Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Badan Narkotika Nasional (BNN) RI Komjen Marthinus Hukom mengatakan bahwa masyarakat harus diedukasi dengan intens agar tidak mudah dijebak atau diiming-imingi menjadi kurir oleh para bandar narkoba.
Menurutnya, langkah pencegahan untuk memutus mata rantai peredaran narkoba, salah satunya dengan mengedukasi masyarakat agar tidak mudah tergiur mendapatkan uang secara instan, namun tidak memikirkan dampak negatif dari aktivitas ilegal tersebut.
"Selain pemberantasan, upaya lainnya adalah dengan menguatkan atau memperbaiki mental masyarakat agar tidak tergiur menjadi kurir dengan iming-iming uang yang banyak dari para bandar," kata Marthinus dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (5/12).
Ia menjelaskan, pemberantasan narkoba memiliki banyak tantangan, salah satunya karena masih adanya budaya atau mental masyarakat yang berpikir ingin cepat kaya dengan menjadi kurir narkoba.
Kemudahan untuk diperdaya bandar itu, lanjut dia, juga dipengaruhi oleh kondisi ekonomi yang sulit, sehingga masyarakat dengan mudah terjebak untuk terlibat ke dalam aktivitas ilegal itu.
"Narkoba sejatinya tidak memiliki nilai uang karena itu adalah racun, tetapi realitanya memang motif ekonomi mempengaruhi masyarakat untuk menjadi kurir dari hasil penjualan barang haram itu," ujarnya.
Marthinus menambahkan, untuk membantu masyarakat agar tidak mudah terjebak dengan budaya atau dasar pemikiran yang sudah mengakar itu, maka BNN kini secara aktif membangun ketahanan ekonomi bagi masyarakat, khususnya di wilayah atau jalur-jalur perbatasan antarnegara yang menjadi pintu gerbang peredaran gelap narkotika.
"BNN secara aktif membangun ketahanan ekonomi bagi masyarakat melalui kegiatan-kegiatan positif, sekaligus memperbaiki mental atau moral mereka agar tidak tergiur menjadi kurir," tuturnya.
Ia mengimbau, masyarakat harus sadar bahwa narkoba merupakan ancaman bagi negara, serta anak-cucu penerus bangsa ke depan. Sebab, bila terus dibiarkan berkembang dan masyarakat tidak memiliki mental untuk menganggapnya sebagai ancaman serius, maka kerusakan negara tinggal menunggu waktu. (J-2)
Badan Narkotika Nasional (BNN) RI bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai membongkar keberadaan clandestine laboratory atau pabrik narkotika ilegal milik jaringan internasional.
Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan dua warga negara asing (WNA) berinisial TK dan MK yang diduga kuat merupakan bagian dari jaringan narkotika internasional.
Pada Selasa (6/1), BNN bersama Direktorat Jenderal Bea Cukai dan Imigrasi berhasil membongkar jaringan internasional di Bandara Soekarno-Hatta.
BNN meminta masyarakat tidak ragu melaporkan indikasi peredaran gelap dan penyalahgunaan narkotika usai penggerebekan lab narkotika di Ancol.
BNN masih memburu tiga orang, termasuk dua WNA China, terkait laboratorium narkotika liquid vape dan happy water di apartemen Ancol, Jakarta Utara.
Badan Narkotika Nasional (BNN) menggerebek laboratorium narkotika liquid vape dan happy water di apartemen Ancol. Empat tersangka jaringan internasional ditangkap.
mitigasi bencana tidak dapat hanya bertumpu pada pembangunan fisik, tetapi juga harus menyentuh perubahan perilaku serta penguatan kesiapan mental masyarakat
Pemerintah juga akan menambah jumlah penyapu jalan dan memperkuat program kebersihan lainnya.
Pengecekan bertujuan memastikan kesiapan personel serta kelengkapan sarana dan prasarana pendukung pelayanan bagi masyarakat.
Reputasi institusi kepolisian kerap meningkat pada momen tertentu, namun bisa menurun drastis ketika muncul kasus yang menyentuh rasa keadilan publik.
Pemerintah perlu memetakan kembali daerah yang membutuhkan dan pendanaan agar lebih tepat sasaran atau wilayah-wilayah menjadi kantong kurang gizi.
Data BPBD mencatat sejumlah kawasan bantaran Sungai Ketahun berada dalam kategori rawan banjir, yakni Kecamatan Amen, Uram Jaya, Pinang Belapis, dan Lebong Utara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved