Headline
Prabowo kembali gelar rapat terbatas bahas dampak perang di wilayah Timur Tengah.
Prabowo kembali gelar rapat terbatas bahas dampak perang di wilayah Timur Tengah.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Bekasi, Jawa Barat, mulai memberlakukan kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) yang terdampak banjir, khususnya mereka yang akses jalan menuju kantor terputus akibat genangan.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi, Endin Samsudin, menegaskan kebijakan ini merupakan bentuk adaptasi pemerintah daerah dalam menghadapi kondisi darurat, sekaligus memberi ruang fleksibilitas bagi ASN yang terdampak langsung bencana.
“Kebijakan ini merupakan penyesuaian pelaksanaan tugas kedinasan secara fleksibel bagi ASN yang terhambat akses karena banjir,” ujar Endin di Cikarang, Rabu.
Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor 800.1.6.2/SE-14/BKPSDM/2026 tentang Pelaksanaan Tugas Kedinasan Pegawai ASN secara Fleksibel akibat bencana banjir.
Skema WFH ini tidak otomatis berlaku bagi seluruh pegawai, melainkan hanya diberikan setelah adanya surat perintah fleksibilitas tugas dari masing-masing kepala perangkat daerah tempat ASN bertugas.
Endin menekankan bahwa kebijakan ini diprioritaskan bagi pegawai yang benar-benar tidak memungkinkan hadir secara fisik di kantor karena jalur perjalanan menuju tempat kerja maupun kepulangan terputus.
“Penyesuaian ini khusus bagi ASN yang aksesnya benar-benar terdampak banjir sehingga tidak memungkinkan melaksanakan tugas secara langsung,” katanya.
Meski demikian, Pemkab Bekasi mengingatkan bahwa fleksibilitas kerja tidak boleh menurunkan kinerja aparatur maupun mengganggu pelayanan publik yang menjadi tanggung jawab pemerintah daerah.
“Kepala perangkat daerah harus memastikan WFH tidak menghambat target kinerja. Pelayanan kepada masyarakat harus tetap berjalan sebagaimana mestinya,” tegas Endin.
Selain itu, setiap surat perintah tugas dari rumah wajib dilaporkan kepada Pelaksana Tugas Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Kabupaten Bekasi sebagai bagian dari kontrol administrasi kepegawaian.
Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari Peraturan Menpan RB Nomor 4 Tahun 2025 tentang sistem kerja fleksibel bagi ASN, serta SK Bupati Bekasi Nomor 100.3.3.2/Kep.508-BPBD/2025 terkait Status Siaga Darurat Bencana di Kabupaten Bekasi periode 2025–2026.
“Langkah ini diambil sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan pegawai sekaligus memastikan roda pemerintahan dan pelayanan publik tetap berjalan di tengah situasi bencana,” tutup Endin. (Antara/Z-10)
Pensiunan harus menjaga keamanan data pribadi dan tidak memberikan informasi penting kepada pihak yang tidak dapat dipastikan kebenarannya.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pencairan tunjangan hari raya (THR) bagi aparatur sipil negara (ASN) diperkirakan akan rampung dalam waktu sekitar satu pekan ke depan.
KPK menanggapi peluang pengembalian 57 mantan pegawai yang tidak lulus tes wawasan kebangsaan (TWK) 2021 setelah Komisi Informasi Pusat memerintahkan BKN membuka hasil tes.
TERNYATA fenomena honorer tidak hanya terdapat di lingkungan guru di persekolahan, di lingkungan perguruan tinggi pun telah lazim terjadi.
Kejagung menggeledah 16 lokasi terkait dugaan korupsi ekspor CPO, menyita dokumen, alat elektronik, dan mobil mewah. 11 tersangka ditahan 20 hari.
PENDIDIKAN bermutu tidak pernah lahir dari ruang hampa. Ia tumbuh dari tangan-tangan guru yang bekerja dengan dedikasi, ketenangan batin, dan rasa aman dalam menjalani profesinya.
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan kondisi terkini genangan akibat hujan deras yang mengguyur ibu kota sejak Minggu (8/3).
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi mencatat sedikitnya 18 titik banjir dan satu rumah roboh di sejumlah wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat.
Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI, Bun Joi Phiau mengatakan banjir yang berulang hampir setiap tahun seharusnya sudah dapat diantisipasi dengan sistem pengendalian banjir
Peristiwa tersebut menjadi banjir kedua yang melanda wilayah itu sejak awal tahun 2026, dengan ketinggian air mencapai lebih dari empat meter.
BPBD Kota Tangerang menyatakan sebanyak sembilan wilayah kecamatan terdampak banjir dengan ketinggian 40 - 150 cm akibat tingginya intensitas hujan.
Hujan yang mengguyur wilayah Jabodetabek pada Sabtu (7/3/2026) malam hingga pagi, menyebabkan banjir di sejumlah titik jalan dan pemukiman penduduk.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved