Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem hingga Maret 2026. Meski puncak musim hujan diprediksi terjadi pada Januari-Februari, tren data tahun sebelumnya menunjukkan kemungkinan pergeseran cuaca ekstrem hingga bulan ketiga.
Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD Provinsi DKI Jakarta, Mohamad Yohan, menjelaskan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan intensif berkaca pada anomali cuaca yang terjadi pada 2025.
"Prediksi BMKG, Januari-Februari puncak musim hujan di tahun 2026. Namun pengalaman pada tahun 2025, meskipun dua bulan tersebut dikatakan puncak, masih ada kemungkinan bulan Maret masih menjadi puncak bahkan bisa lebih ekstrem lagi," kata Mohamad Yohan dalam siniar mitigasi banjir yang digelar BPKD DKI Jakarta, Kamis (5/2).
Modifikasi Cuaca sebagai Opsi Terakhir
Yohan menegaskan bahwa analisa cuaca harian menjadi pijakan utama dalam pengambilan keputusan strategis. Salah satu langkah krusial yang disiapkan adalah Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
"(OMC) ini opsi terakhir. Kalau kita tidak mengambil opsi terakhir, mungkin lebih banyak RT/RW yang tergenang," ujar Yohan.
Langkah mitigasi ini terbukti efektif pada tahun sebelumnya. Pada 2025, OMC dilakukan sebanyak empat periode (Februari, Maret, Agustus, dan November) dengan 78 sorti penerbangan. Hasilnya, curah hujan rata-rata berhasil diredam hingga 48,65%.
Untuk tahun 2026 sendiri, OMC telah dilaksanakan dalam dua tahap pada periode 16-27 Januari dengan menggunakan 12.600 kg bahan semai. Intervensi ini diklaim mampu menurunkan curah hujan rata-rata sebesar 34,95%.
Jakarta Timur Paling Rawan
Berdasarkan data kejadian bencana sepanjang Januari 2026, Jakarta Timur tercatat sebagai wilayah dengan frekuensi banjir tertinggi, yakni sebanyak delapan kejadian.
Disusul oleh Jakarta Utara, Jakarta Barat, dan Jakarta Selatan yang masing-masing mencatatkan tujuh kejadian. Sementara itu, Jakarta Pusat mencatat empat kejadian, dan Kepulauan Seribu menjadi wilayah dengan frekuensi terendah dengan satu kejadian banjir.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus berupaya melakukan langkah preventif guna meminimalisasi dampak genangan di titik-titik rawan tersebut seiring dengan masuknya periode puncak musim hujan. (Ant/P-2)
Ketegasan yang tidak konsisten dapat merusak iklim investasi dan menimbulkan ketidakpastian dunia usaha.
Danantara menargetkan negosiasi utang proyek KCIC Whoosh dengan China selesai kuartal I-2026. Skema restrukturisasi disebut masih 50:50.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa segel tiga toko Tiffany & Co di Jakarta terkait dugaan penyelundupan dan praktik underinvoicing impor barang mewah.
EKOSISTEM olahraga di Jakarta disebut memiliki potensi untuk mendukung DKI sebagai salah satu destinasi sport tourism global. Untuk mewujudkannya, dibutuhkan sinergi dan kolaborasi.
Pemprov DKI Jakarta memprediksi lonjakan kebutuhan pangan jelang Ramadan dan Idulfitri 2026, terutama telur ayam, daging, bawang merah, dan minyak goreng.
APUDSI adakan Rakernas & HUT ke-1 di Jakarta, fokus konsolidasi ekonomi desa, digitalisasi produk, dan penguatan ketahanan nasional.
Meskipun modifikasi cuaca merupakan ikhtiar mitigasi yang penting, teknik ini bukanlah solusi permanen.
Jakarta siaga banjir hingga 12 Februari 2026. BMKG prediksi hujan sangat lebat dan lakukan modifikasi cuaca untuk mitigasi bencana di Ibu Kota.
Operasi tersebut diarahkan pada titik-titik krusial pertumbuhan awan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menilai bahwa OMC yang dilakukan di Indonesia merupakan upaya mitigasi bencana yang terukur dan berbasis sains.
BMKG menjelaskan, teknik penyemaian awan dalam OMC tidak menciptakan awan baru, melainkan hanya memicu proses alami pada awan yang sudah jenuh.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved