"Jika melihat atau mengalami perilaku kekerasan dan merasa tidak nyaman, jangan ragu melapor ke satgas hotline 0823 2000 293. Cukup istirahat dan jangan memaksa perjalanan kalau kondisi tidak mengizinkan," tambah Mustanir. 

Farida Hanum, mahasiswi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (F-KIP) Universitas Syiah Kuala, mengatakan dirinya berangkat lebih awal pada Minggu (8/2) pagi melalui jalur Nasional Sigli-Banda Aceh. Berangkat dengan waktu lebih awal dilakukan agar lebih aman dan nyaman selama dalam perjalanan. 

"Apalagi separuh jalur Nasional Sigli-Banda Aceh itu melewati Taman Hutan Raya Pucut Meurah Intan, kawasan Pengunungan Seulawah. Di situ banyak pendakian terjal, tikungan tajam, dan arus lalu lintas padat," tutur mahasiswi asal Garot, alumni SMA Sukma Bangsa Pidie itu. 

Sesuai catatan Media Indonesia, sedikitnya ada sekitar 35.000 mahasiswa/mahasiswi yang kuliah di Universitas Syiah Kuala Aceh. Mereka berasal dari kabupaten/kota di Aceh, berbagai provinsi di Indonesia hingga dari luar negeri. (H-1) 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Denny parsaulian
Berita Lainnya