Headline

Prabowo kembali gelar rapat terbatas bahas dampak perang di wilayah Timur Tengah.

Jakarta Darurat Sampah: 8.000 Ton Per Hari Bebani Bantargebang yang Kritis

Putri Rosmalia Octaviyani
11/3/2026 20:55
Jakarta Darurat Sampah: 8.000 Ton Per Hari Bebani Bantargebang yang Kritis
Foto udara antrean truk di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.(Dok. Antara)

KONDISI Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang di Bekasi kini berada pada titik nadir. Berdasarkan data terbaru Maret 2026, volume sampah Jakarta yang dikirim ke Bantargebang masih berada di kisaran 7.400 hingga 8.000 ton per hari. Situasi ini semakin mengkhawatirkan menyusul insiden longsor Bantargebang di Zona 4A yang terjadi baru-baru ini.

Kapasitas Melampaui Batas

Hingga awal 2026, gunungan sampah di Bantargebang telah mencapai ketinggian lebih dari 50 meter, atau setara dengan gedung 16 lantai. Luas efektif penampungan di lahan 110,3 hektare tersebut diperkirakan telah terisi lebih dari 80%.

Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta mengungkapkan bahwa meski upaya pengurangan di hulu terus dilakukan, beban harian yang diterima Bantargebang tetap tinggi. Rata-rata berat sampah Jakarta harian mencapai 7.354 ton pada 2025, dan pada periode tertentu di 2026 ini menyentuh angka 8.000 ton.

Data Operasional TPST Bantargebang (Maret 2026):

  • Rata-rata Sampah Harian: 7.400 - 8.000 Ton
  • Ketinggian Tumpukan: > 50 Meter
  • Status Zona 4A: Ditutup Sementara (Pasca-Longsor)
  • Target Reduksi: 1.000 Ton/Hari (via RDF Rorotan)

Skenario Pasca-Longsor Bantargebang

Insiden longsor Bantargebang di Zona 4A pada 8 Maret 2026 yang memakan korban jiwa memaksa Pemprov DKI melakukan langkah darurat. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan telah menyiapkan dua titik pembuangan sementara (temporari) agar layanan pengangkutan sampah warga Jakarta tidak terhenti.

"Untuk sementara ini, sambil menunggu Zona 4A diselesaikan, maka Zona 3 dan dua zona baru sedang kita persiapkan untuk bersifat temporari," kata Pramono di Balai Kota Jakarta.

RDF Rorotan Jadi Katup Penyelamat

Untuk mengurangi ketergantungan pada Bantargebang, Pemprov DKI kini mengandalkan fasilitas Refuse Derived Fuel Plant Rorotan (RDF Rorotan) di Jakarta Utara. Fasilitas ini mulai dioperasikan secara bertahap dengan target mampu mengolah hingga 1.000 ton sampah per hari.

Langkah ini diharapkan dapat mereduksi beban pengiriman ke Bantargebang secara signifikan, sekaligus mengubah sampah menjadi bahan bakar alternatif bagi industri semen. Selain itu, pemerintah juga memperketat pemilahan sampah sejak dari sumber (rumah tangga) sesuai arahan Kementerian Lingkungan Hidup.

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya